
Sinergia | Ngawi – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah puluhan siswa di Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengalami gejala sakit usai mengikuti kegiatan belajar, Rabu (01/10/2025). Para siswa terpaksa dilarikan ke sejumlah Puskesmas karena merasakan mual, pusing, hingga sesak napas.
Situasi di SMKN 1 Sine mendadak panik ketika siswa satu per satu tumbang. Sejumlah orang tua bergegas mendatangi sekolah setelah mendapat kabar kondisi anak mereka memburuk. Melani, salah satu siswa yang terdampak, mengaku baru merasakan keluhan saat jam pelajaran berlangsung. Ia menambahkan, menu yang dibagikan berupa ayam lada hitam, sayur brokoli, tempe goreng, dan buah anggur.
“Ada mual, muntah, sama pusing. Itu dirasakan setelah makan menu MBG yang dibagikan kemarin. Kalau hari ini belum sempat menerima,” ungkapnya.
Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, menyebut jumlah siswa yang jatuh sakit terus bertambah. Dari laporan awal, puluhan siswa SMKN 1 Sine yang harus dirawat, belum termasuk dari sekolah lain.
“Informasi yang kami terima, di SMKN 1 Sine ada sekitar 35 anak yang dirujuk ke Puskesmas. Namun ternyata tidak hanya di sekolah itu saja, beberapa sekolah lain di Kecamatan Sine juga melaporkan hal serupa,” jelasnya.
Pria yang akrab disapa Antok ini memastikan pemerintah daerah bersama dinas terkait segera melakukan langkah penanganan. Pemeriksaan medis dan uji laboratorium dilakukan untuk memastikan penyebab gejala massal tersebut.
Kasus dugaan keracunan akibat konsumsi menu MBG ini menambah daftar panjang kasus pelaksanaan program dari Presiden Prabowo tersebut. Bahkan, sejumlah sekolah sempat menolak distribusi MBG karena mengkhawatirkan kualitas makanan serta ketepatan waktu penyajiannya.
Kusnanto – Sinergia