
Sinergia | Kota Madiun – Pemantauan harga bahan kebutuhan pokok di Kota Madiun dilakukan Perum Bulog Kantor Cabang Madiun mendekati momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Seperti dalam pemantauan stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pasar Besar Madiun (PBM) pada Rabu (24/12/2025). Saat ini, permintaan beras SPHP di wilayah Perum Bulog Kantor Cabang Madiun mengalami peningkatan.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Madiun, Agung Sarianto mengungkapkan stok beras SPHP ditingkat pedagang pasar dinilai cukup sampai dengan 1 Januari mendatang. Permintaah pun mengalami peningkatan mendekati momen Nataru.
”Alhamdulillah, hari ini kita melakukan pemantauan, pengecekan harga. Saya didampingi dari Dinas Perdagangan Kota Madiun. Bulan-bulan terakhir ini mengalami kenaikan, peningkatan yang cukup signifikan. Jadi hariannya itu selalu di atas 100 ton. Jadi di antara 180-150 ton itu pasti. Pernah mencapai 200 ton untuk di seluruh Cabang Madiun,” terangnya.
Pihaknya pun tetap membatasi permintaan dari pedagang per harinya 2 ton beras SPHP sesuai ketentuan. Namun, jika permintaan dari masyarakat tinggi, Bulog Madiun tetap melayani penambahan stok beras SPHP oleh pedagang.
“Kami memastikan bahwa stoknya di pedagang ini cukup sampai dengan tanggal 1 Januari. Kalau emang masih kurang, dirasa kurang, bisa order kembali ke kami. Kami tetap akan melayani untuk pengorderan beras SPHP,” ujar Agung.
Untuk menekan lonjakan harga bahan kebutuhan pokok, Bulog bersama Dinas Perdagangan Kota Madiun juga menyiagakan Posko Pengendali Harga Sembako di PBM. Bahan pokok yang disediakan seperti beras medium-premium, minyak goreng hingga gula pasir.
“Ini (posko) fungsinya bukan untuk menyaingi pedagang pasar, tapi ini hanya sebagai barometer, pengendali saja. Bila mana harga di luar, kalau ada di atas HET, pembeli bisa datang ke posko untuk berbelanja di posko yang sudah disiapkan oleh Pemkot Madiun berkerjasama dengan kami,” imbuhnya.
Bulog menargetkan Posko Pengendali Harga Sembako ini dapat berkelanjutan. Pasalnya, usai momen Nataru, juga akan disusul dengan bulan Ramadhan dan Idul Fitri tahun depan.
“Ya semoga nanti posko ini bisa berkelanjutan. Jadi tidak mesti harus ada hari raya besar baru bikin, tapi bisa berkelanjutan. Karena sebentar lagi kan setelah selesai Nataru ini, jeda sebentar udah masuk bulan Ramadan di bulan Februari,” kata Agung.
Sementara itu, untuk stok beras di gudang Bulog Madiun saat ini sekitar 58.000 ton. Untuk itu, dihimbau masyarakat untuk tidak panic buying menghadapi momen Nataru karena stok beras dipastikan aman.
“Ini kalau perhitungan antara kebutuhan bantuan pangan dan juga SPHP, untuk 12 bulan saja masih sangat aman sekali. Jadi masyarakat enggak perlu khawatir, jangan ada panik-panik terhadap komoniti beras khususnya, dan komoniti yang lainnya, karena insyaallah selalu siap untuk mensuplai kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.(Kris).