
Sinergia | Kab.Madiun – Polres Madiun mengerahkan 215 personel dalam Operasi Zebra Semeru 2025 yang resmi dimulai 17–30 November. Kesiapan pasukan ditandai dengan apel gelar di Lapangan Tribrata, Senin (16/11/2025), dipimpin Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara yang membacakan amanat Kapolda Jawa Timur.
Operasi Zebra tahun ini menargetkan peningkatan kepatuhan berlalu lintas sekaligus menekan tingginya angka kecelakaan di Jawa Timur. Data Ditlantas Polda Jatim mencatat 22.815 kasus kecelakaan sejak Januari–Oktober 2025, dengan 2.792 orang meninggal dunia, 627 luka berat, dan lebih dari 33 ribu luka ringan.
“Jadi selama 14 hari ke depan terhitung mulai tanggal 17 sampai dengan 30 November kita akan melaksanakan Operasi Zebra”, ucap AKBP Kemas Indra Natanegara.
Kapolres Madiun menambahkan situasi lalu lintas Jawa Timur semakin kompleks termasuk Kabupaten Madiun seiring jumlah kendaraan yang sudah melampaui 23 juta unit, termasuk 18 juta sepeda motor. Mobilitas tersebut membuat potensi pelanggaran dan kecelakaan kian tinggi.
Penindakan difokuskan pada tujuh pelanggaran yang dinilai paling berpotensi memicu kecelakaan, yakni, Pengendara tidak memakai helm SNI, pengemudi tidak memakai sabuk pengaman, melawan arus.
Menggunakan ponsel saat berkendara, berkendara di bawah umur, melebihi batas kecepatan, mengemudi dalam pengaruh alkohol.
“Selaku pembina kami juga menyampaikan sambutan dari Kapolda Jawa Timur. Sasarannya ada 7 sasaran.Baik itu kendaraan yang melawan arus, tidak menggunakan helm, dan lain sebagainya”, tambahnya.
Selain penindakan, polisi juga diminta mengedepankan langkah preemtif dan edukatif.
“Dalam rangka penegakan hukum berkaitan dengan pelanggaran lalu lintas yang ada di jalan.Tetap kita laksanakan tilang baik itu secara elektronik (ETLE) maupun nanti yang menyebabkan potensi kecelakaan lalu lintas.” imbuhnya.
Operasi Zebra turut disiapkan sebagai langkah awal menciptakan kondisi lalu lintas yang aman sebelum Operasi Lilin 2025 akhir tahun nanti. Pihaknya meminta seluruh personel melakukan evaluasi berkala dan memastikan setiap kegiatan memberi dampak langsung bagi keselamatan pengguna jalan.
“Operasi ini adalah komitmen untuk menyelamatkan nyawa,” tutup Kapolres Madiun AKBP Kemas. (Tov/Krs).