Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Makam Tegalsari Tak Pernah Sepi Peziarah, Jejak Peradaban Islam yang Tetap Hidup di Ponorogo

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
  • visibility 397
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Suasana komplek makam Tegalsari Ponorogo, Foto : Istimewa

Sinergia | Ponorogo – Kompleks Makam Tegalsari di Kecamatan Jetis kembali dipadati ribuan peziarah pada peringatan Hari Santri Nasional, Selasa (22/10/2025). Meski diguyur gerimis sejak pagi, arus peziarah tidak surut. Mereka datang dari berbagai daerah untuk berdoa dan menziarahi makam para ulama besar pendiri peradaban Islam di Jawa.

Di kompleks makam yang berada satu kawasan dengan Masjid Tegalsari itu bersemayam tokoh besar seperti Kyai Ageng Muhammad Besari bersama istri serta keturunannya Kyai Ilyas bin Muhammad Besari, Kyai Kholifah bin Muhammad Besari, Kanjeng Kyai Bagus Hasan Besari, hingga Kyai Imam Sibaweh bin Kyai Kholifah. Nama-nama itu tercatat memiliki peran penting dalam sejarah pendidikan Islam di Nusantara.

Sejarah menyebut Tegalsari merupakan pusat pendidikan Islam pada abad ke-18 melalui Pesantren Gebang Tinatar yang didirikan Kyai Ageng Muhammad Besari. Pesantren itu kemudian melahirkan banyak intelektual, bangsawan, hingga tokoh politik dari berbagai wilayah, termasuk pujangga besar Jawa Ranggawarsita.

“Komplek makam ini tidak pernah sepi peziarah. Setiap bulan selalu ada rombongan santri yang datang untuk berziarah dan beriktikaf,” ujar Djamaludin, perawat ndalem Ageng Tegalsari, saat ditemui di lokasi

Menurutnya, hari-hari tertentu, terutama menjelang Ramadhan, Maulid Nabi, dan Hari Santri, jumlah peziarah membludak hingga memenuhi area kompleks masjid. “Tradisi ziarah ini menjadi sarana menyambung sanad keilmuan dan napak tilas perjuangan para ulama,” katanya.

Peringatan Hari Santri juga menjadi momentum pembelajaran sejarah bagi generasi muda. Ratusan siswa dari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 5 Ponorogo terlihat mengikuti doa bersama di kompleks makam. Mereka datang usai mengikuti apel Hari Santri di Alun-Alun Ponorogo.

“Kami membawa sekitar 100 siswa dari tingkat SD hingga SMA. Tujuannya agar mereka mengenal lebih dekat perjuangan Mbah Ageng Besari dalam menyiarkan Islam,” kata Venus Ihsa Mukhofi, Wakil Kepala SRT 5 bidang kesiswaan.

Ia menilai ziarah makam ulama tidak hanya mengandung nilai spiritual, tetapi juga pendidikan karakter. “Anak-anak bisa belajar tentang keteladanan, keilmuan, dan perjuangan tokoh agama dalam membangun peradaban,” ujarnya.

Tidak hanya masyarakat umum, makam Tegalsari juga kerap diziarahi tokoh nasional maupun pejabat negara. Tradisi spiritual sekaligus penghormatan terhadap pendiri pesantren ini telah berlangsung turun-temurun.

Hal yang sama diakui Imam Turmudzi, peziarah asal Blitar yang datang bersama rombongannya. “Tegalsari ini salah satu cikal bakal lahirnya pondok pesantren di Indonesia. Sangat wajar jika tempat ini menjadi rujukan ziarah bagi umat Islam,” ucapnya.

Ia menambahkan, ziarah ke makam ulama menjadi bagian dari perjalanan spiritual mereka yang akan dilanjutkan ke sejumlah situs religi lain di Jawa Timur.

Meski berusia ratusan tahun, kompleks Masjid dan Makam Tegalsari terawat dengan baik. Pengelola tetap mempertahankan tradisi serta nilai sejarah yang melekat kuat di lokasi tersebut. “Ini bukan sekadar situs makam, tapi pusat peradaban Islam yang masih hidup hingga kini. Warisan leluhur ini harus terus dirawat agar generasi mendatang tidak kehilangan jejak sejarahnya,” tutur Djamaludin.

