Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Mengintip Keseruan Para Remaja Bermain Layangan Aduan di Ponorogo

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
  • visibility 322
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Seorang remaja tengah bermain layangan aduan, Foto : Ega Patria – Sinergia

Sinergia | Kab. Ponorogo – Libur sekolah menjadi momen yang dimanfaatkan anak-anak dan remaja di Ponorogo untuk bermain layangan aduan. Setiap sore, Lapangan Panahan Suromenggolo dipenuhi belasan warga yang memainkan permainan tradisional ini. Meski terkesan jadul, layangan aduan rupanya masih menjadi primadona, terutama di kalangan kawula muda.

Permainan layangan aduan atau yang dikenal dengan istilah “layangan sukoi”, dimainkan dengan cara menerbangkan layangan lalu saling mengadu benang hingga salah satu putus di udara. Ketangkasan dan kejelian membaca arah angin menjadi kunci kemenangan. Layangan yang bertahan di langit dan berhasil memutuskan benang lawan, dinyatakan sebagai juara.

Ardi Laksono, salah satu pemain layangan, mengungkapkan permainan ini menjadi agenda tahunan saat musim kemarau tiba.

“Anak-anak dan remaja biasanya sudah tahu, kalau liburan datang waktunya bermain layangan. Ini bukan sekadar permainan, tapi juga tradisi,” ujarnya.

Dalam sehari, seorang pemain bisa menghabiskan enam hingga lima belas layangan.

“Kadang nggak terasa, mulai dari jam empat sore sampai magrib, bisa habis lebih dari 10 layangan karena lawannya banyak. Apalagi kalau sudah kalah, jadi penasaran pengen balas,” tambah Ardi.

Tak hanya para pemain, anak-anak lain juga turut meramaikan suasana dengan berburu layangan putus. Rafael Pratama, seorang pemburu layangan, mengaku telah mengumpulkan sekitar 15 buah layangan hanya dalam satu sore.

“Ini buat diadu lagi, bukan dijual. Seru aja kejar-kejaran layangan yang jatuh,” katanya antusias.

Permainan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menuntut biaya. Harga benang layangan khusus aduan bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Bahan benang dan teknik pembuatan yang khusus bertujuan agar tidak mudah putus saat bertarung di udara.

Sony Dwi Prastyo, warga lainnya, mengajak anak-anaknya bermain layangan sebagai alternatif hiburan selama libur sekolah.

“Daripada main gadget terus, mending ke sini sore-sore. Bisa olahraga, ketemu teman-teman, dan tetap menjaga tradisi,” ujarnya.

Fenomena ini menjadi bukti bahwa di tengah gempuran permainan digital, layangan aduan tetap punya tempat di hati masyarakat. Tradisi yang sederhana namun sarat makna, mengajarkan sportivitas, kesabaran, dan semangat kebersamaan di antara generasi muda Ponorogo.

Ega Patria – Sinergia 

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • MPFC Bekuk PSIL Lumajang, Uji Coba Jelang Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur

    MPFC Bekuk PSIL Lumajang, Uji Coba Jelang Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dukungan penuh dari suporter Great Bull Boys menggema di Stadion Wilis dan menjadi energi tambahan bagi Madiun Putra FC (MPFC). Tim berjuluk Blue Force itu sukses meraih kemenangan meyakinkan 2–0 atas PSIL Lumajang dalam laga uji coba jelang bergulirnya Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur. Dua gol MPFC masing-masing dicetak […]

    Bagikan
  • Bulog Madiun Targetkan Serapan Gabah 100.120 Ton dan Jagung 10.105 Ton di Tahun 2026

    Bulog Madiun Targetkan Serapan Gabah 100.120 Ton dan Jagung 10.105 Ton di Tahun 2026

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Perum Bulog Cabang Madiun mulai melakukan penyerapan terhadap gabah dan beras hasil panen petani. Tidak hanya komoditi padi, Bulog juga menyerap untuk komoditi jagung di wilayah Kota/Kabupaten Madiun serta Ngawi. Tahun 2026 ini, target serapan gabah Bulog Madiun mencapai 100.120 ton serta jagung 10.105 ton. “Target Kantor cabang Madiun ini […]

    Bagikan
  • Kecelakaan Beruntun di Tol Ngawi-Madiun, Pengemudi Pick Up Meninggal Dunia

    Kecelakaan Beruntun di Tol Ngawi-Madiun, Pengemudi Pick Up Meninggal Dunia

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kecelakaan lalu lintas beruntun melibatkan empat kendaraan terjadi di Jalan Tol Ngawi–Madiun KM 594.200 A, wilayah Desa Gunungan, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 05.15 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang pengemudi kendaraan pick up meninggal dunia. Korban diketahui berinisial M.H. (50), laki-laki, warga Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya. Korban mengalami […]

    Bagikan
  • 20 Bidang Aset Pemkab Magetan Bersertifikat Senilai Rp. 5,11 Miliar

    20 Bidang Aset Pemkab Magetan Bersertifikat Senilai Rp. 5,11 Miliar

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya penyelamatan dan pemulihan aset milik Pemerintah Kabupaten Magetan terus dilakukan melalui penertiban administrasi dan legalitas kepemilikan. Sebanyak 20 bidang tanah/aset daerah dengan total luas 17.544 meter persegi kini telah memiliki sertifikat dan diserahkan dalam rangka penyelamatan serta pemulihan aset Pemkab Magetan melalui pendampingan Jaksa Pengacara Negara Kejaksaan Negeri Magetan. Total […]

    Bagikan
  • Lagi, Petani di Madiun Tewas Tersengat Jebakan Tikus Listrik

    Lagi, Petani di Madiun Tewas Tersengat Jebakan Tikus Listrik

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sarno (61) warga Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, ditemukan tewas di area persawahan setelah tersengat aliran listrik dari jebakan tikus. Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu (10/5/2025) sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu, korban diduga terpeleset ketika hendak menanam padi di sawah milik warga bernama Supriyono. Menurut […]

    Bagikan
  • Kebakaran Lereng Lawu Meluas ke Hutan Lindung Ngawi, Luasan Capai 15 Hektare

    Kebakaran Lereng Lawu Meluas ke Hutan Lindung Ngawi, Luasan Capai 15 Hektare

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu memasuki hari ketiga dan masih menyisakan sejumlah titik api. Api yang sebelumnya membakar kawasan hutan di wilayah Kabupaten Magetan kini bergerak ke arah utara dan telah memasuki kawasan hutan lindung di wilayah Kabupaten Ngawi. Waka Administratur Lawu Ds Hermawan mengatakan, berdasarkan pemantauan hingga Rabu (16/9/2026) […]

    Bagikan
expand_less