Kamis, 22 Okt 2026
Trending Tags

Kakek 62 Tahun di Magetan Meninggal Usai Terjatuh dari Pohon Jati

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
  • visibility 184
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tim inafis tengah melakukan olah TKP, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Warga Dusun Jaten, Desa Krajan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, digemparkan oleh peristiwa meninggalnya seorang petani saat bekerja di area persawahan, Jumat (07/11/2025). Korban Harjo Sini (62) ditemukan sudah tak bernyawa oleh istrinya sendiri setelah sempat dicari karena tak kunjung pulang dari ladang. Salah satu warga setempat, Suroto (50) mengaku mendengar suara tangisan dari arah sawah saat sedang merumput di sekitar lokasi.

“Awalnya saya kira ada kecelakaan di jalan raya. Setelah saya dekati, ternyata istri korban yang menangis sambil memeluk suaminya yang sudah tergeletak kaku di bawah pohon,” ujarnya.

Menurutnya, saat kejadian korban sedang memangkas dahan pohon jati miliknya agar tanaman di bawahnya mendapat sinar matahari.

“Sepertinya beliau terpeleset dan jatuh dari atas pohon. Waktu saya datang, kondisinya sudah meninggal dengan luka di kepala dan perut, mungkin karena terkena batang jati saat jatuh,” tambahnya.

Berdasarkan keterangan istrinya, Bonirah, korban berangkat ke sawah sejak siang untuk memangkas dahan pohon jati. Namun hingga menjelang salat Jumat, Harjo belum juga pulang. Saat dicari ke lokasi, ia mendapati suaminya sudah tergeletak tak bernyawa di bawah pohon.

Petugas dari Polsek Parang, Tim Identifikasi Polres Magetan, serta tenaga medis Puskesmas Parang segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari lokasi ditemukan sejumlah barang milik korban, antara lain sabit, tangga, cangkul, topi, dan pakaian kerja.

 “Korban ditemukan meninggal dunia di area sawah. Dugaan sementara, korban terjatuh dari pohon jati yang sedang dipangkasnya,” ujar Kapolsek Parang AKP Sukarno.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuh seperti dahi, telinga, kaki, dan leher akibat benturan saat jatuh dari ketinggian sekitar delapan meter. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dari hasil pemeriksaan, peristiwa ini murni kecelakaan kerja. Keluarga korban juga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi,” terang AKP Sukarno.

Polisi memastikan insiden tersebut bukan tindak pidana. Pihak keluarga telah menandatangani surat pernyataan tidak menuntut secara hukum. “Kami tetap melengkapi administrasi penyelidikan serta memintai keterangan para saksi untuk memastikan kronologinya,” pungkas Kapolsek Parang. (Nan/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Krisis Air Bersih Meluas di Ngawi, Enam Desa Bergantung Bantuan BPBD

    Krisis Air Bersih Meluas di Ngawi, Enam Desa Bergantung Bantuan BPBD

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Krisis air bersih mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, seiring musim kemarau yang menyebabkan banyak sumber air mengering. Hingga Senin (3/8/2026), tercatat enam desa di empat kecamatan terdampak, yakni Bringin, Pitu, Kasreman, dan Ngawi. Dampaknya ribuan warga mulai bergantung pada bantuan distribusi air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana […]

    Bagikan
  • SPPG 2 Polres Magetan Salurkan Makanan Bergizi Gratis untuk Pelajar di Poncol

    SPPG 2 Polres Magetan Salurkan Makanan Bergizi Gratis untuk Pelajar di Poncol

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Suasana ceria tampak menyelimuti halaman sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Rabu (12/11/2025). Ratusan siswa dari berbagai jenjang pendidikan tampak antusias menyambut kedatangan tim SPPG 2 Polres Magetan yang menyalurkan paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) perdana. Penyaluran ini menandai beroperasinya dapur SPPG 2 Polres Magetan yang berlokasi di Desa Janggan. […]

    Bagikan
  • Jelang Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 7 Normalisasi Jalur KA Blitar dan Tutup JPL Berbahaya

    Jelang Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 7 Normalisasi Jalur KA Blitar dan Tutup JPL Berbahaya

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Sinergia | Blitar – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mempercepat normalisasi jalur kereta api di wilayah Blitar menjelang masa Angkutan Lebaran 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penutupan Jalur Perlintasan Sebidang (JPL) Nomor 209 di Dusun Kandangan, Desa Kandangan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Penutupan perlintasan yang berada di Km […]

    Bagikan
  • Harga Bumbu Dapur Melonjak di Magetan Jelang Nataru, Pedagang Keluhkan Pasar Sepi

    Harga Bumbu Dapur Melonjak di Magetan Jelang Nataru, Pedagang Keluhkan Pasar Sepi

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, sejumlah komoditas bumbu dapur di Pasar Sayur Magetan mengalami kenaikan harga cukup signifikan. Para pedagang menyebut lonjakan ini dipicu oleh intensitas hujan yang mulai tinggi, menyebabkan banyak tanaman rusak dan gagal panen. Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai rawit dari sebelumnya berkisar Rp. 45–50 ribu […]

    Bagikan
  • Angka Keluarga Miskin di Madiun Masih Tinggi, Masih Ada Keluarga Belum Nikmati Aliran Listrik

    Angka Keluarga Miskin di Madiun Masih Tinggi, Masih Ada Keluarga Belum Nikmati Aliran Listrik

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Prosentase penduduk miskin di Kabupaten Madiun tercatat menurun menjadi 10,40 persen pada Maret 2025 atau setara 71,59 ribu jiwa. Meski begitu jumlah tersebut masih tergolong tinggi sehingga diperlukan terobosan dalam upaya pengentasan kemiskinan pada 2026 hingga 2027. Data tersebut disampaikan dalam Forum Konsultasi Publik  Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten […]

    Bagikan
  • Satu Perusahaan Garmen di Magetan Pailit, Disnaker Pastikan Masih Ada 229 Perusahaan Aktif

    Satu Perusahaan Garmen di Magetan Pailit, Disnaker Pastikan Masih Ada 229 Perusahaan Aktif

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 553
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Dunia industri di Kabupaten Magetan menghadapi dinamika baru. Salah satu perusahaan garmen, PT KSS Indo Apparel yang berlokasi di Desa Karangsono, Kecamatan Barat, resmi dinyatakan pailit dan telah berhenti beroperasi sejak 13 Februari 2025. Perusahaan yang berdiri sejak 2021 ini gulung tikar setelah mengalami penurunan jumlah pesanan secara drastis, yang […]

    Bagikan
expand_less