Berita Terkini
Trending Tags

Sepi Pembeli, Penjualan Gerabah Tradisional di Magetan Merosot Saat Bulan Suro

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
  • visibility 188
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pedagang gerabah Magetan keluhkan sepinya pembeli. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Bulan Suro yang selama ini identik dengan berbagai tradisi adat dan ritual masyarakat Jawa ternyata belum mampu mendongkrak penjualan gerabah tradisional di Kabupaten Magetan. Para pedagang gerabah di kawasan Pasar Sayur Magetan mengaku mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pantauan di sejumlah lapak gerabah menunjukkan berbagai produk tradisional seperti ngaron, kendi, hingga kwali kecil masih tersusun rapi. Namun, kondisi pasar tampak jauh lebih sepi. Aktivitas transaksi yang biasanya meningkat menjelang dan selama Bulan Suro kini tidak lagi seramai beberapa tahun lalu.

Salah seorang pedagang gerabah, Jono, mengatakan bahwa dalam dua tahun terakhir penjualan gerabah yang biasanya digunakan untuk kebutuhan tradisi Bulan Suro terus mengalami penurunan. Padahal, momen pergantian tahun Jawa selama ini dikenal sebagai musim ramai bagi para pedagang gerabah.

“Kalau dulu saat Bulan Suro bisa terjual sampai 400 sampai 500 biji. Sekarang paling banyak sekitar 20 biji saja. Jauh sekali bedanya,” ujar Jono.

Menurutnya, menurunnya jumlah pembeli membuat stok gerabah masih banyak tersimpan di lapak. Kondisi tersebut memaksa pedagang mengurangi pasokan dari para pengrajin karena khawatir barang tidak laku terjual.

Meski permintaan menurun, harga gerabah tradisional relatif stabil. Ngaron ukuran besar dijual sekitar Rp20 ribu per buah, sedangkan ukuran kecil dibanderol Rp10 ribu. Untuk kendi, harganya berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per buah, sementara kwali kecil dijual seharga Rp15 ribu.

Jono menilai perubahan pola belanja masyarakat menjadi salah satu penyebab utama lesunya penjualan gerabah. Selain semakin banyak warga yang berbelanja secara daring, produk berbahan plastik juga dinilai lebih praktis dan mudah ditemukan di pasaran.

“Sekarang orang banyak yang beli barang lewat online. Selain itu, banyak juga yang beralih ke wadah plastik karena lebih mudah dicari dan dianggap lebih praktis,” katanya.

Fenomena tersebut tidak hanya berdampak pada pedagang, tetapi juga berpotensi memengaruhi keberlangsungan kerajinan gerabah tradisional yang selama ini menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat. Padahal sejumlah jenis gerabah masih digunakan dalam berbagai ritual adat dan tradisi yang berkaitan dengan Bulan Suro.

Menurunnya minat masyarakat terhadap gerabah tradisional dinilai menjadi tantangan tersendiri di tengah perubahan gaya hidup yang semakin mengutamakan kepraktisan. Jika kondisi ini terus berlangsung, keberadaan produk gerabah dikhawatirkan semakin terpinggirkan oleh produk pabrikan modern.

Para pedagang berharap ada upaya pelestarian dan promosi terhadap produk gerabah lokal agar tetap diminati masyarakat. Selain memiliki nilai fungsi, gerabah juga menyimpan nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

“Harapannya masyarakat masih mau menggunakan gerabah, terutama untuk kebutuhan tradisi. Kalau tidak ada yang membeli, lama-lama kerajinan seperti ini bisa semakin berkurang,” tutur Jono.

Meski menghadapi berbagai tantangan, para pedagang tetap optimistis gerabah tradisional memiliki pasar tersendiri. Mereka berharap momentum Bulan Suro dan berbagai kegiatan budaya di Magetan dapat kembali mengangkat minat masyarakat terhadap produk kerajinan lokal sehingga tradisi dan kearifan budaya yang melekat pada gerabah tetap lestari. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Angka Pelanggaran dan Kecelakaan Turun, Operasi Zebra 2025 di Kota Madiun Beri Hasil Positif

    Angka Pelanggaran dan Kecelakaan Turun, Operasi Zebra 2025 di Kota Madiun Beri Hasil Positif

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2025 yang digelar serentak mulai 17 hingga 30 November membawa dampak positif bagi situasi lalu lintas di wilayah hukum Polres Madiun Kota. Data kepolisian menunjukkan penurunan pada angka pelanggaran yang ditindak melalui tilang elektronik (ETLE), serta penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas dibandingkan tahun sebelumnya. AKP Nanang […]

    Bagikan
  • Hardiknas 2026 Magetan, Aspirasi Siswa Minta Sekolah Ramah Anak hingga Fasilitas Digital

    Hardiknas 2026 Magetan, Aspirasi Siswa Minta Sekolah Ramah Anak hingga Fasilitas Digital

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Magetan tidak hanya diwarnai tari massal ribuan guru dan pelajar. Momentum tersebut juga menjadi panggung bagi para siswa untuk menyampaikan aspirasi terkait masa depan pendidikan kepada Pemerintah Kabupaten Magetan. Dalam kegiatan yang digelar di Alun-Alun Magetan, Senin sore (25/5/2026), sejumlah perwakilan siswa dari […]

    Bagikan
  • Pria Pengamen Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Kekerasan

    Pria Pengamen Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Kekerasan

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 362
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Warga di kawasan Jalan Bangka, Kabupaten Magetan, dikejutkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di dalam kamar kos, Sabtu (16/5/2026). Kejadian ini sempat mengundang perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi. Laporan masyarakat yang masuk sekitar pukul 08.00 WIB langsung ditindaklanjuti petugas Polsek Magetan Kota bersama tim medis. Setibanya di […]

    Bagikan
  • Parade Military Drum Band 2026 Kota Madiun Diserbu Ribuan Penonton, Atraksi Peserta Sepanjang Rute Bikin Terpukau

    Parade Military Drum Band 2026 Kota Madiun Diserbu Ribuan Penonton, Atraksi Peserta Sepanjang Rute Bikin Terpukau

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Gelaran peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun semakin semarak dengan hadirnya Parade Military Drum Band 2026, Sabtu (20/6/2026). Ribuan warga tumpah ruah memadati sepanjang rute parade, mulai Jalan Pahlawan depan Balai Kota hingga Stadion Wilis, untuk menyaksikan aksi memukau para peserta yang menampilkan keterampilan, kekompakan, dan atraksi penuh disiplin. Tepuk […]

    Bagikan
  • Implementasikan SE, Bupati Madiun Gowes ke Puspem Caruban

    Implementasikan SE, Bupati Madiun Gowes ke Puspem Caruban

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Bupati Madiun Hari Wuryanto memilih bersepeda sejauh sekitar 22 kilometer dari Rumah Dinas Pendopo Muda Graha menuju Pusat Pemerintahan (Puspem) Caruban, Jumat (10/4/2026). Aksi itu menjadi bentuk implementasi kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) sekaligus upaya mendukung efisiensi energi sesuai arahan pemerintah pusat. Kebijakan WFH tersebut tertuang […]

    Bagikan
  • Pemkab dan DPRD Kabupaten Madiun Teken Pakta Integritas Antikorupsi 2:45 Play Button

    Pemkab dan DPRD Kabupaten Madiun Teken Pakta Integritas Antikorupsi

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 349
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Madiun menandatangani Pakta Integritas Antikorupsi dalam rapat paripurna pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) non-APBD, Kamis (29/1/2026). Penandatanganan tersebut juga diikuti jajaran eksekutif yang diwakili Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wakil Bupati Purnomo Hadi. Penandatanganan pakta integritas ini disebut sebagai bentuk penguatan komitmen legislatif dan eksekutif dalam […]

    Bagikan
expand_less