
Sinergia | Kota Madiun – Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Pemerintah Kota Madiun menjadi salah satu fokus Wali Kota Madiun, Maidi. Kebijakan itu sejalan dengan visi yang diusungnya serta bagian dari Kota Madiun sebagai Smart City. Untuk itu, Maidi menekankan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Madiun bisa kuliah hingga ke tingkat S2 dan Doktor.
“Sering saya sampaikan Eselon II itu harus Doktor, Eselon III itu S2 paling tidak, Doktor juga boleh. Yang belum kuliah harus kuliah, kita biayai semuanya, termasuk masyarakat,” ujar Maidi usai Sosialisasi Program Pendidikan Lanjutan bagi ASN bersama Sekolah Tinggi Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya di gedung GCIO pada Senin (12/01/2026).
Pemkot Madiun telah memiliki program bea pascasarjana bagi ASN. Beasiswa jenjang magister atau S2 menerima beasiswa bantuan belajar sebesar Rp10 juta per semester.
Sedangkan untuk doktoral atau S3 masing-masing menerima bantuan Rp12,5 juta per semester dengan maksimal bantuan Rp100 juta.
“Kota yang mendunia itu tidak bisa kita fikir sendiri. OPD kita harus ada pendampingan. Ahlinya dan juga perubahan SDM. Maka dengan kondisi ini, mulai dari tata kotanya hingga tata SDM-nya harus siap,” imbuh Maidi.
Maidi juga menegaskan kepala sekolah di Kota Madiun minimal harus S2. Program beasiswa yang telah digagas dinilai penting bagi ASN dalam menunjang tingkat pendidikan dan karier mereka. “Kepala sekolah punya ilmu harus banyak, karena dia harus mentransfer kepada guru-guru. Itu sangat penting agar bisa mengikuti perkembangan dunia,” tegasnya.
Program beasiswa Pemkot Madiun tidak hanya ditujukan bagi ASN. Namun, masyarakat Kota Madiun yang memenuhi syarat pun bisa mengajukan beasiswa untuk jenjang S1. Bahkan, program beasiswa bagi masyarakat tersebut sudah berjalan sejak 2019 lalu.(Kris).