Berita Terkini
Trending Tags

Unik dan Ramah Lingkungan, Hampers Goni Charu Dhatri Madiun Banjir Pesanan

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
  • visibility 241
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Hampers goni ramah lingkungan laris saat Ramadan, Foto : Kriswanto

Sinergia | Kota Madiun – Ramadan dan menjelang lebaran membawa berkah bagi pelaku UMKM kerajinan di Kota Madiun. Salah satunya dirasakan Fatmalia Yulinda (42), pemilik Charu Dhatri Kerajinan Karung Goni yang beralamat di Jalan Semangka 36, Kelurahan Taman.

Memasuki bulan puasa, permintaan hampers berbahan dasar goni miliknya meningkat signifikan. Bahkan, kenaikan omzet bisa mencapai 30 hingga 50 persen menjelang Lebaran.

“Kalau sudah masuk puasa, alhamdulillah omzet meningkat. Biasanya permintaan hampers sudah mulai masuk satu minggu sebelum puasa,” ujar Fatmalia Kamis (05/03/2026).

Menurutnya, mayoritas pesanan datang dari instansi pemerintahan dan perbankan. Mereka umumnya memesan kemasan atau packaging saja untuk kemudian diisi sendiri sesuai kebutuhan.

“Biasanya instansi pesan packaging-nya saja. Kita buatkan yang tidak sekali pakai, jadi bisa multifungsi. Nanti isinya mereka siapkan sendiri. Tapi ada juga yang sekalian minta kita sediakan isinya, khususnya produk kerajinan,” jelasnya.

Ciri khas produk Charu Dhatri terletak pada penggunaan bahan dasar goni yang ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali. Meski begitu, desainnya tetap bisa tampil elegan karena pelanggan dapat memesan model custom.

“Dasarnya memang goni. Tapi bisa ditambahkan logo instansi, atau dikombinasikan dengan wastra seperti tenun dan batik. Jadi tergantung permintaan customer,” tambahnya.

Selain instansi pemerintah dan bank, beberapa pemegang merek fashion juga mempercayakan kebutuhan hampers mereka di tempat ini.

Untuk harga, Fatmalia mematok kisaran Rp30 ribu hingga Rp100 ribu per item, tergantung bahan, model, serta ukuran. Ia pun telah menyiapkan sampel desain untuk pelanggan tetap setiap musim hari raya.

“Biasanya model mengikuti sampel yang sudah ada, tapi ukurannya disesuaikan dengan isi yang ditentukan customer,” katanya.

Meski menerima pesanan dari luar kota, tahun ini permintaan lebih banyak datang dari pasar lokal Kota Madiun dan sekitarnya. Dengan konsep reusable dan sentuhan etnik yang khas, hampers goni produksi Charu Dhatri menjadi pilihan alternatif bagi instansi maupun brand yang ingin tampil beda sekaligus mendukung produk ramah lingkungan saat momen Ramadan dan Lebaran. (krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Pelantikan, Wali Kota Madiun Terpilih Gagas Ucapan Selamat Bentuk Bibit Pohon Berbuah

    Jelang Pelantikan, Wali Kota Madiun Terpilih Gagas Ucapan Selamat Bentuk Bibit Pohon Berbuah

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Maidi dan F. Bagus Panuntun dalam waktu dekat akan segera dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Madiun. Biasanya, masyarakat akan berbondong-bondong mengirimkan ucapan selamat, salah satunya lewat karangan bunga. Melihat hal itu, Maidi, Walikota Madiun terpilih memiliki pandangan lain. “Ucapan selamat dari masyarakat itu tentunya sangat berkesan. Jika selama ini […]

    Bagikan
  • TKD 2026 Ponorogo Terpangkas Rp243 Miliar, Sekda : Gaji dan Kewajiban Daerah Tetap Aman

    TKD 2026 Ponorogo Terpangkas Rp243 Miliar, Sekda : Gaji dan Kewajiban Daerah Tetap Aman

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pemerintah Kabupaten Ponorogo harus menyesuaikan langkah fiskal setelah alokasi Tambahan Keuangan Daerah (TKD) tahun anggaran 2026 mengalami pemangkasan signifikan. Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Pramono, menyebut total pemotongan mencapai Rp. 243 miliar, dengan porsi terbesar berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp. 131 miliar. “Kita sedikit prihatin dengan kebijakan pemerintah […]

    Bagikan
  • Kian Terkeruk, Pemkab Magetan Ancam Pidanakan Penambang Ilegal

    Kian Terkeruk, Pemkab Magetan Ancam Pidanakan Penambang Ilegal

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Alam indah Magetan kian tergerus. Tebing tinggi rawan longsor, jalanan desa hancur, dan pengusaha tambang terus menggali tanpa peduli. Pemerintah Kabupaten Magetan akhirnya bersuara lantang dengan ancaman pidana siap menjerat penambang ilegal yang merusak lingkungan dan melecehkan hukum. Ancaman ini disampaikan langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Magetan, Nizamul, usai melakukan inspeksi […]

    Bagikan
  • DPRD Magetan Tegaskan Seleksi Sekda Harus Bebas dari Jual-Beli Jabatan

    DPRD Magetan Tegaskan Seleksi Sekda Harus Bebas dari Jual-Beli Jabatan

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ketua DPRD Magetan, Suratno, menepis isu adanya kepentingan politik dan praktik “balas budi” dalam seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) definitif. Ia memastikan pengisian jabatan strategis ini wajib berjalan bersih, transparan, dan jauh dari jual-beli jabatan. “Bupati sudah menyampaikan dalam video yang viral itu. Pemkab punya tim pansel, Kepala BKD juga memiliki catatan […]

    Bagikan
  • KPK Resmi Tetapkan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Tersangka

    KPK Resmi Tetapkan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Tersangka

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta — Usai menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Sabtu (8/11/2025), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko sebagai tersangka dalam kasus dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Selain Sugiri, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya, yakni Sekretaris Daerah Agus Pramono, Direktur RSUD […]

    Bagikan
  • Nenek 64 Tahun di Ngawi Hilang Saat ke Sawah, Diduga Hanyut di Sungai

    Nenek 64 Tahun di Ngawi Hilang Saat ke Sawah, Diduga Hanyut di Sungai

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Seorang nenek warga Desa Sawo, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dilaporkan hilang sejak Sabtu siang (17/05/2025). Korban yang diketahui bernama Parni (64), diduga hanyut terbawa arus sungai anak Bengawan Madiun saat hendak menuju sawahnya di seberang sungai. Menurut keterangan keluarga, korban pergi ke sawah di wilayah Dusun Gayam, Desa […]

    Bagikan
expand_less