
Sinergia | Kab Madiun – Program unggulan Bupati Madiun, Hari Wuryanto, satu rumah satu pohon, ternyata dikeroyok semua desa.Buktinya, tahun anggaran 2026 ini belanja bantuan bibit alpukat dan mangga dari 198 desa tembus di kisaran Rp. 6 Milyard.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, (DPMD) Supriadi mengatakan pos belanja dari masing masing desa untuk program satu rumah satu pohon tidak sama. “Tiap tiap desa tidak sama karena anggaran yang diterima desa juga berbeda,” tegasnya, Selasa (13/01/2025).
Namun begitu sesuai data yang sementara sudah masuk di DPMD, tahun ini dipastikan semua desa sudah memasukkan anggaran untuk belanja bibit alpukat dan mangga.
“Kalau tahun 2025 lalu memang tidak semua desa menganggarkan pembelian bibitnya. Namun belanja dalam program ini untuk tahun anggaran 2026 klir semua,” ujar alumni kampus Jatinangor angkatan 04 itu.
Supriadi mengungkap, dukungan dari desa dalam rangka mempercepat visi dan misi Bersahaja diperkirakan rata rata sekitar Rp. 30 juta setiap desa, atau totalnya dikisaran hampir Rp. 6 Milyard.
“Ada yang pasang anggaran dibawah Rp 30 juta, ada juga diatasnya, kenapa tidak sama karena jumlah sasaran penerima di tiap desa juga tidak sama,” tegasnya.
Sementara Pj Sekda Pemkab Madiun, Sigit Budiarto mengatakan selama dua hari ini sudah dilakukan pendataan menyeluruh untuk mendukung program unggulan. “Tiap desa rentang anggaranya bisa antara Rp.30 juta sampai Rp. 35 jutaan,” katanya.
Anggaran pembelian bibit tambahnya bisa diambilkan dari pos APBDes mana saja asalkan tidak melabrak regulasi. Begitu juga jenis bibitnya disesuaikan kondisi geografis.
“Ya tentu dilihat dulu lokasi cocoknya apa mangga atau alpukat. Misalkan cocok alpukat ya tanam alpukat. Kalau mangga jenis gadung,” ujar Sigit.
Sementara itu hasil uji petik redaksi Sinergia.com dari tiga desa di Kecamatan Jiwan yaitu Teguhan, Wayut dan Metesih sudah memasang anggaran belanja bibit yang di sesuaikan jumlah penerima.
Desa Wayut menyediakan anggaran Rp. 29 juta, jumlah rumah penerima sebanyak 83. Desa Teguhan lebih banyak penerima yaitu 137 rumah dengan anggaran Rp. 39 Juta. Sedangkan Desa Metesih memasang Rp. 9 juta untuk 219 rumah tangga penerima. (Ndor/Kris).