Kamis, 22 Okt 2026
Trending Tags

Sikap Tenang Gus Wahid Hadapi Potensi PAW oleh PKB Magetan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
  • visibility 254
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gus Wahid dikenal sebagai tokoh berpengaruh di wilayah timur Magetan, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Suhu politik internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Magetan meningkat setelah beredarnya surat resmi Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap anggota DPRD Magetan, Nur Wahid atau yang akrab disapa Gus Wahid. Langkah politik DPC PKB tersebut memunculkan berbagai spekulasi, mengingat nama Gus Wahid dikenal sebagai tokoh berpengaruh di wilayah timur Magetan.

Ditemui di Pondok Pesantren yang di asuhnya Raudhatul Huda, Desa Kedungpanji, Kecamatan Lembeyan, Jumat (24/10/2025), Gus Wahid membenarkan bahwa dirinya telah mengetahui pengajuan PAW itu. “Saya sudah diberitahu. Teman-teman juga telah membahas dan mengkajinya. Kita lihat saja nanti bagaimana kelanjutannya,” ungkapnya dengan nada tenang.

Meski demikian, ia menyebut timnya tengah menyiapkan kajian terhadap langkah DPC PKB tersebut. “Ini masih dipelajari oleh teman-teman. Insyaallah nanti akan terlihat hasilnya. Saya pribadi menganggap hal ini biasa saja,” katanya.

Sikap tenang Gus Wahid dianggap sebagai bentuk kedewasaan politik menghadapi proses yang dinilai sarat kepentingan. Di ruang publik, beredar isu bahwa dirinya digeser karena dianggap kurang loyal terhadap garis politik partai setelah Pilkada Serentak 2024.

Namun, Gus Wahid dengan tegas membantah tudingan itu. “Itu tidak benar. Hanya isu politik,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada komunikasi resmi antara dirinya dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB. “Belum ada komunikasi,” ujarnya singkat.

Diketahui, DPC PKB Magetan telah mengirim surat resmi bernomor 2947/DPC-25.20/01/X/2025 tertanggal 7 Oktober 2025 kepada Sekretariat DPRD Magetan. Dalam surat tersebut, Jamaludin Malik diusulkan sebagai pengganti Gus Wahid di kursi DPRD.

Langkah itu dilakukan secara tertutup dan menimbulkan beragam tafsir di kalangan kader. Beberapa pihak menyebut keputusan ini merupakan imbas politik Pilkada 2024, di mana Gus Wahid dikabarkan memberikan dukungan moral kepada pasangan calon yang tidak diusung PKB.

Pengamat politik dari Universitas Merdeka Madiun, Muries Subiyantoro, menilai keputusan PAW terhadap Gus Wahid mengandung muatan politik yang kuat. “Jika alasannya terkait arah dukungan di Pilkada, maka keputusan ini sangat politis. Namun, secara mekanisme partai, langkah tersebut sah,” ujarnya.

Menurutnya, keputusan ini berpotensi menimbulkan reaksi emosional di kalangan Nahdliyin. “Gus Wahid dan keluarganya memiliki peran penting dalam sejarah berdirinya PKB di Magetan. Publik tentu akan menilai keputusan ini sebagai langkah yang berani,” tuturnya.

Muries menambahkan, proses PAW yang dilakukan tanpa ruang klarifikasi terbuka dapat menimbulkan kesan adanya pembersihan kader menjelang tahun politik. “Apabila tidak ada mekanisme hak jawab di internal partai, wajar jika langkah hukum ditempuh. Itu hak politik sekaligus hak hukum yang sah,” tegasnya.

Proses administratif PAW kini tengah berlangsung di Sekretariat DPRD Magetan dan menunggu verifikasi dari KPU Magetan sebelum penetapan resmi. Di sisi lain, langkah Gus Wahid menyiapkan kajian hukum dinilai sebagai langkah strategis yang dapat memengaruhi peta kekuatan PKB di masa mendatang.

