Polisi Bantah Membubarkan Diskusi Buku “Reset Indonesia” di Madiun
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month Senin, 22 Des 2025
- visibility 49
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun — Kepolisian membantah tudingan telah membubarkan kegiatan diskusi dan bedah buku Reset Indonesia yang digelar di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Sabtu malam (20/12/2025). Polisi menegaskan tidak pernah mengeluarkan perintah penghentian acara tersebut.
Kapolsek Nglames AKP Gunawan mengatakan pihaknya hanya menerima pemberitahuan kegiatan secara mendadak dan tidak melalui prosedur resmi. Pemberitahuan tersebut diterima pada sore hari menjelang acara dan dikirimkan melalui pesan singkat dalam format PDF.
“Pemberitahuan masuk sangat mepet dan tanggal dalam dokumen tidak sesuai. Itu bukan mekanisme pemberitahuan yang semestinya,” kata Gunawan saat dikonfirmasi, Minggu (21/12/2025).
Gunawan menjelaskan dirinya tidak berada di lokasi kegiatan karena mengikuti agenda lain bersama unsur TNI. Meski demikian, ia telah menginstruksikan sejumlah anggota kepolisian untuk mendatangi lokasi di Pasar Pundensari, Desa Gunungsari, Kecamatan Nglames.
“Kehadiran anggota hanya untuk memastikan situasi aman dan kondusif. Bahkan sebelumnya sudah ada koordinasi dengan panitia agar kegiatan selesai pukul 22.00 WIB,” ujarnya.
Ia menyebut, dugaan penghentian acara lebih berkaitan dengan penilaian pihak pemerintah kecamatan yang menilai kegiatan tersebut belum mengantongi izin lengkap. Namun demikian, kepolisian memastikan tidak ada tindakan pembubaran dari aparat.
“Dari kami tidak ada pembubaran. Kami justru menjalankan tugas pengamanan karena kegiatan melibatkan kerumunan warga,” tegasnya.
Gunawan menambahkan, kepolisian berkomitmen memberikan pengamanan terhadap setiap aktivitas masyarakat, baik yang telah mengantongi izin resmi maupun yang masih sebatas pemberitahuan.
“Selama ada kegiatan yang melibatkan orang banyak, kewajiban kami memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga,” pungkasnya. (Tov/Krs).
- Penulis: Tova Pradana


