Usai OTT oleh KPK, Rumah Kelahiran Bupati Sugiri Terpantau Sepi
- account_circle Ega Patria
- calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
- visibility 33
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Wartawan Sinergia Mediatama melakukan penelusuran ke rumah tempat kelahiran Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko di wilayah Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, Ponorogo. Dari pantauan di lokasi pada Sabtu (08/11/2025) siang, suasana rumah bercat abu-gelap dengan halaman luas itu tampak sepi. Tak terlihat aktivitas berarti.
Salah satu kerabat yang ditemui di sekitar rumah menyebut, keluarga memilih untuk tidak banyak berkomentar. “Mohon maaf, kami menghormati privasi keluarga. Kakak perempuan beliau sedang sakit,” ujarnya singkat.
Warga sekitar rumah kelahiran Bupati Sugiri mengaku kaget atas kabar penangkapan tersebut. Mereka berharap kasus ini segera mendapatkan kepastian hukum agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat. “Selama ini beliau dikenal ramah dan sering pulang kampung. Kami kaget saja dengar beritanya,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Penelusuran ini dilakukan menyusul kabar operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan Bupati Ponorogo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (07/11/2025) lalu.
Pasca OTT, Diskominfo Ponorogo Enggan Berkomentar terkait Langkah Pemkab Ponorogo

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Ponorogo, Satria Putra Negara, enggan memberikan tanggapan terkait pemberitaan yang beredar luas di masyarakat.
“Ndak berani, Mas. Ndak ada perintah. Kalau fungsi juru bicara sepertinya ada di Prokopim, di subbag kopim kalau tidak salah. Coba ke sana mawon. Nanti kalau ada petunjuk kami kabarkan,” tulis Satria melalui pesan singkat.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari Dinas Kominfo dan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemkab Ponorogo terkait kasus OTT maupun kondisi Pemerintahan kabupaten Ponorogo pasca ditinggal nahkodanya. (Ega/Krs)
- Penulis: Ega Patria


