Kamis, 22 Okt 2026
Trending Tags

Optimalisasi Lahan Terbatas, DKPP Kota Madiun Dorong Pertanian Terpadu

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
  • visibility 174
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kepala DKPP Kota Madiun, Totok Sugiarto berinovasi dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah meski dengan keterbatasan lahan, Foto : Surya – Sinergia

Sinergia | Kota Madiun — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun terus berinovasi dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah meski dengan keterbatasan lahan. Melalui konsep integrated farming atau pertanian terpadu, DKPP berupaya memaksimalkan pemanfaatan lahan yang ada agar tetap produktif.

Kepala DKPP Kota Madiun, Totok Sugiarto, menjelaskan bahwa wilayah Kota Madiun tergolong kecil dengan lahan pertanian yang terbatas. Karena itu, pemanfaatan lahan secara optimal menjadi solusi utama.

“Pak Wali menginstruksikan agar setiap tanah kosong ditanami. Dinas juga harus memiliki tanaman sendiri, minimal satu orang menanam dua tanaman. Dengan begitu, kita sudah punya cadangan stok pangan di wilayah Pemkot Madiun,” jelas Totok, Selasa (21/10/2025).

Jenis tanaman yang dikembangkan meliputi sayuran, buah-buahan, dan berbagai tanaman produktif lainnya. Selain itu, DKPP juga mengembangkan budidaya maggot sebagai bagian dari sistem pertanian terpadu.

“Salah satu sumber sampah terbesar, sekitar 59 persen, adalah limbah makanan. Melalui budidaya maggot, limbah ini bisa diolah kembali. Maggot bisa jadi pakan tambahan untuk ikan lele dan ayam, sementara kotorannya dimanfaatkan sebagai pupuk,” terang Totok.

Dengan konsep tersebut, seluruh proses pertanian bisa berjalan secara berkelanjutan tanpa menghasilkan limbah yang terbuang. Bahkan, kegiatan ini tidak memerlukan lahan luas — cukup 1×2 meter sudah bisa digunakan untuk memelihara sekitar 10 ekor maggot.

Lebih lanjut, Totok menyebutkan bahwa saat ini sudah ada sekitar 56 kelompok P2B (Pekarangan Pangan Berkelanjutan) yang sebelumnya dikenal sebagai P2L. DKPP berencana mengoptimalkan kembali peran kelompok tersebut agar lebih aktif dalam memproduksi bahan pangan mandiri.

“Kami bantu benih dan pupuknya. Beberapa masyarakat sudah memulai di Manisrejo, Mojorejo, dan Manguharjo. Harapannya, kegiatan ini bisa terus berkembang, masyarakat mandiri, dan bahkan bisa menambah penghasilan,” ujarnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Madiun dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan, terutama menghadapi dinamika ekonomi dan kebutuhan menjelang hari besar keagamaan.

Surya – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Warga Berebut Hasil Bumi di Tradisi Buceng Porak Grebeg Tutup Suro Ponorogo

    Ribuan Warga Berebut Hasil Bumi di Tradisi Buceng Porak Grebeg Tutup Suro Ponorogo

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Ribuan warga memadati kawasan Monumen Bantarangin, Desa Sumoroto, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Selasa (14/7/2026), untuk mengikuti tradisi Buceng Porak dalam rangkaian Grebeg Tutup Suro. Sejak siang hari, masyarakat telah memenuhi lokasi untuk menyaksikan kirab lima tumpeng raksasa yang berisi berbagai hasil bumi, seperti terong, timun, kacang panjang, cabai, dan aneka sayuran. […]

    Bagikan
  • Si Jago Merah Lahap Toko Oli di Madiun, Kerugian Tembus Rp100 Juta

    Si Jago Merah Lahap Toko Oli di Madiun, Kerugian Tembus Rp100 Juta

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 328
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Kobaran api tiba-tiba mengamuk dan melahap sebuah toko oli di Desa Banaran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Rabu (6/5/2026) siang. Dalam waktu singkat, bangunan beserta seluruh isinya hangus tak tersisa. Peristiwa kebakaran itu pertama kali diketahui pemilik toko sekitar pukul 13.05 WIB. Api yang sudah membesar sempat coba dipadamkan secara mandiri, namun […]

    Bagikan
  • LKPJ APBD 2025 Disahkan, DPRD Ngawi Soroti SILPA Rp150 Miliar

    LKPJ APBD 2025 Disahkan, DPRD Ngawi Soroti SILPA Rp150 Miliar

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – DPRD Kabupaten Ngawi menetapkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Laporan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 menjadi Peraturan Daerah (Perda) dalam rapat paripurna yang digelar di ruang sidang DPRD, Selasa (23/6/2026). Agenda rapat juga diisi dengan penyampaian jawaban Bupati Ngawi atas pandangan umum enam fraksi DPRD terhadap laporan pertanggungjawaban pelaksanaan […]

    Bagikan
  • Lahan Pertanian di Banaran Ponorogo Kembali Longsor, Enam KK Terisolir

    Lahan Pertanian di Banaran Ponorogo Kembali Longsor, Enam KK Terisolir

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Lahan pertanian milik warga di Dusun Gondangsari, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, kembali dilanda longsor pada Jumat (21/11/2025) sekitar pukul 13.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun material longsor menutup akses jalan desa dan membuat enam kepala keluarga (KK) terisolir. Peristiwa ini terekam video warga yang memperlihatkan tanah […]

    Bagikan
  • Baru 2 Bulan Menjabat! Kajari Magetan Dipromosikan ke Kejagung Usai Bongkar Kasus Korupsi Pokir DPRD  

    Baru 2 Bulan Menjabat! Kajari Magetan Dipromosikan ke Kejagung Usai Bongkar Kasus Korupsi Pokir DPRD  

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 488
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Magetan, Sabrul Iman, mendapat promosi jabatan. hal itu tak lama setelah berhasil mengungkap kasus dugaan korupsi dana pokok pikiran (pokir) DPRD Magetan periode 2020–2024. Dalam perkara tersebut, Ketua DPRD Magetan, Suratno, bersama lima orang lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan pada Kamis (23/4/2026). Sabrul kini […]

    Bagikan
  • Kejari Ponorogo Sita Lebih dari Rp 3 Miliar Terkait Kasus Dana BOS di SMK 2 PGRI

    Kejari Ponorogo Sita Lebih dari Rp 3 Miliar Terkait Kasus Dana BOS di SMK 2 PGRI

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo menyita uang senilai Rp 3.175.000.000 dalam kasus dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMK 2 PGRI Ponorogo. Kasus ini mencakup periode tahun 2019 hingga 2024 dengan total kerugian negara ditaksir mencapai Rp 25 miliar. Kepala Seksi Intelijen Kejari Ponorogo, Agung Riyadi, mengatakan bahwa uang […]

    Bagikan
expand_less