Berita Terkini
Trending Tags

Unik! Hampers Pempek Jadi Tren Parsel Lebaran di Ponorogo, Dipesan Hingga 500 Paket

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
  • visibility 355
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Hampers pempek pilihan parcel yang praktis, terjangkau dan bisa dikonsumsi, (18/3/2026), Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, berbagai jenis hampers mulai diburu masyarakat. Di Ponorogo, Jawa Timur, hampers pempek menjadi salah satu pilihan parsel Lebaran karena dinilai praktis, terjangkau, dan memiliki cita rasa lezat.

Tak perlu jauh-jauh ke Palembang untuk menikmati pempek khas Sumatera Selatan. Di Ponorogo, usaha kuliner Pempek Rinenggo yang berlokasi di Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan, menyajikan pempek dengan racikan rempah khas Palembang yang disesuaikan dengan selera masyarakat Jawa.

Memasuki bulan Ramadan hingga menjelang Lebaran, pesanan hampers pempek terus mengalami peningkatan. Produk ini banyak diminati sebagai parsel karena dianggap berbeda dari hampers pada umumnya. Selain praktis untuk dibagikan, harganya juga cukup terjangkau.

Untuk satu paket hampers, harga dibanderol mulai Rp55 ribu hingga Rp150 ribu, tergantung isi dan ukuran. Pemilik usaha, Rahmiyani, mengaku sejak awal Ramadan pesanan terus bertambah. Dalam satu bulan, omzet penjualan bahkan bisa mencapai hingga Rp90 juta.

Image Not Found
Pempek Rinenggo dibanderol mulai Rp55 ribu hingga Rp115 ribu per paket, Foto : Ega-Sinergia

“Alhamdulillah, di akhir Ramadan ini ramai sekali. Harga mulai Rp55 ribu hingga Rp115 ribu per paket. Pesanan bisa mencapai 500 paket, bahkan tahun ini meningkat dua kali lipat dibanding Lebaran tahun lalu,” ujarnya (18/3).

Perkembangan usaha ini terbilang pesat. Pada awal merintis, Rahmiyani hanya mengolah satu hingga tiga kilogram ikan per hari. Kini, kebutuhan bahan baku meningkat hingga 150 kilogram per hari. Bahkan, produk pempek tersebut telah dikirim ke luar negeri, seperti Hongkong dan Malaysia.

Untuk menjaga keaslian rasa, sejumlah bahan dan rempah, termasuk gula, didatangkan langsung dari Palembang. Selain itu, pempek ini juga memiliki daya tahan yang cukup lama. Jika disimpan di chiller, pempek dapat bertahan empat hingga lima hari, sedangkan jika disimpan di freezer bisa bertahan hingga tiga bulan.

Sementara itu, salah satu pembeli, Eli Mariyanti, mengaku memilih hampers pempek karena praktis dan memiliki rasa yang lezat. Menurutnya, hampers ini menjadi alternatif parsel Lebaran yang berbeda untuk dibagikan kepada keluarga maupun kerabat.

“Pesan pempek untuk hampers, lebih praktis dan rasanya enak. Untuk sahabat dan keluarga, ini sudah dua kali Lebaran saya pesan. Awalnya coba-coba, ternyata enak,” ungkapnya.

Dengan kepraktisan, cita rasa khas, serta harga yang terjangkau, hampers pempek menjadi salah satu pilihan menarik bagi masyarakat Ponorogo dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Realisasi PAD Madiun Baru 59 Persen, Sektor PBB Kurang Rp9,6 Miliar Dikebut Jelang Jatuh Tempo

    Realisasi PAD Madiun Baru 59 Persen, Sektor PBB Kurang Rp9,6 Miliar Dikebut Jelang Jatuh Tempo

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Madiun hingga 31 Agustus 2026 baru mencapai sekitar 59 persen atau Rp253,8 miliar dari target Rp433,2 miliar. Pemerintah Kabupaten Madiun kini menggenjot sejumlah sektor penerimaan, terutama Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang masih menyisakan kekurangan Rp9,6 miliar menjelang jatuh tempo pembayaran. Sekretaris Badan Pendapatan Daerah […]

    Bagikan
  • Polisi Bantah Membubarkan Diskusi Buku “Reset Indonesia” di Madiun

    Polisi Bantah Membubarkan Diskusi Buku “Reset Indonesia” di Madiun

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Kepolisian membantah tudingan telah membubarkan kegiatan diskusi dan bedah buku Reset Indonesia yang digelar di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Sabtu malam (20/12/2025). Polisi menegaskan tidak pernah mengeluarkan perintah penghentian acara tersebut. Kapolsek Nglames AKP Gunawan mengatakan pihaknya hanya menerima pemberitahuan kegiatan secara mendadak dan tidak melalui prosedur resmi. Pemberitahuan tersebut diterima […]

    Bagikan
  • Kekeringan Ancam Ratusan Hektare Sawah di Madiun, PUPR Hanya Punya 300 Sumur Air Tanah

    Kekeringan Ancam Ratusan Hektare Sawah di Madiun, PUPR Hanya Punya 300 Sumur Air Tanah

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Ancaman kekeringan mulai membayangi lahan pertanian di Kabupaten Madiun. Keterbatasan sumber air menjadi persoalan serius bagi petani, terutama ketika debit waduk dan embung terus menyusut selama musim kemarau. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Madiun saat ini hanya memiliki sekitar 300 sumur air tanah untuk membantu menopang kebutuhan irigasi. […]

    Bagikan
  • CCTV Ungkap Aksi Pencurian di Pasar Plaosan, Pelaku Gondol 17 Botol Minyak Goreng

    CCTV Ungkap Aksi Pencurian di Pasar Plaosan, Pelaku Gondol 17 Botol Minyak Goreng

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Aksi pencurian yang terekam kamera pengawas (CCTV) di kawasan Pasar Plaosan, Kabupaten Magetan, menyita perhatian publik setelah videonya viral di media sosial. Dua pemuda tak dikenal nekat membobol lapak pedagang dengan cara memanjat pagar dan merusak gembok gudang. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu malam (2/5/2026). Dalam rekaman CCTV yang beredar, kedua […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Siapkan Rp55 Miliar untuk Infrastruktur Jalan pada 2026

    Pemkab Magetan Siapkan Rp55 Miliar untuk Infrastruktur Jalan pada 2026

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan mengalokasikan sekitar Rp. 55 miliar pada 2026 untuk berbagai kegiatan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan. Anggaran tersebut bersumber dari anggaran induk maupun yang direncanakan melalui Perubahan APBD (P-APBD). Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti mengatakan, anggaran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menangani kerusakan jalan secara bertahap dengan […]

    Bagikan
  • Dindik Ponorogo Ungkap Rincian Dana Hilang di SMPN 1 Pulung

    Dindik Ponorogo Ungkap Rincian Dana Hilang di SMPN 1 Pulung

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo  – Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo mengungkap rincian dana yang hilang dalam kasus pembobolan brankas di SMP Negeri 1 Pulung. Sekretaris Dinas Pendidikan Ponorogo, Farida Nuraini, menjelaskan bahwa total kerugian mencapai sekitar Rp182 juta, terdiri dari dana sosial guru dan dana komite sekolah. “Uang yang hilang sesuai laporan kepala sekolah yakni Rp. 14 […]

    Bagikan
expand_less