Warga Ngrayun Seberangi Sungai Naik Gondola, Pemkab Usulkan Pembangunan Jembatan Permanen
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 11
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Aksi warga Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo yang menyeberangi sungai menggunakan gondola sempat viral di media sosial. Aktivitas tersebut dilakukan setiap hari, termasuk oleh anak-anak sekolah, meski dinilai berisiko dan membahayakan keselamatan.
Kondisi ini terjadi setelah jembatan penghubung menuju wilayah Kabupaten Trenggalek putus. Warga terpaksa menggunakan gondola sebagai akses tercepat untuk beraktivitas, bekerja, maupun bersekolah.
Keberadaan gondola tersebut menarik perhatian Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita. Ia bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) serta sejumlah pihak terkait turun langsung meninjau lokasi guna mencari solusi permanen.
“Kemarin kami bersama Kementerian PU langsung meninjau lokasi untuk mencari solusi pembangunan jembatan permanen,” ujar Lisdyarita.
Menurutnya, hasil pembahasan sementara menghasilkan dua alternatif desain jembatan yang diusulkan. Saat ini, rencana pembangunan masih menunggu hasil kajian Detail Engineering Design (DED).
Lisdyarita menjelaskan, pembangunan jembatan kemungkinan akan dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan mempertimbangkan dua opsi konstruksi yang tengah dikaji.
“Pembangunan jembatan dengan bentang sekitar 70 meter membutuhkan konstruksi besar dan anggaran cukup tinggi, diperkirakan mencapai Rp17 miliar. Saat ini kami masih menunggu hasil kajian lebih lanjut,” jelasnya.
Ia menambahkan, koordinasi juga dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten Trenggalek karena jembatan tersebut akan menghubungkan dua wilayah administratif. Pemerintah berharap jembatan yang dibangun nantinya dapat dilalui kendaraan roda empat sehingga mobilitas masyarakat kembali normal.
“Semoga segera direalisasikan oleh kementerian, sehingga akses masyarakat kembali normal, termasuk bisa dilalui kendaraan roda empat,” pungkasnya.
Diketahui, akses menuju Kabupaten Trenggalek merupakan jalur terdekat bagi warga Desa Gedangan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk akses pendidikan. Selama jembatan belum dibangun kembali, gondola masih menjadi satu-satunya sarana penyeberangan warga.(ega).
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Kris/Byg


