
Sinergia | Kota Madiun – Banjir yang menggenangi jalur kereta api di wilayah Daop 1 Jakarta dan Daop 4 Semarang berdampak pada perjalanan KA di wilayah KAI Daop 7 Madiun. Akibat banjir yang makin meluas, PT KAI melakukan sejumlah pembatalan dan rekayasa perjalanan sejumlah KA jarak jauh. Daop 7 Madiun mencatat sebanyak 4 KA terpaksa dilakukan pembatalan demi keselamatan penumpang.
“Seiring bertambahnya titik banjir dan tingginya potensi keterlambatan, KAI melakukan rekayasa pola operasi, termasuk pengalihan rute, pembatasan kecepatan, hingga pembatalan perjalanan kereta api,” ujar Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari dalam siaran pers Minggu (18/01/2026).
Dampak rekayasa pola operasi tersebut, sejumlah KA jarak jauh yang berangkat dari maupun melintasi wilayah Daop 7 Madiun dibatalkan. Diantaranya KA 151 Brantas relasi Blitar–Pasarsenen, KA 152 Brantas relasi Pasarsenen–Blitar, KA 269 Matarmaja relasi Malang–Pasarsenen dan KA 270 Matarmaja relasi Pasarsenen–Malang.
“Atas pembatalan itu, KAI memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen kepada pelanggan sesuai ketentuan yang berlaku,” terangnya.

Tohari menambahkan selain pembatalan, sejumlah KA jarak jauh juga mengalami keterlambatan signifikan. Berdasarkan data KAI hingga Minggu (18/1/2026) pukul 06.00 WIB, keterlambatan KA yang melintasi wilayah Daop 7 Madiun diantaranya KA Matarmaja (KA 270) relasi Pasarsenen–Malang terlambat 648 menit dan berada di Karangsono, KA Brantas (KA PLB 152) relasi Pasarsenen–Blitar terlambat 678 menit dan berada di Pemalang. Selain itu, juga KA Brawijaya (KA 38) relasi Gambir–Malang terlambat 622 menit dan berada di Petarukan dan KA Majapahit (KA PLB 246B) relasi Pasarsenen–Malang terlambat 499 menit dan berada di Pemalang.
“KAI berkomitmen untuk terus menyampaikan informasi terkini seiring perkembangan penanganan di lapangan,” pungkas Tohari.(Kris).