
Sinergia | Ponorogo – Di tengah maraknya anak-anak yang lebih akrab dengan gawai (red: perangkat elektronik seperti ponsel pintar, tablet, atau komputer), ratusan siswa sekolah dasar di Ponorogo justru punya cara berbeda untuk bersenang-senang. Mereka diajak bernostalgia lewat permainan tradisional yang dulu sempat akrab di masa kecil banyak orang.
Kegiatan bertajuk Loka Permainan Tradisional ini digelar Dinas Pendidikan bersama Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (Portina) Kabupaten Ponorogo, Rabu (08/10/2025) pagi di Alun-Alun Ponorogo. Pesertanya merupakan anak-anak sekolah dasar dari rayon 1 Kecamatan Kota Ponorogo.
Dua jenis permainan tradisional dilombakan, yakni balap bakiak dan gobak sodor. Meski sederhana, kedua permainan itu sarat makna tentang kekompakan, kecepatan, dan strategi.
Sorak-sorai penonton dan teriakan semangat teman-teman sekolah menambah riuh suasana. Tawa lepas terdengar di setiap langkah kaki kecil yang berusaha seirama, meski sering terjatuh dan kembali berlari menuju garis finis.
Sementara di arena gobak sodor, peserta harus lincah menghindari sentuhan lawan agar tidak tersingkir. Lebih dari sekadar lomba, kegiatan ini menjadi ajang latihan kerjasama, keberanian, dan ketangkasan.
Ketua Portina Kabupaten Ponorogo, Wildan Ahsani, mengatakan kegiatan ini digelar untuk menghidupkan kembali minat anak terhadap permainan tradisional.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal permainan dari layar gawai. Lewat kegiatan seperti ini, mereka bisa belajar kekompakan, sportivitas, dan semangat kebersamaan,” ujar Wildan kepada wartawan di sela kegiatan.
Para pemenang lomba mendapat hadiah uang pembinaan dari panitia sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan partisipasi mereka.
Salah satu peserta, Mardeta Areva, mengaku senang bisa ikut lomba ini karena bisa bermain langsung dengan teman-temannya.
“Seru banget, soalnya bisa lari-larian sama teman-teman. Biasanya di rumah cuma main HP, tapi ini lebih menyenangkan,” ungkap siswi kelas 5 SD itu sambil tersenyum.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah dan pegiat lokal berharap tradisi bermain anak Indonesia tidak hilang ditelan zaman. Sebab di balik permainan sederhana, tersimpan tawa, persahabatan, dan nilai karakter yang tak tergantikan oleh gawai.
Ega Patria – Sinergia