Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Harga Rajangan Tembakau Merosot, Luas Tanaman Juga Turut Menyusut

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
  • visibility 223
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Suprawito, petani tembakau di Desa Ngale, memeriksa kualitas tembakau, Foto : Tova -Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun – Cuaca tidak menentu pada musim kemarau basah 2025 berdampak langsung pada kualitas tembakau di Kabupaten Madiun. Kondisi ini membuat harga jual tembakau rajangan milik petani di Desa Ngale, Kecamatan Pilangkenceng, turun dari kisaran Rp. 48 ribu menjadi sekitar Rp. 45 ribu per kilogram.

Suprawito, salah satu petani setempat, menyebut tembakau jenis srumpung yang ditanam di Ngale memiliki kelas A, B, hingga C.

“Untuk daun terbaik saat ini hanya bisa laku sekitar Rp. 47 ribu per kilo. Turunnya harga karena kualitas daun berkurang akibat hujan yang tidak menentu,” katanya, Jumat (12/09/2025).

Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperta) Kabupaten Madiun mencatat, musim kemarau basah tahun ini juga mengurangi luas lahan tembakau di Pilangkenceng. Dari sebelumnya 140 hektare, kini menyusut menjadi 122 hektare karena sebagian petani memilih beralih menanam jagung untuk menghindari risiko gagal panen.

Menurut Kepala Bidang Perkebunan Disperta Madiun, Imron Rosidi, daya resap air di wilayah dataran rendah seperti Pilangkenceng dan Balerejo relatif buruk sehingga tanaman tembakau rentan rusak.

“Berbeda dengan di lereng Gunung Wilis, seperti Kare dan sekitarnya, yang justru mengalami peningkatan lahan dari 125 hektare menjadi 195 hektare karena kondisi tanah lebih cepat menyerap air,” ujarnya.

Kabupaten Madiun memiliki dua jenis tembakau andalan: Srumpung Rajangan di wilayah dataran rendah serta Kasturi yang ditanam di kawasan pegunungan mulai Kare, Dagangan, hingga Saradan. Dua varietas ini selama bertahun-tahun menjadi komoditas unggulan petani tembakau lokal, meski fluktuasi cuaca kerap memengaruhi kualitas dan harga di tingkat pasar.

Tova Pradana – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maknyus, Pempek “Wong Kitoe” Asli Palembang Hadir di Bumi Reog

    Maknyus, Pempek “Wong Kitoe” Asli Palembang Hadir di Bumi Reog

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Pecinta kuliner khas nusantara kini tak perlu jauh-jauh melancong ke Sumatera Selatan untuk mencicipi pempek asli Palembang. Di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, tepatnya di Jalan Brigjen Katamso Gang 1, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan, terdapat sebuah usaha rumahan yang menawarkan pempek otentik dengan cita rasa khas Wong Kito. Usaha ini digagas […]

    Bagikan
  • Dinsos Magetan Dorong Penerima Bansos Masuk KDMP, Targetkan Graduasi dari Bantuan Sosial

    Dinsos Magetan Dorong Penerima Bansos Masuk KDMP, Targetkan Graduasi dari Bantuan Sosial

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 332
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dinas Sosial Kabupaten Magetan menyatakan dukungan penuh terhadap program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang kini tengah dikembangkan di seluruh desa dan kelurahan. Program ini disebut sebagai salah satu strategi nasional yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, termasuk para penerima bantuan sosial (Bansos). Kepala Dinas Sosial Magetan, Parminto Budi Utomo, menegaskan bahwa […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Gandeng Kejaksaan dan Kepolisian Kawal Transparansi Dana Rp. 10 Juta per RT

    Pemkot Madiun Gandeng Kejaksaan dan Kepolisian Kawal Transparansi Dana Rp. 10 Juta per RT

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Polres Madiun Kota untuk memberikan penguatan dan pengawasan dalam pelaksanaan program pengelolaan sampah lingkungan yang didukung anggaran Rp10 juta untuk setiap rukun tetangga (RT). Hal itu ditegaskan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun Bagus Panuntun dalam Sosialisi Penguatan Peran Pokmas […]

    Bagikan
  • 4 Orang Meninggal Dunia, Dinkes Magetan Ingatkan Masyarakat Bahaya DBD

    4 Orang Meninggal Dunia, Dinkes Magetan Ingatkan Masyarakat Bahaya DBD

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2024
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 138
    • 0Komentar

    KAB. MAGETAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan mewanti-wanti masyarakat terkait bahaya nyamuk demam berdarah dengue (DBD). Tidak hanya itu, Dinkes juga menyesalkan perilaku masyarakat yang terlambat membawa anggota keluarga ke rumah sakit, ketika kondisi sudah mengalami DBD fase kritis. Tercatat hingga akhir November 2024 telah ditemukan sebanyak 574 kasus DBD. Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian […]

    Bagikan
  • Pemilik Landak Jawa Divonis Percobaan, Jaksa Ajukan Banding

    Pemilik Landak Jawa Divonis Percobaan, Jaksa Ajukan Banding

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun menjatuhkan vonis pidana percobaan terhadap Darwanto, terdakwa kasus kepemilikan satwa dilindungi berupa landak jawa. Putusan tersebut dibacakan dalam sidang perkara pidana khusus lingkungan hidup nomor 31/Pidsus-LH/2025/PN Kab Madiun, Kamis (22/1/2026). Majelis hakim menyatakan Darwanto terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut Umum […]

    Bagikan
  • Tari Gambyong dan Tradisi Bersih Desa: Simbol Kehalusan Budaya Jawa di Bulan Suro

    Tari Gambyong dan Tradisi Bersih Desa: Simbol Kehalusan Budaya Jawa di Bulan Suro

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 485
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Tari Gambyong atau Gambyongan adalah salah satu tarian tradisional Jawa yang dikenal karena gerakannya yang lembut dan anggun. Tidak hanya menjadi bagian dari kesenian istana, tarian ini juga lekat dengan tradisi masyarakat desa, terutama dalam upacara adat seperti bersih desa—sebuah tradisi sakral yang digelar setiap bulan Suro dalam penanggalan Jawa. […]

    Bagikan
expand_less