Pergantian ini menjadi babak baru dalam dinamika politik PKB Magetan. Gus Wahid tidak tinggal diam, sementara proses hukum dan politik terus berjalan. Arah baru kekuatan politik di tubuh PKB Magetan perlahan mulai terbentuk, menandai perubahan signifikan menjelang tahun politik berikutnya.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cerita Supriyanto Lestarikan Seni Wayang Kulit Hingga Tembus Luar Jawa

    Cerita Supriyanto Lestarikan Seni Wayang Kulit Hingga Tembus Luar Jawa

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di tengah kian langkanya perajin wayang kulit, Supriyanto (38), warga Dukuh Ngrini, Desa Banyudono, Kecamatan Ngariboyo, menjadi salah satu sosok yang menjaga napas tradisi ini. Berawal dari kegemarannya menggambar di kertas duplek, kini karya tangannya telah merambah hingga Papua, Sulawesi Utara, Sumatera Utara, bahkan Kalimantan. Sejak SMP ia terbiasa menggambar tokoh-tokoh […]

    Bagikan
  • Peringati HAN 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Anak Disabilitas Naik Kereta Gratis dan Tampilkan Unjuk Bakat

    Peringati HAN 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Anak Disabilitas Naik Kereta Gratis dan Tampilkan Unjuk Bakat

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun memperingati Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh setiap 23 Juli dengan menggelar kegiatan edukasi bagi anak-anak penyandang disabilitas. Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak merasakan pengalaman naik kereta api secara gratis sekaligus menampilkan berbagai pertunjukan bakat. Kegiatan diikuti siswa-siswi dari SLB […]

    Bagikan
  • Internet Anak di Magetan Segera Dibatasi? Pemkab Sedang Finalisasi Aturan

    Internet Anak di Magetan Segera Dibatasi? Pemkab Sedang Finalisasi Aturan

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan tengah menyiapkan formulasi kebijakan pembatasan akses internet bagi anak di tingkat daerah. Langkah ini menjadi tindak lanjut arahan nasional terkait perlindungan pengguna muda serta peningkatan kualitas SDM di era digital.  Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Magetan, Cahaya Wijaya, usai mengikuti pertemuan di Graha Adi […]

    Bagikan
  • Hilang Usai Sholat Subuh, Suparto Ditemukan di Tebing Sungai Sedalam 15 Meter

    Hilang Usai Sholat Subuh, Suparto Ditemukan di Tebing Sungai Sedalam 15 Meter

    • calendar_month Senin, 31 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Suparto, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, dilaporkan hilang sejak pagi setelah menunaikan salat subuh Minggu (30/03/2025). Setelah dilakukan pencarian oleh warga, pria berusia 67 tahun tersebut ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri di tebing sungai dengan kedalaman sekitar 15 meter sekitar pukul 15.30 WIB. Menurut kesaksian warga, Suparto […]

    Bagikan
  • Dipicu Persoalan Sepele, Pria 30 Tahun di Ngawi Bacok Tetangga hingga Luka Berat

    Dipicu Persoalan Sepele, Pria 30 Tahun di Ngawi Bacok Tetangga hingga Luka Berat

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Hanya karena persoalan sepele, Rudianto warga Desa Tambakromo, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, nekat membacok tetangganya hingga mengalami luka serius, Jumat (28/11/2025). Pria 30 tahun itu menganiaya Wahyu Nurhidayat (29), yang kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Widodo Ngawi akibat luka parah. Peristiwa itu bermula dari keributan antara korban dan pedagang […]

    Bagikan
  • Dandim Diskusi dengan 7 Ketua BEM di Madiun, Bahas Revisi UU TNI dan Program TNI

    Dandim Diskusi dengan 7 Ketua BEM di Madiun, Bahas Revisi UU TNI dan Program TNI

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Menyuarakan aspirasi tidak hanya dilakukan dengan aksi unjuk rasa atau demo. Namun, aspirasi dapat dilakukan dengan cara diskusi tatap muka dan saling tukar pikiran. Itulah yang tergambar saat Dandim 0803/Madiun, Letkol Kav Widhi Bayu Sudibyo menggelar pertemuan dengan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Se-Kota dan Kabupaten Madiun, bertempat di Makodim 0803/Madiun, Jalan […]

    Bagikan
expand_less