Berita Terkini
Trending Tags

UMKM di Magetan Terhimpit Kenaikan Harga Minyak Goreng dan Plastik

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • visibility 124
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Potret penjual gorengan di Pasar Magetan, Foto : Kusnanto

Sinergia | Magetan – Kenaikan harga minyak goreng dan bahan plastik dalam dua pekan terakhir kian menekan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Lonjakan biaya produksi memaksa pelaku usaha melakukan berbagai penyesuaian, mulai dari menaikkan harga jual hingga menyiasati ukuran produk agar tetap bertahan di tengah kondisi pasar yang tidak stabil.

Di sejumlah pasar tradisional, harga minyak goreng bersubsidi MinyaKita kini telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Harga eceran berada di kisaran Rp20 ribu hingga Rp22 ribu per liter setelah sebelumnya mengalami kenaikan bertahap selama dua pekan terakhir.

Seorang pedagang sembako di Pasar Sayur Magetan mengungkapkan, kenaikan harga terjadi di tingkat distributor.

“Dari sebelumnya sekitar Rp195 ribu per karton isi 12, sekarang naik jadi Rp230 ribu. Kami akhirnya menjual eceran di kisaran Rp20 ribu sampai Rp21 ribu per liter,” jelasnya.

Kenaikan juga terjadi pada minyak goreng non-subsidi dan minyak curah, meski tidak setinggi MinyaKita. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan baku plastik di pasar global serta dinamika geopolitik internasional.

Dampak langsung dirasakan pelaku usaha kecil, terutama yang bergantung pada minyak goreng sebagai bahan utama. Parmiati, pedagang tahu goreng, memilih tidak menaikkan harga jual demi menjaga pelanggan tetap bertahan. Namun, ia harus menyiasatinya dengan mengurangi ukuran dagangan.

“Kalau harga dinaikkan, pembeli bisa berkurang. Jadi saya perkecil ukuran saja, tapi tetap terasa berat karena bahan lain seperti kedelai juga ikut naik,” ujarnya.

Hal serupa dialami produsen kerupuk beras. Mereka terpaksa menaikkan harga jual untuk menutup biaya produksi yang terus meningkat.

“Kalau harga tidak disesuaikan, kami bisa rugi. Sekarang saja untuk balik modal sudah terasa sulit,” kata Suparno.

Image Not Found
stok foto plastik dan Minyakita, Foto : iStock

Selain minyak goreng, kenaikan harga plastik turut memperparah tekanan biaya produksi. Harga plastik dilaporkan naik antara 30 hingga 50 persen, tergantung jenisnya, dengan lonjakan tertinggi pada plastik bening non-daur ulang.

Santi, pedagang plastik di Pasar Baru Magetan, mengatakan harga plastik kemasan mengalami kenaikan tajam dan sangat fluktuatif.

“Plastik untuk kemasan gula atau kopi yang dulu sekitar Rp34 ribu per kilogram, sekarang bisa mencapai Rp58 ribu. Bahkan harganya bisa berubah sewaktu-waktu,” ungkapnya.

Menurutnya, kenaikan ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Banyak pembeli kini mengurangi jumlah pembelian untuk menyesuaikan dengan kondisi ekonomi.

“Biasanya pelanggan beli satu kilogram, sekarang hanya setengahnya. Mereka juga jadi lebih selektif,” tambah Santi.

Para pelaku usaha berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga bahan pokok dan bahan pendukung produksi.

“Kami berharap ada solusi agar harga bisa kembali stabil, sehingga usaha kecil seperti kami bisa berjalan lebih tenang,” pungkasnya. (Nan)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Arrachmando

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ironi di Ponorogo! Tak Ada Jembatan, Siswa Sidoharjo Digendong Seberangi Sungai Demi Sekolah

    Ironi di Ponorogo! Tak Ada Jembatan, Siswa Sidoharjo Digendong Seberangi Sungai Demi Sekolah

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Miris. Warga Dusun Karang Sengon, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Ponorogo, terpaksa menyeberangi Sungai Bentul setiap hari demi menjalani aktivitas. Bahkan, anak-anak sekolah harus digendong orang dewasa agar bisa sampai ke sekolah dengan selamat. Sungai tersebut menjadi satu-satunya akses terdekat bagi warga. Saat debit air normal dan surut, warga masih bisa menyeberang […]

    Bagikan
  • Guntur Sasono Serahkan Combine Harvester untuk Petani Madiun, Dukung Swasembada Beras Nasional

    Guntur Sasono Serahkan Combine Harvester untuk Petani Madiun, Dukung Swasembada Beras Nasional

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Guntur Sasono, menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa Combine Harvester Bimo 102 kepada Kelompok Tani Margo Mulyo di Desa Tulung, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Selasa (17/6/2025). Penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari dukungan Guntur terhadap program Asta Cita Presiden […]

    Bagikan
  • Fasilitas Gedung DPRD Kota Madiun Dirusak Massa, Penutup Got hingga Tiang Bendera Dijarah

    Fasilitas Gedung DPRD Kota Madiun Dirusak Massa, Penutup Got hingga Tiang Bendera Dijarah

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Aksi demo di Kantor DPRD Kota Madiun pada Sabtu (30/08/2025) berujung anarkis yang menyebabkan sejumlah fasilitas rusak. Seperti kerusakan parah pada pintu kaca Gedung Paripurna akibat lemparan batu. Tidak hanya itu, fasilitas lainnya seperti taman, tiang bendera hingga kursi turut menjadi sasaran amukan massa. Personil pengamanan dari Polres Madiun Kota […]

    Bagikan
  • Tingkatkan Respons Kebakaran, Pemkot Madiun Siapkan Pos Damkar Baru

    Tingkatkan Respons Kebakaran, Pemkot Madiun Siapkan Pos Damkar Baru

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus berupaya meningkatkan pelayanan kebakaran demi mempercepat respons penanganan kejadian darurat di wilayah Kota Madiun. Salah satu langkah yang diambil adalah rencana pembangunan tiga pos pelayanan kebakaran, masing-masing satu pos di tiga kecamatan Kota Madiun. Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Madiun, Maidi, dalam kegiatan Sosialisasi […]

    Bagikan
  • Alokasi Pupuk Subsidi Tahun 2025 di Ponorogo Sebanyak 57 Ribu Ton.

    Alokasi Pupuk Subsidi Tahun 2025 di Ponorogo Sebanyak 57 Ribu Ton.

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Ponorogo – Pemerintah pusat menetapkan alokasi pupuk bersubsidi untuk petani di Ponorogo pada tahun 2025 ini mencapai 57 ribu ton. Dengan rincian 30,4 ribu ton Urea, 22,3 ribu ton NPK, dan 4,5 ribu ton pupuk organik. Penyalurannya akan dilakukan melalui 2.024 kelompok tani di wilayah ini. Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian […]

    Bagikan
  • Dana Habis, Lima Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Magetan Berhenti Operasi

    Dana Habis, Lima Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Magetan Berhenti Operasi

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang tutup tahun anggaran, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan mengalami hambatan serius. Lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa menghentikan kegiatan produksi dan distribusi karena dana operasional telah habis. Penghentian sementara ini bukan disebabkan kurangnya penerima manfaat, melainkan keterlambatan pencairan dana yang seluruhnya bersumber dari pemerintah pusat melalui […]

    Bagikan
expand_less