
Sinergia | Ponorogo — Warga Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung, akhirnya bisa bernapas lega. Jalan poros yang menghubungkan Desa Wagir Kidul dan Desa Banaran kini kembali dapat dilalui setelah bersih dari material longsor yang menimbun akses tersebut selama beberapa hari terakhir.
Pembersihan dilakukan oleh tim BPBD Kabupaten Ponorogo bersama relawan dan pemerintah desa. Evakuasi material longsor juga disertai pengangkatan kendaraan warga yang sempat tertimbun akibat bencana, termasuk di sekitar permukiman yang terdampak.
Menurut laporan, longsor terjadi pada Selasa (19/11/2025) pukul 15.45 WIB, dipicu hujan deras sejak siang. Tebing setinggi 10 meter dan panjang 20 meter ambrol, merusak rumah Marjuki (50) hingga rata dengan tanah, serta merusak sebagian rumah milik Jemirin (60). Akses desa sempat lumpuh total dan mengganggu mobilitas warga.
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo,Masun menyebut pembersihan akses jalan menjadi prioritas utama untuk memulihkan arus logistik dan layanan masyarakat. “Alhamdulillah hari ini jalan sudah bisa dilewati kembali. Kami fokus membuka akses dulu karena itu nadi mobilitas warga,” terangnya.
Meski akses telah dibuka, BPBD mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, sebab kontur tanah di lokasi kejadian masih labil. Petugas juga tengah menyiapkan langkah mitigasi seperti terasering dan stabilisasi lereng untuk mencegah longsor ulang saat hujan kembali turun.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Ponorogo telah menyalurkan bantuan logistik darurat kepada warga terdampak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di pengungsian maupun rumah sementara. Kini, aktivitas warga mulai kembali normal.
Sepeda motor dan mobil pelan-pelan hilir mudik melewati jalur yang sempat terisolasi. Namun, warga tetap diminta berhati-hati dan melapor ke perangkat desa atau BPBD jika muncul retakan baru di tebing atau pergerakan tanah di sekitar permukiman.(Ega/Krs).