Dari Kota Pendekar ke Panggung Nasional, Hasbi Raih Juara 3 Catur Tingkat Nasional
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
- visibility 24
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Kota Pendekar kembali membuktikan diri sebagai daerah yang kaya akan talenta muda. Tidak hanya dikenal sebagai gudangnya atlet pencak silat, Kota Madiun juga melahirkan bibit unggul di berbagai cabang olahraga lainnya. Salah satunya adalah Hasbi Chaliem Pranawa, siswa kelas 4 MIN 1 Kota Madiun yang berhasil meraih juara 3 dalam lomba catur tingkat nasional yang digelar di Mamuju Sulawesi Barat.
Prestasi tersebut diraih Hasbi berkat latihan intensif yang dilakoninya setiap hari. Sebelum tampil di Kejurnas, Hasbi juga pernah meraih juara 5 pada kompetisi tingkat provinsi. Perjalanan itu membuka jalan baginya untuk mewakili Jawa Timur dalam ajang nasional.
Hasbi mengungkapkan rasa bangganya dapat membawa pulang medali pada keikutsertaan perdananya di Kejurnas. “Seneng bisa dapat juara 3 tingkat nasional. Persiapannya setiap hari sparing, biasanya latihan 2 jam. Baru satu tahun main catur, mulai kelas 3. Untuk lomba kemarin, persiapannya satu bulan,” ungkapnya.
Ia menyebut lawan terberatnya berasal dari Jakarta pada babak keempat dalam kategori F Putra. Di balik prestasi Hasbi, dukungan orang tua turut menjadi kunci penting. Ibunda Hasbi, Marga Ayu, menceritakan bahwa bakat Hasbi mulai terlihat sejak usia lima tahun.
“Dari kecil nemu bidak catur saat saya bersih-bersih, lalu minta diajari. Ternyata catur itu ada ilmunya yang harus dipelajari. Setelah juara 2 tingkat kota, Hasbi dikirim ke Kejurprov dan lanjut ke Kejurnas untuk mewakili Jawa Timur,” tuturnya.
Hasbi kini berlatih di klub EMCC dan rutin mengikuti sparing serta latihan aplikasi. Sekretaris Percasi Kota Madiun, Agus Wahyu Hidayat, memberikan apresiasi atas prestasi tersebut. “Hasbi juara 3 Kejurnas, dan ke depan diharapkan lebih giat belajar lagi. Insyaallah tahun depan di Kejurprov bisa juara 1. Jika sudah juara provinsi, pembiayaan Kejurnas akan ditanggung provinsi,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sparing untuk meningkatkan mental tanding. “Biasanya sparing sama bapak-bapak, kalah tidak apa-apa, yang penting ambil sisi positifnya,” tambahnya.
Keberhasilan Hasbi menjadi bukti bahwa Kota Madiun memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga catur. Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi anak-anak lainnya untuk berani berkompetisi dan meraih mimpi di tingkat yang lebih tinggi. (Sur/Krs).
- Penulis: Kriswanto


