Berita Terkini
Trending Tags

Ironi di Ponorogo! Tak Ada Jembatan, Siswa Sidoharjo Digendong Seberangi Sungai Demi Sekolah

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
  • visibility 208
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warga Dusun Karang Sengon terpaksa menyeberangi Sungai Bentul setiap hari demi menjalani aktivitas. Foto : Ega – Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Miris. Warga Dusun Karang Sengon, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Ponorogo, terpaksa menyeberangi Sungai Bentul setiap hari demi menjalani aktivitas. Bahkan, anak-anak sekolah harus digendong orang dewasa agar bisa sampai ke sekolah dengan selamat.

Sungai tersebut menjadi satu-satunya akses terdekat bagi warga. Saat debit air normal dan surut, warga masih bisa menyeberang dengan berjalan kaki. Namun ketika banjir datang, aktivitas warga lumpuh total.

Soiman (40), warga setempat, mengatakan kondisi itu sudah berlangsung lama. Dahulu sempat ada jembatan bambu, namun tidak bertahan lama setelah diterjang banjir. “Dulu ada jembatan bambu, tapi putus sejak 2006. Cuma bertahan beberapa bulan. Habis itu kena banjir dan tidak ada lagi sampai sekarang,” ujarnya.

Menurut Soiman, warga tidak memiliki pilihan lain. Memang ada jalan alternatif, namun jaraknya cukup jauh. “Ada jalan lain, tapi harus jalan kaki kurang lebih tiga kilometer. Lewat sini paling dekat. Kalau banjir ya tidak bisa menyeberang,” katanya.

Ia menyebut, ada lima siswa dari dusun tersebut yang setiap hari harus melewati sungai untuk bersekolah, terdiri dari dua anak TK serta siswa SD dan SMA. “Kalau banjir, anak-anak tidak bisa sekolah. Pernah banjir sampai dua kali besar. Airnya tinggi,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Katijem (50), warga lainnya. Ia mengatakan akses sungai merupakan satu-satunya jalur bagi warga. “Tiap hari lewat sini, tidak ada jalan lain. Kalau banjir ya tidak masuk sekolah, tidak bisa nyeberang,” tuturnya.

Menurut Katijem, jika tidak ada orang dewasa yang membantu, anak-anak tidak bisa menyeberang. Bahkan orang dewasa pun tak berani jika air sudah tinggi. “Pernah banjir sepinggang, ya tidak berani. Biasanya sampai tiga hari tidak bisa nyeberang,” ungkapnya.

Image Not Found
Warga Dusun Karang Sengon terpaksa menyeberangi Sungai Bentul setiap hari demi menjalani aktivitas. Foto : Ega – Sinergia

Ia menambahkan, jembatan bambu yang dulu dibangun warga juga sudah dua kali rusak akibat banjir.

Sementara itu, Kepala Desa Sidoharjo, Sarmin, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut, di Dusun Karang Sengon terdapat sejumlah rumah yang memang menggantungkan akses pada jalur tersebut.

“Dulu memang ada jembatan bambu. Warga tiap hari lewat situ. Kalau banjir ya tidak bisa lewat,” katanya.

Namun, untuk pembangunan jembatan permanen, pihak desa mengaku masih terkendala anggaran. “Kalau mau membuatkan jembatan, anggaran desa belum cukup,” pungkasnya.

Warga berharap adanya perhatian dari pemerintah agar akses jembatan permanen dapat segera dibangun, sehingga aktivitas dan pendidikan anak-anak tidak lagi terhambat setiap kali banjir melanda.(ega).

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Kris

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karangrejo Jadi Lokasi Alternatif Sekolah Rakyat Magetan, Nilai Proyek Diperkirakan Senilai Rp. 200 Miliar

    Karangrejo Jadi Lokasi Alternatif Sekolah Rakyat Magetan, Nilai Proyek Diperkirakan Senilai Rp. 200 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Magetan mengalami pergeseran lokasi. Setelah proposal pembangunan di lahan bekas SDN Selosari 4 ditolak pemerintah pusat, Pemkab Magetan kini menyiapkan opsi baru di Kecamatan Karangrejo. Lahan seluas 8 hektare di wilayah ini kini diajukan sebagai kandidat lokasi baru proyek pendidikan skala nasional tersebut. Lokasinya tak […]

    Bagikan
  • Angin Kencang Terjang Sukorejo Dan Kauman, Tenda Pernikahan Dan Satu Rumah Rusak

    Angin Kencang Terjang Sukorejo Dan Kauman, Tenda Pernikahan Dan Satu Rumah Rusak

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Ponorogo, Rabu (1/10) sore. Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan di dua lokasi, yakni Kecamatan Sukorejo dan Kauman. Di Kecamatan Sukorejo, sebuah tenda pernikahan porak-poranda setelah diterjang angin. Sejumlah tamu undangan panik dan berhamburan menyelamatkan diri. Bahkan kedua pengantin terpaksa dievakuasi ke tempat aman karena khawatir […]

    Bagikan
  • Kisah Ully Haque Ussianti, Perempuan 36 Tahun yang Sukses Kembangkan Jamu Telang dan Buka Peluang Kerja

    Kisah Ully Haque Ussianti, Perempuan 36 Tahun yang Sukses Kembangkan Jamu Telang dan Buka Peluang Kerja

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Di kawasan Kelurahan Demangan, tepatnya di Jalan Suwolobumi Gang Saptaloka, semangat wirausaha tumbuh dari tangan seorang perempuan. Dialah Ully Haque Ussianti, pemilik usaha bernama Malika yang dikenal sebagai produsen olahan bunga telang dan berbagai jamu tradisional. Usaha ini bermula pada tahun 2020, saat pandemi COVID-19 melanda. Di tengah ketidakpastian, Ully […]

    Bagikan
  • BPBD Siagakan Tim dan Peralatan Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

    BPBD Siagakan Tim dan Peralatan Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, Jawa Timur, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi saat memasuki musim hujan. Sejumlah langkah antisipatif dilakukan mulai dari memperkuat relawan Desa Tangguh Bencana (Destana), menyiapkan jalur evakuasi, hingga memastikan sistem peringatan dini berfungsi optimal. Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD […]

    Bagikan
  • Miris! Pasutri Di Magetan Nekat Curi Motor Milik Ibu Kandung Sendiri

    Miris! Pasutri Di Magetan Nekat Curi Motor Milik Ibu Kandung Sendiri

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Magetan berhasil mengamankan sepasang suami istri dengan status pernikahan siri yang terlibat kasus pencurian sepeda motor milik keluarga sendiri. Mirisnya, korban merupakan ibu kandung dari pelaku laki-laki. Kedua pelaku yakni Irvan Rendy Saputra (23), warga Dusun Grojokan, Desa Duyung, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, dan istrinya Rizqi […]

    Bagikan
  • Paceklik Anggaran, PKB dan Partai Golkar Mendukung Penggabungan OPD Pemkab Madiun

    Paceklik Anggaran, PKB dan Partai Golkar Mendukung Penggabungan OPD Pemkab Madiun

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 517
    • 0Komentar

    Sinergia | Kabupaten Madiun – Wakil rakyat yang duduk di gedung DPRD Kabupaten Madiun bersikap mendukung penuh terkait opsi penggabungan sejumlah OPD. PKB dan Partai Golkar menilai opsi ini menjadi salah satu sikap cerdas disaat paceklik anggaran. “Pada dasarnya FPKB mendukung dalam rangka efesiensi anggaran Pemkab Madiun, dengan prinsip ramping struktur namun kaya fungsi,” tegas […]

    Bagikan
expand_less