31 Sekolah di Kota Madiun Dinobatkan Sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional dan Mandiri
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Jumat, 12 Des 2025
- visibility 26
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Kota Madiun kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Sebanyak 31 sekolah berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Nasional dan Adiwiyata Mandiri pada Kamis (11/12/2025) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Capaian ini sekaligus menempatkan Kota Madiun sebagai daerah dengan raihan Adiwiyata terbanyak se-Jawa Timur tahun ini.
Penghargaan tersebut merupakan hasil dari komitmen Kota Madiun dalam menerapkan program lingkungan berkelanjutan di sekolah-sekolah. Sebanyak 21 sekolah meraih predikat Adiwiyata Nasional, sementara 10 sekolah lainnya ditetapkan sebagai Adiwiyata Mandiri.
Para peraih Adiwiyata Nasional di tingkat sekolah dasar meliputi SDN 01 Demangan, SDN 01 Kanigoro, SDN 01 Kartoharjo, SDN 01 Nambangan Kidul, SDN 01 Nambangan Lor, SDN 02 Winongo, SDN 03 Josenan, SDN 03 Kanigoro, SDN 03 Manisrejo, SDN Kuncen, SDN Sukosari, MI Al-Irsyad, SD Islam Siti Hajar, SD Muhammadiyah Kota Madiun, SD Nasional Tiga Bahasa Mitra Harapan, SDK Santo Bernardus, dan SDK Santo Yusuf.
Untuk tingkat menengah, penghargaan diberikan kepada SMPN 6 Madiun, SMP Taman Bakti, dan SMPK Santo Yusuf. Sementara satu sekolah tingkat atas, SMK Kesehatan Aditapa Madiun, turut menyabet penghargaan Adiwiyata Nasional.
Adapun penerima Adiwiyata Mandiri terdiri dari SDN 01 Josenan, SDN 01 Madiun Lor, SDN 01 Mojorejo, SDN 01 Taman, SDN 03 Klegen, SDN 04 Madiun Lor, SDN 05 Madiun Lor, SDN Banjarejo, SDN Ngegong, serta SMPN 2 Madiun.
Wali Kota Madiun, Maidi, menyampaikan apresiasi besar atas capaian tersebut dan menegaskan pentingnya lingkungan sekolah yang sehat serta berkelanjutan. “Kemarin Adiwiyata Nasional kita menang. Yang Jawa Timur 11, kita ada 31, hebat. Kita nyelip Jawa Timur nomor 1. Kalau Adiwiyata sudah bagus, lingkungan sekolah sudah bagus. Apalagi ada MBG, maka anak-anak ini SDM-nya cepat meningkat. Sekolah sehat, sekolah oksigennya bagus,” ujarnya, Jumat (12/12/2025).
Maidi juga menyampaikan terimakasih kepada kepala sekolah maupun orang tua siswa yang membantu membawa sekolah menjadi adiwiyata. “Saya terima kasih kepada sekolah dan orang tua yang membantu membawa sekolah itu menjadi Adiwiyata Nasional. Hebat, Madiun Kota Hebat. Pengolahan sampah dimulai dari sekolah. Semua sekolah wajib punya rumah plastik, nanti dipilah dan bisa dijual ke pabrik keliling,” pungkasnya.
Semua Sekolah di Kota Madiun Kini Berstatus Adiwiyata
Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun, Lismawati, menegaskan bahwa seluruh sekolah di Kota Madiun saat ini telah memenuhi standar Adiwiyata, baik tingkat provinsi, nasional, maupun mandiri. “Prinsipnya kita mendorong semua sekolah menjadi Adiwiyata. Saat ini seluruh sekolah di Kota Madiun sudah berstatus Adiwiyata. Tahun ini capaian luar biasa, 31 sekolah meraih Adiwiyata Nasional dan Mandiri, terbanyak se-Jawa Timur,” jelasnya.
Lismawati menginginkan anak-anak bisa berlatih sejak dini untuk cinta lingkungan. “Kita ingin anak-anak terlatih sejak dini untuk cinta lingkungan. Mereka belajar menjaga, merawat, dan membawa kebiasaan baik ini ke rumah. Mulai dari memilah sampah botol, plastik, hingga kertas. Sehingga terbentuk budaya sehat, bersih, hijau, dan berkelanjutan,” terangnya.
Dengan prestasi ini, Kota Madiun semakin mengukuhkan diri sebagai kota yang konsisten mengedepankan pendidikan lingkungan dan membangun karakter peduli lingkungan sejak usia dini. Diharapkan penghargaan tersebut melecut semangat seluruh elemen sekolah untuk terus mengukir prestasi kedepannya. (Sur/Krs).
- Penulis: Kriswanto


