
Sinergia | Kota Madiun – Di era digitalisasi serta keterbukaan publik, penyajian informasi yang akurat dan akuntabel sangatlah penting. Hal itu tentu bertujuan untuk memberikan pencerahan kepada publik agar tidak termakan berita bohong atau hoaks. Disinilah peran humas sebuah organisasi sangat penting sebagai corong informasi.
Dalam upaya memperkuat peran humas, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kehumasan tingkat intermediate di Graha Krida Budaya, Jalan Merak Nomor 10, Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Diklat ini berlangsung pada 10-11 Januari 2026 yang diikuti oleh anggota humas dari cabang-cabang PSHT yang ada di wilayah Provinsi Jawa Timur.
Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, R. Moerdjoko mengatakan Diklat ini menjadi bagian dari upaya organisasi untuk memperkuat peran kehumasan dalam menyampaikan informasi. Diklat kehumasan ini dilaksanakan secara bertahap. Untuk tahap awal, peserta difokuskan dari cabang-cabang di Jawa Timur, sebelum nantinya diperluas ke cabang di luar wilayah tersebut.
“Selama dua hari ini kami menyelenggarakan Diklat Kehumasan level intermediate yang diikuti humas dari cabang-cabang se-Jawa Timur. Untuk tahap berikutnya, baru akan diikuti humas dari cabang-cabang di luar Jawa Timur,” ujar Kangmas Moerdjoko, Sabtu (10/01/2026).
Diklat ini bertujuan meningkatkan kapasitas humas agar mampu menyampaikan informasi organisasi secara tepat, akurat, dan berimbang. Selain itu, juga menyebarluaskan kegiatan-kegiatan positif PSHT kepada masyarakat.
“Yang kami harapkan, humas PSHT dapat memberikan informasi yang benar tentang organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate, baik kepada anggota maupun kepada masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pusat PSHT Pusat Madiun, Issoebiantoro, menegaskan bahwa humas memiliki peran strategis sebagai corong utama organisasi dalam menyampaikan berbagai kegiatan PSHT secara transparan dan profesional. Menurutnya, penguatan fungsi kehumasan sejalan dengan nilai luhur ajaran PSHT yang menekankan budi pekerti, etika, serta koordinasi yang baik dalam organisasi.
“Dengan adanya diklat ini, kami berharap humas menjadi salah satu corong utama untuk mensyiarkan seluruh kegiatan Persaudaraan Setia Hati Terate, menyampaikan berita-berita yang baik, positif, dan transparan. Tugas kita adalah menyampaikan tujuan yang berbudi luhur, baik, agar generasi muda mengenal SH Terate yang sebenarnya,” katanya.
Terkait perkembangan media sosial, pihaknya menekankan pentingnya edukasi terkait etika publikasi, khususnya terkait kesakralan latihan PSHT.
“Nantinya humas akan diberikan pemahaman bagaimana menyampaikan ajaran Terate dengan benar. Kehumasan ini harus ditingkatkan secara profesional agar informasi yang disampaikan bisa menjangkau seluruh cabang, bahkan dunia,” pungkasnya( Kris).