
Sinergia | Ponorogo – Ekstrakurikuler Jurnalistik SMAN 1 Pulung (Smazapul) mengadakan pendidikan dan latihan (diklat) jurnalistik pada 24 dan 28 September 2025. Kegiatan dua hari ini bertujuan membekali siswa dengan keterampilan dasar jurnalistik sekaligus praktik langsung di lapangan.
Pada hari pertama, kegiatan dipusatkan di sekolah dengan menghadirkan narasumber Eka Wulan, jurnalis Radio Republik Indonesia (RRI) Madiun wilayah liputan Ponorogo. Dalam sesi ini, Ewul, sapaan akrabnya, memberikan materi dasar-dasar jurnalistik, mulai dari prinsip 5W+1H, kode etik, hingga teknik wawancara.
“Saya mengapresiasi semangat siswa-siswi jurnalistik Smazapul. Mereka antusias dan punya rencana membuat e-magazine sebagai wadah karya. Ini langkah positif untuk mengembangkan kreativitas,” kata Ewul.
Guru pembimbing jurnalistik Smazapul, Putriani, menjelaskan kegiatan ini diikuti 31 siswa, meski lima di antaranya berhalangan hadir karena sakit dan kegiatan lain yang bersamaan. Ia menyebut diklat ini terbagi dalam dua tahap, yaitu diklat dalam di sekolah dan diklat luar di Telaga Ngebel.
“Manfaatnya, siswa bisa mengembangkan minat dan bakat di bidang jurnalistik. Dulu sekolah punya majalah cetak Kreasi, sekarang kami coba hidupkan kembali dalam bentuk digital,” ujar Putriani.
Sementara itu, pembimbing Kreasi sekaligus wartawan sinergiamediatama.com, Ega Patria Aji, menilai diklat ini mampu meningkatkan minat literasi generasi muda serta memberi kesempatan untuk belajar langsung dari praktisi.
“Pada diklat luar di Telaga Ngebel, siswa berlatih mewawancarai pengunjung sekaligus mengangkat potensi wisata setempat. Dari sini mereka bisa belajar berani, percaya diri, sekaligus peka terhadap isu di sekitar,” terang Ega.
Melalui rangkaian diklat ini, siswa jurnalistik Smazapul diharapkan tidak hanya terampil menulis berita, tetapi juga siap melahirkan kembali Kreasi dalam format e-magazine. Kehadiran Kreasi digital tersebut menjadi tonggak baru karya jurnalistik siswa Smazapul di era modern.
Ega Patria – Sinergia