Siap Suplai Ikan MBG, DKPP Kota Madiun Tebar 7.000 Lebih Benih Ikan di Embung Pilangbango
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 17
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun melaksanakan tebar benih ikan di Embung Pilangbango di Kelurahan Pilangbango Kecamatan Kartoharjo pada Kamis (12/02/2026). Tercatat sebanyak 3.000 benih ikan gurame dan 4.145 benih ikan patin yang ditebar di Embung Pilangbango. Ini menjadi bagian upaya DKPP Kota Madiun dalam menciptakan ketahanan pangan, khususnya bahan baku ikan.
Jemakir, Kepala DKPP Kota Madiun mengatakan bahwa penyebaran benih ini guna menunjang ketahanan pangan. Selain itu, hasilnya nanti juga untuk mendukung program Gemar Makan Ikan.
“Ini menjadi bagian dari program Gemar Makan Ikan. Dengan memanfaatkan peluang-peluang yang ada dan untuk mendukung ketahanan pangan,” ujarnya.
Lebih lanjut, DKPP melihat potensi Embung Pilangbango dapat dijadikan lokasi untuk budidaya ikan lebih besar. Untuk itu, DKPP nantinya akan menggandeng kelompok masyarakat (Pokmas) di sekitar Embung Pilangbango untuk pengelolaan budidaya ikan.
“Ya kita melihat peluang pasar dan potensi-potensi yang ada di Embung Pilangbango ini. Nanti bisa kita kelola dan atur kelembagaannya. Dan ditargetkan nanti bisa menunjang Program MBG (Makan Bergizi Gratis-red) khususnya untuk bahan baku dari ikan,” imbuh Jemakir.

Pembentukan Pokmas akan melibatkan berbagai unsur baik Kelurahan maupun Kecamatan. Pokmas yang terbentuk juga akan dilakukan pembinaan agar lebih memahami dan menggali potensi di Embung Pilangbango.
“Kita akan bina dan diharapkan selain untuk ketahanan pangan juga bisa menjadi potensi wisata. Ini upaya kami mendukung potensi lokal, khusunya yang ada di Kelurahan Pilangbango,” pungkas Jemakir.
Sementara itu, Supriyono, perwakilan warga Pilangbango mengapresiasi atas kegiatan penyebaran benih ikan tersebut. Warga pun berharap ada kebijakan dari pemerintah terkait pengembangan wisata dan pemanfaatan embung tersebut. Hal itu guna menunjang perekonomian warga di sekitar embung.
“Sejak 2018 itu belum ada panen ikan di Embung Pilangbango ini. Ini tentunya potensi sekali untuk dikembangkan. Pokmas juga siap dalam pengembangan wisata, apalagi mendukung ketahanan pangan,” tandasnya.
Embung Pilangbango dibangun di atas lahan seluas 2,2 hektare dengan luas embung sendiri seluas 1,1 hektare. Embung ini dinilai memiliki potensi wisata yang menjanjikan, namun tetap memerlukan kajian lebih lanjut.(Kris).
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Buyung


