Tes Narkoba Mendadak di KAI Madiun Saat Arus Balik Lebaran, Bagaimana Hasilnya?
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 30
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menggelar tes narkoba dan alkohol secara mendadak terhadap petugas dan jajaran manajemen di tengah padatnya pelayanan arus balik Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api tetap terjaga tanpa kompromi.
Pemeriksaan dilakukan secara acak saat para petugas tengah menjalankan tugas pelayanan intensif. Situasi ini dinilai sebagai cara paling efektif untuk mengukur kondisi nyata fisik dan mental petugas di tengah tekanan kerja tinggi selama masa angkutan Lebaran.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa keselamatan penumpang menjadi prioritas utama perusahaan. Ia menyatakan tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan narkoba maupun alkohol di lingkungan kerja KAI.
“Setiap petugas harus dalam kondisi prima dan bebas dari narkoba maupun alkohol. Ini komitmen kami untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api,” ujar Tohari.
Tidak hanya menyasar petugas lapangan seperti masinis dan frontliner, tes mendadak ini juga diikuti oleh jajaran manajemen. Seluruh elemen perusahaan diperiksa guna memastikan standar kesiapan yang sama dalam mendukung keselamatan perjalanan.

“Selain tes urine dan pemeriksaan kadar alkohol, tim medis juga melakukan pengecekan kesehatan menyeluruh, termasuk tekanan darah, denyut nadi, serta pemeriksaan laboratorium sederhana seperti gula darah, asam urat, dan kolesterol. Petugas juga diberikan edukasi terkait manajemen kelelahan (fatigue management) guna menjaga fokus selama masa kerja yang padat,” jelasnya.
Di sisi lain, data KAI Daop 7 Madiun menunjukkan bahwa hingga Jumat (27/3) pukul 15.00 WIB, jumlah keberangkatan penumpang mencapai 13.050 orang. Secara kumulatif sejak 11 Maret 2026, total keberangkatan tercatat 172.801 penumpang, sementara kedatangan mencapai 208.771 penumpang.
Meski volume penumpang mulai menurun pada arus balik, KAI memastikan kualitas pelayanan tetap maksimal hingga akhir masa angkutan Lebaran pada 1 April 2026.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh petugas, baik operasional maupun manajemen, dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkoba serta dalam kondisi fisik yang sehat. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez






