Berita Terkini
Trending Tags

Lelang Jabatan Sekda Ponorogo Sepi Peminat, Belum Ada Pelamar

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
  • visibility 178
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
gambar ilustrasi meja sekda ponorogo

Sinergia | Ponorogo — Lelang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ponorogo hingga kini masih sepi peminat. Hingga Kamis (19/2/2026), belum ada satupun pelamar yang mengirimkan berkas maupun melakukan submit formulir pendaftaran pada seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama tersebut.

Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah, mengingat posisi Sekda merupakan jabatan strategis yang berperan penting dalam mengkoordinasikan jalannya pemerintahan daerah.

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo, Suko Widodo, menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara terbuka sesuai arahan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Ponorogo, Lisdyarita. Pemerintah daerah mendorong pejabat eselon II yang telah memenuhi syarat agar berpartisipasi sehingga seleksi berjalan kompetitif.

Menurutnya, lelang jabatan ini tidak hanya diperuntukkan bagi ASN di lingkungan Pemkab Ponorogo, melainkan juga terbuka bagi seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di Jawa Timur yang memenuhi persyaratan administrasi.

“Tidak hanya dari Ponorogo saja, lelang jabatan ini terbuka untuk seluruh PNS di Jawa Timur yang telah memenuhi syarat,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh proses seleksi ditangani langsung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur setelah Pemkab Ponorogo melakukan konsultasi. Panitia seleksi (Pansel) diketuai Kepala BKPSDM Jawa Timur, dengan sekretaris dari Inspektorat Provinsi Jawa Timur serta anggota dari kalangan akademisi.

“Semua proses di-handle provinsi, kami di daerah hanya melakukan pemantauan,” tegasnya.

Adapun persyaratan umum pendaftaran di antaranya batas usia maksimal 58 tahun saat pelantikan, memiliki sertifikat pelatihan kepemimpinan, pendidikan minimal Sarjana (S1) atau Diploma IV (D-IV), serta diutamakan berpendidikan Magister (S2).

Selain itu, pelamar wajib memiliki pangkat minimal Pembina Tingkat I (Golongan IV/b), pengalaman tugas terkait jabatan minimal lima tahun secara kumulatif, serta pernah atau sedang menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama sekurang-kurangnya dua tahun pada dua perangkat daerah yang berbeda.

Suko menambahkan, calon peserta dapat mengakses laman resmi yang telah ditunjuk panitia seleksi untuk mengetahui persyaratan dan mekanisme pendaftaran secara lengkap.(ega).

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Kris/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • SPMB 2025, Pagus Siswa 45 dari 56 SMP Negeri di Ponorogo Tidak Terpenuhi

    SPMB 2025, Pagus Siswa 45 dari 56 SMP Negeri di Ponorogo Tidak Terpenuhi

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Puluhan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Ponorogo mengalami kekurangan murid pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026. Hingga penutupan pendaftaran akhir Juni lalu, tercatat masih ada ratusan bangku kosong. Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Ponorogo, Nurhadi Hanuri, menyebutkan dari total 56 SMP Negeri, sebanyak 45 sekolah belum […]

    Bagikan
  • Kejari Kabupaten Madiun Musnahkan Barang Bukti 51 Perkara, Narkotika Mendominasi

    Kejari Kabupaten Madiun Musnahkan Barang Bukti 51 Perkara, Narkotika Mendominasi

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun, Jawa Timur, memusnahkan barang bukti dari 51 perkara yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah), Rabu (11/06/2025). Barang bukti yang dimusnahkan didominasi oleh kasus penyalahgunaan narkotika. Proses pemusnahan dilakukan di halaman kantor Kejari Kabupaten Madiun, sebagai bagian dari komitmen aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti perkara yang […]

    Bagikan
  • Pernikahan Usia Dini di Magetan Masih Terjadi, Mayoritas karena Kehamilan

    Pernikahan Usia Dini di Magetan Masih Terjadi, Mayoritas karena Kehamilan

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Meskipun jumlahnya terus menurun dalam lima tahun terakhir, pernikahan usia dini di Kabupaten Magetan belum sepenuhnya hilang. Hingga awal Agustus 2025, tercatat 38 pasangan muda mengajukan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama. Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Magetan, Miftahuddin, menyebut sebagian besar pengajuan dipicu […]

    Bagikan
  • Miniatur Sound Horeg Laris Manis di Tengah Polemik Fatwa Haram, Pengrajin Kebanjiran Pesanan

    Miniatur Sound Horeg Laris Manis di Tengah Polemik Fatwa Haram, Pengrajin Kebanjiran Pesanan

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Di tengah polemik fatwa haram terkait sound horeg yang dikeluarkan sejumlah pesantren di Jawa Timur, fenomena tersebut justru membawa berkah bagi Rafli Eko Nurcahyo (25), warga Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Ia tetap kebanjiran pesanan miniatur sound horeg yang ia produksi secara mandiri. Rafli yang juga pemilik RQ […]

    Bagikan
  • Kota Madiun Masuk Top 5 I-SIM 2025, Wali Kota Optimistis Tembus Tiga Besar Nasional

    Kota Madiun Masuk Top 5 I-SIM 2025, Wali Kota Optimistis Tembus Tiga Besar Nasional

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Kota Madiun kembali mencatat prestasi di tingkat nasional setelah berhasil masuk Top 5 dalam program Integrated Sustainable Indonesia Movement (I-SIM) 2025. Program yang digagas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) bekerja sama dengan PT Surveyor Indonesia ini menilai berbagai inovasi pembangunan berkelanjutan dari pemerintah kota se-Indonesia. Dari total 82 peserta, Kota […]

    Bagikan
  • Pengasuh Ponpes di Ngawi Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Tiga Santriwati

    Pengasuh Ponpes di Ngawi Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Tiga Santriwati

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 1.262
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Seorang pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ngawitan Sunan Kalijogo di Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dilaporkan ke polisi atas dugaan pencabulan terhadap tiga santriwati. Terlapor diketahui adalah DAN (50). Kasus ini kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ngawi setelah para korban resmi melapor pada Jumat […]

    Bagikan
expand_less