Berita Terkini
Trending Tags

Polisi Amankan 7 Anak Pembuat Petasan dan Balon Udara di Sukorejo Ponorogo

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
  • visibility 106
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Polsek Sukorejo amankan balon udara, selongsong petasan berbagai ukuran, petasan siap ledak, serta bahan peledak, (18/3/2026), Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Aparat Polsek Sukorejo mengamankan tujuh anak di bawah umur yang kedapatan membuat petasan dan balon udara tanpa awak di dua desa berbeda, Rabu (18/3/2026). Mirisnya, bahan pembungkus petasan diketahui menggunakan kertas buku pelajaran sekolah.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat dan orang tua yang resah karena anak-anak mereka kerap berkumpul untuk membuat petasan dan balon udara, meski telah berulang kali diperingatkan.

Tiga anak diamankan di Desa Lengkong, Kecamatan Sukorejo, setelah kedapatan membuat puluhan petasan berbagai ukuran. Aktivitas tersebut dilakukan di rumah milik Malikah, warga Dukuh Sawahan RT 02 RW 02.

Sementara itu, empat anak lainnya diamankan di Desa Gandukepuh, tepatnya di rumah milik Moh. Indrik, Dukuh Tempuran RT 02 RW 02. Di lokasi ini, petugas menemukan balon udara berukuran besar dengan panjang sekitar 8,4 meter dan diameter 4 meter.

Kapolsek Sukorejo, Iptu Agus Tri Cahyo Wiyono, mengatakan para anak tersebut membuat petasan secara otodidak dengan belajar dari media sosial. Bahan-bahan seperti serbuk peledak dibeli secara patungan, baik dari toko maupun secara daring.

“Anak-anak ini belajar dari media sosial, kemudian membeli bahan secara patungan. Bahkan untuk kertas, mereka menggunakan buku pelajaran sekolah,” ujarnya.

Image Not Found
Ketujuh anak dibawah umur pelaku pembuat petasan meminta maaf ke orang tua masing masing, Foto : Ega-Sinergia

Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa balon udara, selongsong petasan berbagai ukuran, petasan siap ledak, serta bahan peledak seperti serbuk belerang dan booster.

Meski demikian, mengingat para pelaku masih di bawah umur, polisi tidak melakukan proses hukum lebih lanjut. Ketujuh anak tersebut hanya diberikan pembinaan, peringatan, serta diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.

Polisi juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama menjelang perayaan hari besar keagamaan yang kerap diwarnai dengan penggunaan petasan dan balon udara.

“Ke depan, kami akan meningkatkan langkah preventif dan penegakan hukum agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPC PKB Madiun Ajak Kader Teladani 3 Sosok Pahlawan Nasional 2025 Asal Jatim

    DPC PKB Madiun Ajak Kader Teladani 3 Sosok Pahlawan Nasional 2025 Asal Jatim

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Madiun menggelar Ngaji Politik Kebangsaan sekaligus tasyakuran atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional tahun 2025 kepada tiga tokoh besar bangsa yakni K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Syaikhona Kholil Bangkalan, dan Marsinah. Acara berlangsung di kantor DPC PKB Kabupaten Madiun, Kamis (13/11/2025), dan […]

    Bagikan
  • Peringatan Hari Nyepi Ditutup Dharma Shanti, Masyarakat Jawa Timur Guyub Rukun

    Peringatan Hari Nyepi Ditutup Dharma Shanti, Masyarakat Jawa Timur Guyub Rukun

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Sinergia | Pasuruan – Sebagai puncak rangkaian peringatan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1947 (2025), ribuan umat Hindu dari seluruh Jawa Timur mengikuti kegiatan Dharma Shanti yang digelar di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan, Pasuruan, pada Sabtu (11/05/2025). Tak hanya umat, kegiatan ini juga dihadiri oleh seluruh pengurus dan perwakilan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dari tingkat […]

    Bagikan
  • Polemik Tak Berujung PBNU, Ini Sikap PCNU Kota Madiun

    Polemik Tak Berujung PBNU, Ini Sikap PCNU Kota Madiun

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Polemik di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hingga kini belum ada kata selesai. Menyikapi hal itu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Madiun membuat pernyataan sikap bersama syuriah-tanfidziyah. Selain itu, juga meninda atas musyawarah kubro Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, pada Minggu (21/12/2025) lalu. Ketua PCNU Kota Madiun, KH […]

    Bagikan
  • Kasus Suspek Campak di Magetan Capai 10 Orang, Dinkes Perketat Pemantauan

    Kasus Suspek Campak di Magetan Capai 10 Orang, Dinkes Perketat Pemantauan

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan meningkatkan kewaspadaan setelah mendapati 10 warga berstatus suspek campak di awal tahun 2026. Mereka tersebar di delapan kecamatan dan kini berada dalam pemantauan intensif fasilitas kesehatan setempat. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Magetan, Suwantyo, menyebut temuan tersebut tercatat hingga pekan ke-9 tahun ini. Ia menegaskan […]

    Bagikan
  • Harga Jual Anjlok, Petani Bawang Merah di Magetan Makin Merana Akibat Serangan Hama

    Harga Jual Anjlok, Petani Bawang Merah di Magetan Makin Merana Akibat Serangan Hama

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Petani bawang merah di Kabupaten Magetan menghadapi tantangan berat pada musim tanam kali ini. Selain ancaman hama, anjloknya harga jual di pasaran turut menambah beban petani. Suratin (50), Petani Bawang Merah asal Desa Panekan, mengungkapkan bahwa serangan ulat menjadi kendala paling serius saat ini. Menurutnya, hama tersebut sangat sulit dikendalikan, terutama […]

    Bagikan
  • Kekayaan Agus Pramonon Sekda “Satu Dekade” Ponorogo Jadi Sorotan Usai Terjaring OTT KPK

    Kekayaan Agus Pramonon Sekda “Satu Dekade” Ponorogo Jadi Sorotan Usai Terjaring OTT KPK

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Nama Agus Pramono, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ponorogo, tengah menjadi perhatian publik. Ia dikabarkan termasuk di antara pejabat yang diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (07/11/2025) sore. Agus bukan sosok baru di lingkungan birokrasi Ponorogo. Ia telah menjabat sebagai Sekda sejak tahun 2012 dan masih […]

    Bagikan
expand_less