Berita Terkini
Trending Tags

Optimalisasi Lahan Terbatas, DKPP Kota Madiun Dorong Pertanian Terpadu

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
  • visibility 147
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kepala DKPP Kota Madiun, Totok Sugiarto berinovasi dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah meski dengan keterbatasan lahan, Foto : Surya – Sinergia

Sinergia | Kota Madiun — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun terus berinovasi dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah meski dengan keterbatasan lahan. Melalui konsep integrated farming atau pertanian terpadu, DKPP berupaya memaksimalkan pemanfaatan lahan yang ada agar tetap produktif.

Kepala DKPP Kota Madiun, Totok Sugiarto, menjelaskan bahwa wilayah Kota Madiun tergolong kecil dengan lahan pertanian yang terbatas. Karena itu, pemanfaatan lahan secara optimal menjadi solusi utama.

“Pak Wali menginstruksikan agar setiap tanah kosong ditanami. Dinas juga harus memiliki tanaman sendiri, minimal satu orang menanam dua tanaman. Dengan begitu, kita sudah punya cadangan stok pangan di wilayah Pemkot Madiun,” jelas Totok, Selasa (21/10/2025).

Jenis tanaman yang dikembangkan meliputi sayuran, buah-buahan, dan berbagai tanaman produktif lainnya. Selain itu, DKPP juga mengembangkan budidaya maggot sebagai bagian dari sistem pertanian terpadu.

“Salah satu sumber sampah terbesar, sekitar 59 persen, adalah limbah makanan. Melalui budidaya maggot, limbah ini bisa diolah kembali. Maggot bisa jadi pakan tambahan untuk ikan lele dan ayam, sementara kotorannya dimanfaatkan sebagai pupuk,” terang Totok.

Dengan konsep tersebut, seluruh proses pertanian bisa berjalan secara berkelanjutan tanpa menghasilkan limbah yang terbuang. Bahkan, kegiatan ini tidak memerlukan lahan luas — cukup 1×2 meter sudah bisa digunakan untuk memelihara sekitar 10 ekor maggot.

Lebih lanjut, Totok menyebutkan bahwa saat ini sudah ada sekitar 56 kelompok P2B (Pekarangan Pangan Berkelanjutan) yang sebelumnya dikenal sebagai P2L. DKPP berencana mengoptimalkan kembali peran kelompok tersebut agar lebih aktif dalam memproduksi bahan pangan mandiri.

“Kami bantu benih dan pupuknya. Beberapa masyarakat sudah memulai di Manisrejo, Mojorejo, dan Manguharjo. Harapannya, kegiatan ini bisa terus berkembang, masyarakat mandiri, dan bahkan bisa menambah penghasilan,” ujarnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Madiun dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan, terutama menghadapi dinamika ekonomi dan kebutuhan menjelang hari besar keagamaan.

Surya – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gus Wahid Gugat PAW DPRD Magetan, Sengketa Internal PKB Memanas

    Gus Wahid Gugat PAW DPRD Magetan, Sengketa Internal PKB Memanas

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Suhu politik di Kabupaten Magetan, kembali meningkat seiring dengan langkah hukum yang diambil Nur Wahid atau akrab disapa Gus Wahid. Anggota DPRD Magetan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu resmi menggugat keputusan partainya yang memberhentikannya melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW). Persoalan ini bermula dari Surat Keputusan DPP PKB Nomor […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Tunggu Restu BKN dan Kemendagri Soal Pengisian Kekosongan Kursi JPTP

    Pemkot Madiun Tunggu Restu BKN dan Kemendagri Soal Pengisian Kekosongan Kursi JPTP

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun masih menunggu proses pengisian puluhan jabatan yang kosong di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Di tengah kekosongan tersebut, Pemkot Madiun melantik 51 Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta 18 pejabat fungsional dalam Pengambilan Sumpah/Janji PNS dan Pengambilan Sumpah Jabatan serta Pelantikan Pejabat Fungsional, Kamis (18/6/2026). Prosesi pengambilan sumpah […]

    Bagikan
  • Detik-Detik Dramatis! Perempuan Tiduran di Rel Kertosono, Masinis Hentikan Kereta Tepat Waktu

    Detik-Detik Dramatis! Perempuan Tiduran di Rel Kertosono, Masinis Hentikan Kereta Tepat Waktu

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Tak patut ditiru. Seorang perempuan tiduran di atas jalur kereta api antara Stasiun Baron dan Stasiun Kertosono, Jawa Timur pada Kamis (9/4/2026). Yang bersangkutan diamankan oleh petugas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun. Peristiwa tersebut terdeteksi sekitar pukul 14.00 WIB setelah masinis KA 170B Malioboro Ekspres relasi Purwokerto–Malang […]

    Bagikan
  • Puluhan Anggota Polres Madiun Jalani Pemeriksaan Senjata Api dan Tes Urine 

    Puluhan Anggota Polres Madiun Jalani Pemeriksaan Senjata Api dan Tes Urine 

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Polres Madiun melaksanakan penegakan ketertiban dan kedisiplinan (Gaktibplin) berupa pemeriksaan senjata api (senpi) dinas dan tes urine bagi seluruh personel, Rabu (20/08/2025). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelayakan penggunaan senjata sekaligus mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan internal kepolisian. Sebanyak 32 anggota Polres Madiun termasuk polsek jajaran pemegang senpi pendek pengecekan […]

    Bagikan
  • PN Magetan Eksekusi Rumah Warga, Kuasa Hukum Sebut Cacat Prosedur

    PN Magetan Eksekusi Rumah Warga, Kuasa Hukum Sebut Cacat Prosedur

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pengadilan Negeri (PN) Magetan mengeksekusi pengosongan paksa terhadap sebuah rumah warga di Desa Jambangan, Kecamatan Kawedanan, Rabu (8/10/2025). Eksekusi dilakukan lantaran pemilik rumah dinilai tidak kooperatif selama proses mediasi berlangsung dan menolak mengosongkan rumah meski telah kalah dalam proses lelang. Eksekusi dilakukan oleh juru sita PN Magetan dengan pengamanan yang ketat […]

    Bagikan
  • Jembatan Lapuk di Madiun Direhabilitasi Polisi, Kini Lebih Aman dan Terang

    Jembatan Lapuk di Madiun Direhabilitasi Polisi, Kini Lebih Aman dan Terang

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Jembatan Merah Putih di Dusun Krapyak, Desa Purworejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun yang sebelumnya rusak dan membahayakan warga akhirnya rampung direhabilitasi. Struktur jembatan yang sempat lapuk dan minim penerangan kini telah diperbaiki oleh jajaran Polres Madiun bersama masyarakat, sehingga kembali layak dilalui. Peresmian hasil rehabilitasi dilakukan pada Jumat (8/5/2026) oleh Polres […]

    Bagikan
expand_less