Berita Terkini
Trending Tags

SKCK Jadi Syarat PPPK, Polres Ponorogo Kebanjiran Pemohon

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
  • visibility 175
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemohon SKCK di Polres Ponorogo, Foto : Istimewa – Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Permintaan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Satintelkam Polres Ponorogo mengalami lonjakan signifikan. Mayoritas pemohon berasal dari kalangan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu.

SKCK menjadi salah satu dokumen yang wajib dilampirkan dalam berkas daftar riwayat hidup (DRH) sebagai bagian dari persyaratan administrasi PPPK.

Kasat Intelkam Polres Ponorogo, Iptu Donny Ardhianto, menjelaskan bahwa pada kondisi normal, jumlah pemohon SKCK berkisar antara 15 hingga 30 orang per hari. Namun dalam beberapa hari terakhir, angka tersebut meningkat drastis hingga menembus sekitar 300 orang per hari.

“Peningkatan mulai terlihat dua hari lalu, dan hari ini jumlahnya makin banyak. Sebagian besar memang untuk kelengkapan syarat PPPK,” terang Iptu Donny Ardhianto, Selasa (16/09/2025).

Meski terjadi lonjakan, Polres Ponorogo tidak memberlakukan pembatasan. Seluruh berkas yang masuk tetap diproses pada hari yang sama, bahkan jika harus lembur hingga malam.

“SKCK termasuk dokumen penting yang tidak bisa ditunda. Jadi kalau hari ini berkas masuk, langsung kami selesaikan agar masyarakat bisa segera menggunakannya,” imbuhnya.

Donny menambahkan, masyarakat sebenarnya juga bisa mengurus SKCK melalui Polsek di masing-masing kecamatan. Namun, sebagian besar masih memilih mengurus langsung di Polres Ponorogo karena belum mengetahui opsi tersebut.

“Di Polsek pun bisa membuat SKCK dan selesai di hari yang sama sesuai antrean berkas. Hanya saja masih banyak warga yang belum memanfaatkan layanan ini,” jelasnya.

Tingginya jumlah pemohon membuat Polres Ponorogo menambah fasilitas berupa kursi dan meja di area pelayanan, serta menurunkan personel tambahan guna mempercepat proses antrean.

“Dengan penambahan fasilitas dan personel, harapannya masyarakat bisa lebih nyaman saat menunggu, dan pelayanan SKCK bisa tetap optimal,” pungkas Iptu Donny.

Ega Patria – Sinergia 

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terekam CCTV, Pencurian Dua Karung Gabah di Ponorogo Viral di Media Sosial

    Terekam CCTV, Pencurian Dua Karung Gabah di Ponorogo Viral di Media Sosial

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Aksi pencurian gabah terjadi di Desa Prajegan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. Peristiwa tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan viral di media sosial setelah diunggah oleh keluarga korban. Dalam kejadian yang berlangsung pada Rabu (24/12/2025) dini hari itu, pelaku diduga nekat menggondol dua karung gabah basah milik warga. Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku […]

    Bagikan
  • Ini Tanggapan DPRD Magetan  Soal Aksi Massa Terkait Persoalan Pokir

    Ini Tanggapan DPRD Magetan  Soal Aksi Massa Terkait Persoalan Pokir

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — DPRD Kabupaten Magetan membeberkan sejumlah tuntutan utama yang disampaikan massa aksi saat audiensi, yang berfokus pada transparansi, akuntabilitas, serta komitmen lembaga legislatif dalam mendukung proses hukum dugaan korupsi Pokir. Wakil Ketua DPRD Magetan, Puthut Pujiono, menyebut massa menuntut agar seluruh proses pengelolaan Pokir dilakukan sesuai prosedur yang berlaku dan tidak diskriminatif. […]

    Bagikan
  • Lonjakan Penumpang Kereta Lebaran 2026 Masih Tinggi, Ini 5 Stasiun Tersibuk

    Lonjakan Penumpang Kereta Lebaran 2026 Masih Tinggi, Ini 5 Stasiun Tersibuk

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 347
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Arus penumpang kereta api pada momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah masih tinggi di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun. Sejumlah stasiun terpantau ramai dipadati masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun arus balik Lebaran 2026. Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengungkapkan bahwa […]

    Bagikan
  • 4 Hari Dibawa Kabur Kumbang, Tim Reaksi Cepat Distrik Buruway Berhasil Menjemput Melati

    4 Hari Dibawa Kabur Kumbang, Tim Reaksi Cepat Distrik Buruway Berhasil Menjemput Melati

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Kaimana – Tim reaksi cepat Distrik Buruway, Kaimana, Papua Barat, berhasil menjemput kembali anak perempuan dibawah umur yang dibawa kabur seorang lelaki. Korban ini sebut saja Melati (17) dibawa kabur oleh pacarnya si Kumbang (22) selama 4 hari. Kapolres Kaimana, AKBP Gadug Kurniawan membenarkan kejadian tersebut. Korban saat ini sudah diserahkan pada orang […]

    Bagikan
  • Pasien DBD di RS Muslimat Ponorogo Terus Bertambah

    Pasien DBD di RS Muslimat Ponorogo Terus Bertambah

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab Ponorogo | Rumah Sakit Muslimat Ponorogo mencatat lonjakan jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) sejak awal Januari 2025. Hingga saat ini, 14 pasien telah dirawat akibat penyakit dari gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut. Salah satu pasien, Muhammad Hilman, menceritakan pengalamannya dirawat di rumah sakit setelah mengalami demam tinggi selama beberapa hari. “Setelah […]

    Bagikan
  • Tragedi Berulang! Bekas Galian C di Madiun Telan Dua Nyawa Anak, Warga Tuding Pemerintah Desa Tulung Lalai

    Tragedi Berulang! Bekas Galian C di Madiun Telan Dua Nyawa Anak, Warga Tuding Pemerintah Desa Tulung Lalai

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 503
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Tragedi kembali terjadi di Desa Tulung, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Bekas tambang galian C yang tak kunjung direklamasi kembali memakan korban jiwa. Total sudah dua anak meninggal dunia akibat lokasi berbahaya yang dibiarkan terbuka tanpa penanganan serius. Warga pun geram. Mereka menilai pemerintah desa terkesan abai meski peringatan sudah berulang kali […]

    Bagikan
expand_less