Berita Terkini
Trending Tags

Karangrejo Jadi Lokasi Alternatif Sekolah Rakyat Magetan, Nilai Proyek Diperkirakan Senilai Rp. 200 Miliar

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
  • visibility 110
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Lahan seluas 8 hektare yang diajukan sebagai kandidat lokasi baru proyek pendidikan skala nasional, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Magetan mengalami pergeseran lokasi. Setelah proposal pembangunan di lahan bekas SDN Selosari 4 ditolak pemerintah pusat, Pemkab Magetan kini menyiapkan opsi baru di Kecamatan Karangrejo.

Lahan seluas 8 hektare di wilayah ini kini diajukan sebagai kandidat lokasi baru proyek pendidikan skala nasional tersebut. Lokasinya tak jauh dari fasilitas layanan publik seperti Puskesmas dan Polsek Karangrejo, dengan status sebagai aset daerah berupa kebun tebu dan lapangan.

“Awalnya disyaratkan minimal 5 hektare. Tapi setelah kajian pusat, dibutuhkan antara 6,7 hingga 7,6 hektare,” ungkap Kepala Dinas Sosial Magetan, Parminto Budi Utomo, saat dikonfirmasi, Sabtu (26/07/2025).

Menurut Parminto, Sekolah Rakyat akan menjadi pusat pendidikan terpadu dari jenjang SD hingga SMA, dilengkapi asrama dan fasilitas pendukung. Proyek ini digadang-gadang bakal menjadi mega proyek pendidikan terbesar di Magetan, dengan anggaran mencapai Rp200 miliar yang seluruhnya dibiayai oleh APBN.

Penolakan sebelumnya terhadap lahan di Selosari 4 disebabkan oleh luasan tanah yang dianggap tidak mencukupi. Proposal awal tersebut melibatkan sejumlah OPD lintas sektor, di antaranya Dinas PUPR, Dikpora, Bappeda, BPKAD, serta Bagian Hukum Setda.

Kini, hasil rapat tingkat kabupaten telah menyepakati pengajuan lahan Karangrejo sebagai solusi yang lebih memenuhi syarat. Tahapan selanjutnya tinggal menunggu survei kelayakan dari Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU).

“Kita di daerah hanya menyediakan lahannya. Untuk pembangunan infrastruktur dan rekrutmen tenaga pendidik semuanya menjadi kewenangan Pemerintah Pusat,” tambah Parminto.

Jika proposal disetujui, pembangunan Sekolah Rakyat di Karangrejo ditargetkan bisa dimulai pada tahun 2026. Pemerintah daerah berharap proyek ini mampu memberikan akses pendidikan berkualitas yang merata, terutama bagi masyarakat pedesaan.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Ada Lagi SD Negeri Tanpa Murid Baru, Sejumlah Sekolah Masih Belum Penuhi Kuota SPMB 2026

    Tak Ada Lagi SD Negeri Tanpa Murid Baru, Sejumlah Sekolah Masih Belum Penuhi Kuota SPMB 2026

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kabupaten Magetan menunjukkan perkembangan yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Magetan memastikan seluruh sekolah dasar negeri (SDN) telah memperoleh peserta didik baru. Meski demikian, sebagian besar sekolah masih belum mampu memenuhi kuota penerimaan yang telah ditetapkan. Kepala […]

    Bagikan
  • KPK Resmi Tetapkan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Tersangka

    KPK Resmi Tetapkan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Tersangka

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta — Usai menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Sabtu (8/11/2025), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko sebagai tersangka dalam kasus dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Selain Sugiri, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya, yakni Sekretaris Daerah Agus Pramono, Direktur RSUD […]

    Bagikan
  • Curanmor di CFD Viral, Ini Tanggapan Plt Wali Kota Soal Parkir Taman Bantaran

    Curanmor di CFD Viral, Ini Tanggapan Plt Wali Kota Soal Parkir Taman Bantaran

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di kawasan Taman Lalu Lintas Bantaran Kota Madiun saat kegiatan Car Free Day (CFD) pada Minggu (19/4/2026) lalu menuai perhatian publik. Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, menegaskan bahwa lokasi tersebut bukan merupakan aset Pemerintah Kota (Pemkot) […]

    Bagikan
  • Korem 081/DSJ Peringati Nuzulul Quran dan Buka Puasa Bersama Anak Panti Asuhan

    Korem 081/DSJ Peringati Nuzulul Quran dan Buka Puasa Bersama Anak Panti Asuhan

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Aula Jenderal Sudirman, Makorem 081/Dhirotsaha Jaya, Jalan Pahlawan No. 50 Kota Madiun, Kamis (12/3/2026). Korem 081/DSJ menggelar peringatan Nuzulul Quran yang dirangkaikan dengan kegiatan buka puasa bersama. Kegiatan tersebut diikuti oleh prajurit TNI, aparatur sipil negara (ASN), serta anggota Persit dari jajaran Korem 081/DSJ. Momen […]

    Bagikan
  • Arus Balik Lebaran 2026, Lalu Lintas di Tol Ngawi–Kertosono–Kediri Masih Tinggi

    Arus Balik Lebaran 2026, Lalu Lintas di Tol Ngawi–Kertosono–Kediri Masih Tinggi

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Volume kendaraan pada masa arus balik Lebaran 2026 di ruas Tol Ngawi–Kertosono–Kediri masih mengalami peningkatan signifikan. PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) mencatat lonjakan kendaraan yang keluar melalui sejumlah gerbang tol utama dalam beberapa hari terakhir. Data terbaru menunjukkan, Gerbang Tol Madiun dilalui 11.112 kendaraan yang keluar, atau meningkat 174,57 persen […]

    Bagikan
  • Harga Bahan Pokok Melonjak, Sambal Kacang Ikut “Pedas” Pedagang Kecil Tertekan

    Harga Bahan Pokok Melonjak, Sambal Kacang Ikut “Pedas” Pedagang Kecil Tertekan

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kenaikan harga bahan baku kembali menghantam pelaku usaha mikro, khususnya penjual sambal pecel. Lonjakan harga komoditas seperti kacang tanah, cabai, hingga gula membuat biaya produksi meningkat tajam dan berdampak langsung pada harga jual di tingkat pedagang. Berdasarkan pantauan, harga kacang tanah berada di kisaran Rp33 ribu hingga Rp36 ribu per kilogram, […]

    Bagikan
expand_less