Speedboat Terbalik di Telaga Sarangan, iPhone dan Uang Rp. 5 Juta Tenggelam
- account_circle Kusnanto
- calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
- visibility 36
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kab. Magetan – Tiga wisatawan asal Semarang yang tengah berlibur di Telaga Sarangan, Kamis (29/05/2025), nyaris berujung petaka. Speedboat yang mereka tumpangi mendadak terbalik di tengah telaga. Meski tak ada korban jiwa, insiden ini meninggalkan trauma dan kerugian yang tak sedikit.
Pasalnya, sebuah tas berisi barang-barang berharga jatuh dan tenggelam. Hingga kini belum berhasil ditemukan. Menurut kesaksian Sarmun, pedagang di sekitar lokasi, perahu yang dikemudikan Jeremi bersama 2 rekannya berjalan normal. Namun saat berbelok dan menabrak ombak, speedboat terbalik.
“Awalnya biasa aja, tapi pas belok, kayaknya menabrak ombak dan kemudinya diputar mendadak. Langsung terbalik,” ujar Sarmun.
Ketiga penumpang sempat panik, namun berhasil menyelamatkan diri dengan bantuan warga dan petugas. Sayangnya, sebuah tas milik tercebur ke telaga dan tenggelam tanpa jejak.
Tim penyelam dari BPBD Magetan turut diterjunkan. Tiga tabung oksigen digunakan dalam proses pencarian. Namun, kondisi telaga yang gelap, berlumpur, dan dingin menjadi tantangan besar.
“Sudah kami upayakan, tapi belum ketemu. Di dalam itu gelap sekali, hanya bisa meraba-raba,” ujar Heri, salah satu penyelam.
Kedalaman Telaga Sarangan mencapai 6 meter di beberapa titik. Karena keterbatasan jarak pandang dan faktor keamanan penyelam, pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan esok hari.
Jeremi, pemilik tas tersebut, mengaku kehilangan banyak barang berharga. Di antaranya dua ponsel, iPhone dan Xiaomi, powerbank, charger, earphone, kunci mobil, dan uang tunai sekitar Rp5 juta.
“Isinya barang-barang penting semua. Semoga bisa ketemu,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Meski bersyukur dirinya dan dua temannya selamat, Jeremi menyayangkan standar keselamatan yang minim, termasuk ketidaksiapan pengemudi speedboat yang dinilainya kurang profesional.
“Kami berharap ada evaluasi dari pengelola wisata. Jangan sampai kejadian ini terulang,” ujarnya.
Kejadian ini menambah catatan penting bagi pengelola wisata air di Telaga Sarangan. Minimnya prosedur keselamatan dan pengawasan terhadap operator speedboat patut mendapat perhatian serius. Pihak berwenang diharapkan segera mengambil langkah evaluatif, mulai dari pelatihan pengemudi, pemeriksaan rutin armada wisata air, hingga penyediaan perlengkapan keselamatan yang layak.
Kusnanto – Sinergia
- Penulis: Kusnanto