Ega Patria – Sinergia 

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU Magetan Gelar Upacara 1000 Santri, Respon Pemberitaan Trans7 

    PCNU Magetan Gelar Upacara 1000 Santri, Respon Pemberitaan Trans7 

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2025 di Kabupaten Magetan berlangsung khidmat dan penuh sarat makna. Berbeda dengan sebelumnya, tahun ini Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Magetan memilih menggelar Upacara 1000 Santri di Pondok Pesantren Roudhatul Huda, Desa Kedung Panji, Kecamatan Lembeyan. Hal ini sebagai simbol solidaritas dan kepedulian terhadap berbagai […]

    Bagikan
  • Launching Calendar of Event Magetan 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 37 Agenda dan Tekankan Penguatan Tradisi

    Launching Calendar of Event Magetan 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 37 Agenda dan Tekankan Penguatan Tradisi

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata resmi meluncurkan Calendar of Event (CoE) Magetan 2026 dalam sebuah rangkaian kegiatan selama tiga hari, mulai Kamis (11/12) hingga Sabtu (13/12). Acara pembuka digelar dengan konsep seni yang lebih kreatif dan menggugah, menampilkan kolaborasi lintas disiplin yang memadukan seni rupa, seni pertunjukan, dan […]

    Bagikan
  • Aksi Nyata Hari Bumi, Pemuda Ponorogo Pasang Barikade Sampah di Sungai Tambak Kemangi

    Aksi Nyata Hari Bumi, Pemuda Ponorogo Pasang Barikade Sampah di Sungai Tambak Kemangi

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Peringatan Hari Bumi yang jatuh setiap 22 April dimaknai dengan aksi nyata oleh kelompok pemuda di Ponorogo. Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Kelompok Peduli Sungai (KPS) Tambak Kemangi melakukan pemasangan barikade sampah di aliran sungai kawasan Tambak Kemangi, Kelurahan Tonatan, Kecamatan Ponorogo. Aksi yang dilakuka ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari […]

    Bagikan
  • Puluhan Dosen Poltek Negeri Madiun Tuntut Tunjangan Kinerja ke Kemendiktisaintek

    Puluhan Dosen Poltek Negeri Madiun Tuntut Tunjangan Kinerja ke Kemendiktisaintek

    • calendar_month Kamis, 23 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Puluhan dosen dari Politeknik Negeri Madiun (Poltek Negeri Madiun) mengajukan tuntutan terkait tunjangan kinerja (TUKIN) yang belum diterima, Kamis (23/1/2025) kepada pihak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) Para dosen tersebut meminta agar hak mereka segera dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena selama 4 tahun terakhir para […]

    Bagikan
  • Diguyur Hujan Lebat, Rumah Warga Plaosan Longsor

    Diguyur Hujan Lebat, Rumah Warga Plaosan Longsor

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Bencana tanah longsor menimpa rumah milik Subiyo (55) warga Dusun Tawing RT 10/ RW 2 Desa Plumpung Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan pada Jumat (7/2/2205) pukul 20.30 WIB. Bangunan rumah beserta pondasi setinggi 3 meter dan lebar 5 meter ini longsor usai selama satu minggu terakhir wilayah di lereng gunung Lawu […]

    Bagikan
  • Ini Ramuan Jamu Untuk Atasi PMK Pada Sapi Atau Kambing

    Ini Ramuan Jamu Untuk Atasi PMK Pada Sapi Atau Kambing

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 291
    • 0Komentar

    KOTA MADIUN  – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) saat ini tengah marak di berbagai daerah di Jawa Timur. Bahkan di Kota Madiun ditemukan 2 ekor sapi terjangkit PMK. Lalu bagaimana penanganan PMK yang harus dilakukan peternak.? Dokter hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun, drh. M. Sulthan Rasyid Rifai menjelaskan peternak harus […]

    Bagikan
expand_less