Tragis! Usai Mengaji, Dua Bocah di Ponorogo Tenggelam
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 43
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Peristiwa tragis menimpa dua bocah laki-laki di Desa Madusari, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (8/4/2026) sore. Keduanya meninggal dunia setelah tenggelam di kubangan air yang berada di lahan kosong tak jauh dari masjid tempat mereka mengaji.
Kedua korban diketahui berinisial MAJ (6), dan MA (6). Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, saat keduanya tengah beristirahat usai mengikuti kegiatan mengaji di masjid.
Diduga, saat waktu istirahat, kedua bocah tersebut bermain di sekitar kubangan air sambil mencari ikan. Namun nahas, keduanya terpeleset dan jatuh ke dalam kubangan yang memiliki diameter sekitar 4 meter dengan kedalaman kurang lebih 2 meter.
Salah satu rekan korban yang mengetahui kejadian tersebut langsung berlari meminta pertolongan kepada warga sekitar. Warga yang datang berusaha menolong, namun saat ditemukan, kedua korban sudah dalam kondisi tenggelam.
Upaya penyelamatan sempat dilakukan. Satu korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju RSUD dr. Harjono Ponorogo.
Ayah korban MAJ, Ari Wahyudi, mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi kejadian yang menimpa anaknya. Saat itu, ia sedang berada di rumah dan hanya mengetahui bahwa anaknya sedang mengaji di masjid yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggalnya.
“Sudah ditolong warga, tapi saya bingung harus bagaimana. Akhirnya langsung dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.
Kapolsek Siman, AKP Nanang Budianto, menjelaskan bahwa dari hasil visum sementara tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua korban. Namun, dari hasil pemeriksaan diketahui terdapat air yang keluar dari mulut dan hidung korban, yang menguatkan dugaan meninggal akibat tenggelam.
“Tidak ditemukan tanda kekerasan. Dari pemeriksaan, ada air keluar dari mulut dan hidung korban,” jelasnya.
Diduga kuat, kondisi tanah yang licin akibat hujan sebelumnya menjadi salah satu faktor penyebab korban terpeleset. Selain itu, kedua korban juga diketahui tidak bisa berenang.
Usai menjalani visum luar, jenazah kedua korban langsung dibawa pulang oleh keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.
Pihak kepolisian mengimbau kepada para orang tua untuk lebih waspada dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di luar rumah, guna menghindari kejadian serupa terulang kembali. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez






