Berita Terkini
Trending Tags

Dewi Astutik Dalang Penyelundupan 2 Ton Sabu Dicokok di Kamboja, Keluarga Pasrah

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
  • visibility 143
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Paryatin alias Dewi Astutik di tangkap petugas di Kamboja, Sarno suami paryatin saat ditemui wartawan,
Foto : Ega Patria – Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Buronan sekaligus gembong narkoba jaringan Golden Triangle Internasional, Dewi Astutik, berhasil ditangkap di Kamboja pada Senin (01/12/2025) waktu setempat.

Dewi Astutik diduga kuat menjadi salah satu otak penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 2 ton yang diungkap Badan Narkotika Nasional (BNN) di perairan Riau, Provinsi Batam, pada 26 Mei 2025 lalu.

Perempuan yang merupakan warga Dusun Sumber Agung, Desa/Kecamatan Balong itu diketahui menggunakan nama milik adiknya. Identitas aslinya adalah Paryatin, kelahiran 8 April 1983.

Sarno (51), suami Paryatin, mengaku kaget setelah mendengar kabar penangkapan sang istri. Selama ini ia mengetahui istrinya bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di luar negeri.

Paryatin sudah bekerja selama 10 tahun, sempat pulang dan tinggal di rumah selama 1 tahun, sebelum pamit berangkat lagi ke Taiwan pada 2024.

“Keluarga syok, tidak mengira. Katanya ya baik-baik kerjanya. Di media ada fotonya, saya syok dan kaget. Tapi saya pasrah, tapi ya gimana,” ungkap Sarno kepada wartawan, Rabu (03/12/2025).

Sarno menyebut, istrinya pertama kali berangkat ke luar negeri pada 2013 dan pulang pada 2023. Selama setahun di Indonesia, Paryatin berjualan nasi bungkus. Pada 2024, ia kembali berangkat dengan alasan menemui majikannya.

“Itu sempat mengasih kabar awal-awal berangkat pada 2024, tanya kabar anak-anak sebulan sekali,” jelasnya.

Sarno mengaku tidak mengetahui keterlibatan istrinya dalam jaringan narkoba internasional. Bahkan selama bekerja di luar negeri, Paryatin jarang mengirim uang kepada keluarga di Ponorogo.

“Tahunya kerja sebagai TKW, pembantu rumah tangga. Kalau soal itu (narkoba), saya tidak tahu. Saya cuma bisa pasrah,” pungkas Sarno.

Sementara itu, setelah ditangkap di Kamboja, Dewi Astutik alias Paryatin langsung diterbangkan ke Indonesia untuk menjalani serangkaian proses penyidikan.(Ega/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lima Jabatan Kepala OPD Kosong, Pemkab Magetan Siapkan Skema Pengisian

    Lima Jabatan Kepala OPD Kosong, Pemkab Magetan Siapkan Skema Pengisian

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan bergerak cepat menyiapkan strategi pengisian jabatan setelah sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama memasuki masa purna tugas. Langkah ini dilakukan guna memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal tanpa kekosongan kepemimpinan di organisasi perangkat daerah (OPD). Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Magetan, Masruri, menyebutkan sedikitnya […]

    Bagikan
  • DPRD Desak Dinsos Madiun Melek Data Soal Peringkat Kedua ODGJ Pasung di Jatim

    DPRD Desak Dinsos Madiun Melek Data Soal Peringkat Kedua ODGJ Pasung di Jatim

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – DPRD Kabupaten Madiun mendesak Dinas Sosial (Dinsos) setempat segera menuntaskan pemutakhiran data orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang masih dipasung. Langkah ini dinilai penting agar kondisi riil kasus pasung di Kabupaten Madiun bisa diketahui secara jelas. Desakan itu muncul setelah data Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur menyebut Kabupaten Madiun menempati posisi […]

    Bagikan
  • Ironis, Siswi SMAN 1 Maospati Temukan CCTV Berbentuk Lampu di Toilet

    Ironis, Siswi SMAN 1 Maospati Temukan CCTV Berbentuk Lampu di Toilet

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dunia pendidikan di Kabupaten Magetan diguncang dengan kabar ditemukannya CCTV berbentuk lampu di dalam toilet siswi.  Informasi yang dihimpun, kamera tersembunyi itu ditemukan di toilet SMA Negeri 1 Maospati. Tak pelak, kabar itu memunculkan kekhawatiran bagi siswi maupun orang tua murid. Nasrullah Kurniawan selaku Waka Kesiswaan SMA 1 Maospati tidak menampik […]

    Bagikan
  • Hujan Deras, Jalan Sikatan Gang Gereja Kota Madiun dan Rumah Warga Terendam

    Hujan Deras, Jalan Sikatan Gang Gereja Kota Madiun dan Rumah Warga Terendam

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Hujan deras yang mengguyur Kota Madiun pada Senin sore (27/1/2025) menyebabkan banjir di beberapa titik, salah satunya di Jalan Sikatan Gang Gereja RT 16 RW 05. Banjir ini merendam sekitar 17 rumah warga. Banjir mulai menggenangi kawasan itu usai terjadi hujan lebat dengan ketinggian air mencapai sepaha di Gang Gereja […]

    Bagikan
  • Pemprov Jatim Evaluasi Tambang di Magetan, Pj Bupati: Kami yang Punya Wilayah, Kami yang Rugi

    Pemprov Jatim Evaluasi Tambang di Magetan, Pj Bupati: Kami yang Punya Wilayah, Kami yang Rugi

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) berencana mengevaluasi aktivitas tambang di Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Tambang tersebut mendapat izin dari Provinsi Jawa Tengah, namun beroperasi di wilayah Jawa Timur. Evaluasi ini dilakukan menyusul keluhan Pj Bupati Magetan, Nizhamul, terkait kerusakan infrastruktur akibat kegiatan pertambangan tersebut. Wakil Gubernur Jawa […]

    Bagikan
  • KPU Kabupaten Magetan Butuh 2170 Surat Suara Untuk PSU

    KPU Kabupaten Magetan Butuh 2170 Surat Suara Untuk PSU

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – KPU Kabupaten Magetan kini berpacu dengan waktu untuk pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Pasalnya, KPU hanya punya waktu sampai tanggal 26 Maret, semenjak amar putusan Pemungutan Suara Ulang yang dibacakan Mahkamah Konstitusi pada Senin (24/2/2025). “Sejak putusan MK, Kami punya waktu hingga 30 hari. Sekarang ini Tengah mempersiapkan kebutuhan untuk […]

    Bagikan
expand_less