Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Serbu Musim Durian Dagangan, Juga Menikmati Sajian Es Teler Durian

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
  • visibility 394
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Musim panen durian di wilayah dagangan diserbu para pecinta raja buah, Foro : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Musim panen durian kembali membawa berkah bagi Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Dusun Segulung, Desa Segulung, yang berada di kawasan pegunungan, berubah menjadi magnet bagi para pecinta durian dari berbagai daerah. 

Tak hanya berburu buah durian segar, pengunjung juga dimanjakan dengan suasana sejuk dan sajian kuliner khas berbahan durian.

Pembeli datang silih berganti, mulai dari warga lokal hingga pengunjung luar daerah. Mereka rela menempuh perjalanan jauh demi menikmati durian langsung dari kebun petani.

Salah satu pengunjung, Eldyssa Rakhma Pridianti, warga Kecamatan Saradan, mengaku rutin datang ke Dagangan setiap musim durian tiba. Menurutnya, kelengkapan jenis durian menjadi daya tarik utama kawasan ini.

“Kalau beli di bawah pilihannya terbatas. Di sini lengkap, suasananya juga sejuk, banyak pepohonan, jadi makin nyaman,” tuturnya.

Tak hanya dari wilayah Madiun, pengunjung juga datang dari luar kota. Anggun Annisa Putri, warga Kabupaten Jombang, mengaku sengaja datang ke Dagangan setelah mendapat rekomendasi dari teman-temannya.

“Saya berangkat dari Jombang karena katanya duriannya manis dan enak. Di sini nyaman, bisa makan durian langsung di pegunungan,” kata Anggun, Sabtu (17/1/2026).

Kenikmatan menyantap durian di Dagangan semakin lengkap dengan hadirnya menu olahan berbahan durian, salah satunya es teler durian. Sajian ini menjadi pilihan favorit pengunjung setelah menikmati durian segar, terutama di siang hari.

“Selain makan durian, di sini juga ada es teler durian. Rasanya segar, cocok dinikmati di udara dingin pegunungan,” tambah Anggun.

Image Not Found
Salah satu jenis durian unggulan di kawasan dagangan, Foto ; Tova-Sinergia

Menurut para penjual, pilihan durian di kawasan Dagangan sangat beragam. Mulai dari durian lokal khas Segulung hingga jenis premium seperti Montong, Bawor, Kani, Musang King, dan Duri Hitam, tersedia di lapak-lapak pedagang.

Petani sekaligus penjual durian, Winanto, mengatakan saat musim panen raya, pasokan durian bisa mencapai ratusan hingga ribuan buah setiap harinya.

“Kalau musim raya, stok sehari bisa 500 sampai 1.000 buah. Itu hasil dari petani sekitar yang kami tampung,” jelasnya.

Meski tersedia durian premium, Winanto menyebut durian lokal justru menjadi primadona. “Peminat durian lokal lebih banyak karena harganya terjangkau. Rasanya juga khas, ada manis, ada manis pahit,” ungkapnya.

Harga durian lokal bervariasi, tergantung ukuran dan kualitas. Mulai dari Rp25 ribu per buah hingga Rp150 ribu untuk ukuran besar. Dalam sehari, Winanto mengaku mampu menjual sekitar 500 hingga 700 buah durian.

“Musim durian biasanya mulai Oktober, tapi ramai sejak Desember. Puncaknya Januari sampai awal Februari,” pungkasnya. Musim durian di Dagangan bukan sekadar soal buah, tetapi juga pengalaman. Perpaduan durian segar, es teler durian, udara pegunungan, dan panorama alam menjadikan kawasan ini destinasi favorit wisata kuliner musiman di Kabupaten Madiun.(Tov/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Serapan APBD Kabupaten Madiun Baru 44,24 Persen, Proyek Fisik Belum Berjalan Akibat Gejolak Harga

    Serapan APBD Kabupaten Madiun Baru 44,24 Persen, Proyek Fisik Belum Berjalan Akibat Gejolak Harga

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Madiun hingga awal Juli 2026 mencapai 44,24 persen. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun tetap optimistis target penyerapan anggaran bisa mendekati 97 persen hingga akhir tahun meski proyek pembangunan fisik belum mulai dikerjakan. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Madiun, Hadi […]

    Bagikan
  • Suami Jadi Tersangka Pembunuhan Mayat Perempuan di Hutan Jati Sampung Ponorogo

    Suami Jadi Tersangka Pembunuhan Mayat Perempuan di Hutan Jati Sampung Ponorogo

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Misteri penemuan mayat perempuan di hutan jati Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Ponorogo, akhirnya terungkap. Satreskrim Polres Ponorogo menetapkan Hartono (30), suami korban sebagai tersangka pembunuhan. Korban Alip Rahayu Arianti (ARA), 30 tahun, warga Desa Bandar, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Tersangka Hartono merupakan warga Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. […]

    Bagikan
  • Hutan Jati di Gunung Bancak Magetan Terbakar, Api Sempat Mendekati Permukiman

    Hutan Jati di Gunung Bancak Magetan Terbakar, Api Sempat Mendekati Permukiman

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kebakaran melanda kawasan hutan jati di Gunung Bancak, Desa Krowe, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Senin (21/9/2026) petang. Api membakar sekitar enam hektare kawasan hutan jati dan sempat mendekati permukiman warga. Babinsa Desa Krowe, Sertu Suprapto, mengatakan laporan kebakaran diterima Koramil dan Polsek sekitar pukul 18.00 WIB setelah warga melaporkan […]

    Bagikan
  • Akses Dusun Ngukir Madiun Kembali Terbuka Usai Longsor, Gotong Royong TNI dan Warga Jadi Kunci

    Akses Dusun Ngukir Madiun Kembali Terbuka Usai Longsor, Gotong Royong TNI dan Warga Jadi Kunci

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Akses jalan di Dusun Ngukir, Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, yang sempat tertutup longsor selama satu hari, kini telah kembali terbuka dan dapat dilalui warga, Rabu (8/4/2026). Jalan tersebut memiliki peran vital bagi masyarakat setempat. Selain menjadi penghubung antarwilayah, akses ini juga merupakan jalur utama untuk aktivitas harian seperti menuju […]

    Bagikan
  • Upaya Bipartit Deadlock, Tuntutan Eks Karyawan MUS Belum Menemukan Titik Temu

    Upaya Bipartit Deadlock, Tuntutan Eks Karyawan MUS Belum Menemukan Titik Temu

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Negosiasi antara Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR) dan manajemen Madiun Umbul Square (MUS) kembali berakhir tanpa kesepakatan. Hingga Jumat (05/09/2025), persoalan tunggakan gaji dan pesangon bagi 14 mantan karyawan masih belum terselesaikan. Ketua SBMR, Aris Budiono, menegaskan pihaknya menuntut pembayaran hak normatif karyawan senilai Rp504 juta. Angka itu terdiri dari […]

    Bagikan
  • Sepi Pembeli, Penjualan Gerabah Tradisional di Magetan Merosot Saat Bulan Suro

    Sepi Pembeli, Penjualan Gerabah Tradisional di Magetan Merosot Saat Bulan Suro

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Bulan Suro yang selama ini identik dengan berbagai tradisi adat dan ritual masyarakat Jawa ternyata belum mampu mendongkrak penjualan gerabah tradisional di Kabupaten Magetan. Para pedagang gerabah di kawasan Pasar Sayur Magetan mengaku mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pantauan di sejumlah lapak gerabah menunjukkan berbagai produk tradisional […]

    Bagikan
expand_less