Berita Terkini
Trending Tags

Viral Pembawa Keranda Lewati Sungai, Ini Solusi Kang Giri Untuk Lahan Pemakaman di Wates

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
  • visibility 25
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko saat meninjau Lokasi yang bakal di jadikan pemakaman umum di desa Wates ( foto : istimewa – Ega Patreia – Sinergia)

Sinergia | Ponorogo – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengambil langkah cepat dengan membelikan lahan pemakaman bagi warga Dukuh Bukul, Desa Wates, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Langkah ini dilakukan setelah video viral yang memperlihatkan warga membawa keranda jenazah melintasi sungai karena tak bisa melalui jalur biasa, meski secara infrastruktur tidak ada kerusakan.

Masalah bermula saat salah satu warga menolak jalur depan rumahnya dilintasi prosesi pemakaman. Padahal, jalur itu merupakan satu-satunya akses menuju jembatan swadaya warga yang mengarah ke TPU Guyangan di Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung.

Pantauan di lokasi, Kang Giri—sapaan akrab Sugiri Sancoko—langsung menyerahkan lahan tersebut kepada warga. Prosesi penyerahan dilanjutkan dengan doa bersama di lahan yang akan digunakan sebagai tempat pemakaman. Menariknya, pembelian lahan ini tidak menggunakan dana APBD. Kang Giri memilih menggunakan dana pribadi dan hasil urunan bersama orang-orang terdekatnya.

“Kalau pakai APBD butuh waktu lama. Akhirnya ya saweran saja,” ujar Kang Giri, Rabu (23/4/2025).

Lahan yang dibeli seluas 868 meter persegi, merupakan milik Lukas Kamsari, warga Dukuh Bukul. Proses pembelian dilakukan setelah musyawarah bersama camat, kepala desa, dan tokoh masyarakat setempat.

Sempat muncul ide pembangunan jembatan baru dari Desa Wates ke Desa Tugurejo, namun hal itu membutuhkan waktu dan perencanaan panjang. Alternatif cepatnya adalah membelikan lahan pemakaman baru agar warga Dukuh Bukul bisa memiliki makam sendiri.

“Urunan ini bukan sekadar respons atas viralnya video, tapi benar-benar menjawab kebutuhan warga yang memang butuh lahan makam,” tegas Kang Giri.

Lahan yang dibeli seluas lebih dari 800 meter persegi, dinilai cukup untuk kebutuhan pemakaman warga. Makam tersebut nantinya akan dinamai “Astana Bukul”.

Sebelumnya, beredar video berdurasi 58 detik yang memperlihatkan rombongan warga memikul keranda jenazah dan menyeberangi sungai. Terdengar suara dalam video yang berkata, “Yo dulur Wates, ky ngene lo susah e,” mengungkapkan betapa sulitnya kondisi tersebut.

Jenazah yang diantar dalam video tersebut adalah Mulyadi (38), warga Dukuh Bukul. Ia hendak dimakamkan di TPU Guyangan di Desa Tugurejo. Namun karena penolakan dari salah satu warga, rombongan pengantar jenazah terpaksa melewati sungai sebagai satu-satunya jalur alternatif.

Ega Patria – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • “September Hitam” Aliansi BEM Madiun, Refleksi Tragedi Kemanusiaan dan Tegakkan Demokrasi

    “September Hitam” Aliansi BEM Madiun, Refleksi Tragedi Kemanusiaan dan Tegakkan Demokrasi

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Aliansi BEM Madiun menggelar Aksi Simbolik September Hitam sebagai bentuk gerakan kesadaran terhadap pentingnya menegakkan nilai-nilai demokrasi, hukum, dan hak asasi manusia (HAM) pada Kamis (26/09/2025). Aksi ini menjadi refleksi kolektif mahasiswa atas berbagai tragedi kemanusiaan yang terjadi di Indonesia, sekaligus momentum untuk menegaskan komitmen terhadap keadilan sosial. Momen ini […]

    Bagikan
  • Bakal Ada Mutasi Besar-besaran di Lingkup Pemkot Madiun, Ini Kata Walikota Maidi

    Bakal Ada Mutasi Besar-besaran di Lingkup Pemkot Madiun, Ini Kata Walikota Maidi

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sejumlah kursi Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun masih diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt). Bahkan, sejumlah pejabat eselon II dalam waktu dekat telah menyelesaikan masa pengabdiannya alias pensiun. Menyikapi hal itu, Wali Kota Madiun, Maidi tidak menampik jika akan mutasi atau perombakan besar-besaran November dan […]

    Bagikan
  • Satpol PP Hentikan Proyek Tower Telekomunikasi bodong di Desa Sogo

    Satpol PP Hentikan Proyek Tower Telekomunikasi bodong di Desa Sogo

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sejumlah anggota  Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP) Kabupaten Madiun bersama Trantib Kecamatan Balerejo dan Kepala Desa Sogo melakukan penertiban terhadap pembangunan tower Base Transceiver Station (BTS) milik PT. Mitra Teel yang berdiri di wilayah Desa Sogo, Kecamatan Balerejo. Setibanya di lokasi petugas menemukan terdapat sejumlah pekerja proyek tower […]

    Bagikan
  • Telur Kotor dalam Paket Program MBG Lembeyan Viral, DPRD Magetan Desak Evaluasi Total

    Telur Kotor dalam Paket Program MBG Lembeyan Viral, DPRD Magetan Desak Evaluasi Total

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, kembali memantik perhatian publik. Sebuah foto telur rebus yang masih tampak bernoda kotoran ayam pada cangkangnya beredar luas di media sosial dan memicu gelombang kritik warganet. Unggahan itu pertama kali disebarkan akun Facebook Tri Winarsih melalui grup Info Seputar Lembeyan. Dalam […]

    Bagikan
  • Namanya Terseret Polemik PAW Anggota DPRD Magetan, Ini Respon Bupati Nanik

    Namanya Terseret Polemik PAW Anggota DPRD Magetan, Ini Respon Bupati Nanik

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Polemik Pergantian Antar Waktu (PAW) Nur Wakhid anggota DPRD Kabupaten Magetan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus mencuri perhatian publik. Isu yang semula menjadi dinamika internal partai kini berkembang ke ranah politik terbuka dan masuk jalur hukum. Situasi semakin kompleks setelah nama Bupati Magetan, Nanik Sumantri, ikut terseret dalam perdebatan tersebut. […]

    Bagikan
  • Kerajinan Rebana Ngrukem Tembus Mancanegara

    Kerajinan Rebana Ngrukem Tembus Mancanegara

    • calendar_month Kamis, 3 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sentra kerajinan rebana di Dukuh Jalen, Desa Ngrukem, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, telah dikenal luas, bahkan hingga ke mancanegara. Berkat kualitas yang unggul, rebana dari desa ini banyak diminati oleh pasar luar negeri seperti Hongkong, Taiwan, hingga Korea Selatan. Kerajinan ini telah ada sejak tahun 1980 dan kini diteruskan […]

    Bagikan
expand_less