
Sinergia | Ngawi – Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi bergerak cepat menyikapi dugaan keracunan makanan yang dialami puluhan siswa di Kecamatan Mantingan pada Kamis (04/12/2025). Para siswa itu dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah mengalami gejala mual, muntah, pusing, hingga demam. Diketahui, sehari sebelumnya mereka menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Puskesmas Mantingan, Muhammad Al Riza, mengatakan jumlah siswa yang datang terus bertambah. Pasien kebanyakan mengeluhkan kondisi tubuh yang menurun dan lemas. “Menjelang siang, sudah sekitar 30 siswa yang kami tangani. Karena ruang perawatan penuh, beberapa terpaksa kami tempatkan di ruang tambahan. Mereka umumnya menunjukkan gejala yang sama seperti mual, muntah, dan demam,” jelasnya.
Data dari Dinas Kesehatan Ngawi menunjukkan total 72 siswa terdampak. Dari jumlah tersebut, 8 orang dirawat inap, 25 menjalani rawat jalan, dan 39 siswa lainnya dalam masa observasi.
Menurut Riza, gejala mulai dirasakan siswa sejak Rabu malam. Mayoritas mengalami keluhan yang serupa, namun pihaknya belum bisa memastikan sumber masalahnya.
“Memang ada dugaan terkait konsumsi menu MBG, tetapi kami tetap menunggu kepastian dari hasil pemeriksaan laboratorium,” imbuhnya.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Ngawi bergerak cepat dengan mengambil sampel makanan program MBG sisa hari Rabu, yang terdiri dari nasi, telur, tahu balado, dan pisang. Sampel muntahan para siswa juga dikumpulkan untuk analisis lebih lanjut.
Kepala Bidang SDMKF Dinkes Ngawi, Dhina Handayani, menegaskan bahwa seluruh sampel telah dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya.
“Kami ingin memastikan apakah ada kandungan pada makanan yang berpotensi menyebabkan keracunan. Saat ini kami masih menunggu hasil uji laboratorium,” tuturnya.
Hingga kini, Dinkes Ngawi masih menangani kasus tersebut dan akan memberikan pembaruan begitu hasil pemeriksaan laboratorium diterima. (Nan/Krs)