Satgas Sentot Prawirodirdjo Dilibatkan Dalam Parapatan Luhur 2026 PSHT Pusat Madiun
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
- visibility 164
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergi | Kota Madiun – Paguyuban Pencak Silat Madiun menggelar koordinasi di Padepokan Agung Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun pada Senin (02/02/2026) sore. Pertemuan para tokoh dari 15 perguruan pencak silat di Kota/Kabupaten Madiun ini membahas terkait kesiapan Parapatan Luhur (Parluh) PSHT Pusat Madiun. Sesuai rencana Parluh akan dilaksanakan pada 6-8 Februari 2026.
Ketua Paguyuban Pencak Silat Madiun, R. Moerdjoko mengatakan Parluh merupakan agenda rutin setiap 5 tahun sekali oleh PSHT Pusat Madiun. Pertemuan para ketua perguruan pencak silat ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi dengan pihak kepolisian beberapa waktu lalu. R. Moerdjoko yang juga Ketua Umum PSHT Pusat Madiun menegaskan bahwa pelaksanaan Parluh nantinya akan melibatkan Satgas Sentot Prawirodirdjo.
“Kami dari PSHT Pusat Madiun ada gawe yakni Parapatan Luhur. Dari pengamanan TNI-Polri itu melibatkan Satgas Sentot Prawirodirdjo. Yaitu Satgasnya Paguyuban Pencak Silat Madiun,” ujar R. Moerdjoko.
Satgas Sentot Prawirodirdjo merupakan perwakilan dari 15 perguruan pencak silat di Madiun. Satgas ini bertujuan menciptakan kondusifitas masyarakat hingga mencegah gesekan antar pesilat.
“Nanti masing-masing perguruan akan mengirimkan daftar nama yang nanti terlibat dalam Satgas Sentot Prawirodirdjo. Yang dilibatkan sesuai permintaan dari kepolisian sebanyak 107 personil,” jelasnya.
Lebih lanjut, menurut Moedjoko, penempatan personil Satgas Sentot Prawirodirdjo akan menyesuaikan dengan aparat keamanan. Beberapa titik telah dipetakan untuk kelancaran pelaksanaan Parluh 2026 PSHT Pusat Madiun.
“Ini merupakan bentuk sinergi antara TNI-Polri bersama Paguyuban Pencak Silat Madiun. Pelaksanaan Parapatan Luhur nanti 3 hari pada 6-8 Februari,” imbuh Moerdjoko.
Parluh 2026 nanti akan dilakukan evaluasi pelaksanaan program kerja selama kurun waktu 5 tahun terakhir. Selain itu, juga membahas program untuk 5 tahun kedepan.
“Ini memang mekanisme 5 tahun sekali di PSHT untuk evaluasi program kerja. Nanti yang ikut sekitar 375 cabang di dalam negeri dan dari luar negeri ada 35 negara,” pungkasnya.(Kris).
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Buyung
