Berita Terkini
Trending Tags

KAI Daop 7 Madiun Berlakukan Tarif Khusus, Perjalanan Kereta Jadi Lebih Hemat

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
  • visibility 327
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Stasiun Kereta Api Madiun. Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menghadirkan tarif khusus untuk sejumlah rute perjalanan kereta api mulai 11 Maret 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan pilihan perjalanan yang lebih hemat bagi masyarakat, khususnya di wilayah Madiun dan sekitarnya.

Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan penerapan tarif khusus tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau.

“Penerapan tarif khusus ini menjadi bagian dari strategi kami untuk memberikan kemudahan akses perjalanan bagi masyarakat, khususnya di wilayah kerja Daop 7 Madiun. Kami ingin kereta api tetap menjadi pilihan utama yang kompetitif dan ekonomis,” ujarnya.

Beberapa rute yang mendapatkan tarif khusus di antaranya perjalanan dari Madiun menuju sejumlah kota tujuan seperti Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, hingga Blitar dan Kediri. Tarif yang ditawarkan bervariasi mulai dari Rp60.000 hingga Rp190.000, tergantung rute dan kelas layanan.

KAI menetapkan sejumlah ketentuan untuk pemesanan tiket tarif khusus tersebut. Tiket hanya dapat dibeli mulai dua jam sebelum keberangkatan kereta api dengan sistem go show. Hal itu tergantung pada ketersediaan tempat duduk. Pembelian dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI maupun di loket stasiun.

Tarif Khusus KAI Daop 7 Madiun
Tarif Khusus KAI Daop 7 Madiun

Selain itu, tiket dengan tarif khusus tidak dapat digabungkan dengan program reduksi atau diskon lainnya, kecuali untuk reduksi pegawai.

Sementara itu, berdasarkan data terbaru pada Kamis (12/3/2026), KAI Daop 7 Madiun mencatat sebanyak 3.780 penumpang berangkat dan 6.926 penumpang tiba di wilayah Daop 7. Secara kumulatif sejak dimulainya masa angkutan Lebaran pada 11 Maret 2026, tercatat 8.963 penumpang berangkat dan 13.758 penumpang tiba.

KAI Daop 7 Madiun juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan ketersediaan tiket pada masa pra-Lebaran, karena masih banyak kursi yang tersedia untuk kereta api yang berangkat dari maupun melintasi wilayah Daop 7.

“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program ini dengan mengecek ketersediaan tiket secara berkala melalui aplikasi Access by KAI. Dengan harga yang lebih terjangkau, kami harap mobilitas masyarakat antar kota dapat semakin meningkat,” kata Tohari. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Arrachmando

Rekomendasi Untuk Anda

  • Babinsa Manguharjo Tangkap Ular Sanca 2,5 Meter yang Mangsa Ayam Warga

    Babinsa Manguharjo Tangkap Ular Sanca 2,5 Meter yang Mangsa Ayam Warga

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Seekor ular sanca kembang sepanjang sekitar 2,5 meter berhasil ditangkap oleh Babinsa Kelurahan Manguharjo, Peltu Handoko, setelah memangsa seekor ayam jantan milik warga di Perum Bumi Winongo Indah, Kelurahan Manguharjo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Jumat (21/11/2025). Aksi penangkapan tersebut sempat direkam warga dan tersebar luas di media sosial. Peltu Handoko, […]

    Bagikan
  • Wisata Telaga Sarangan Sepi Saat Lebaran? Pelaku Usaha Soroti Minim Atraksi dan Promosi

    Wisata Telaga Sarangan Sepi Saat Lebaran? Pelaku Usaha Soroti Minim Atraksi dan Promosi

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Kunjungan wisatawan ke kawasan Telaga Sarangan selama libur Lebaran 2026 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Meski sempat membludak pada puncak liburan, tren keseluruhan menunjukkan jumlah wisatawan dan lama tinggal (length of stay) yang menurun. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Magetan, Nunung Widyastuti, menjelaskan bahwa kondisi tersebut bukan berarti kawasan wisata […]

    Bagikan
  • Kecelakaan di Tol Madiun Bus Pariwisata Tumbur Kijang Innova

    Kecelakaan di Tol Madiun Bus Pariwisata Tumbur Kijang Innova

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Insiden  kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Tol Ngawi-Kertosono KM 617+900, tepatnya di Desa Sidorejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Minggu  (16/02/2025). Kecelakaan ini melibatkan dua kendaraan, yakni Toyota Kijang Innova dengan nomor polisi S 1050 PY dan Bus Pariwisata Karyajasa bernomor polisi AB 7869 AS.  Usai melakukan olah TKP, Kanit […]

    Bagikan
  • Program TPS 3R DLHKP Magetan Dikritik : Banyak Dibangun, Minim Pengelolaan

    Program TPS 3R DLHKP Magetan Dikritik : Banyak Dibangun, Minim Pengelolaan

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Program Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) yang digagas Dinas Lingkungan Hidup dan Ketahanan Pangan (DLHKP) Kabupaten Magetan menuai sorotan tajam. Meskipun belasan unit TPS 3R telah dibangun, pelaksanaan di lapangan dinilai belum mencerminkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Tercatat sedikitnya 22 titik TPS 3R telah berdiri di berbagai wilayah Magetan. Selain […]

    Bagikan
  • Pedagang Alun-Alun Madiun Tolak Relokasi, Tuntut Kepastian Jam Operasional

    Pedagang Alun-Alun Madiun Tolak Relokasi, Tuntut Kepastian Jam Operasional

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 527
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Puluhan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Alun-Alun Kota Madiun mendatangi Kantor Dinas Perdagangan setempat untuk meminta kejelasan terkait isu relokasi dan pengaturan jam operasional. Aksi ini dipicu kekhawatiran pedagang atas rencana pemindahan lokasi berjualan yang dinilai belum memiliki konsep matang. Perwakilan pedagang, Dedy Luryanto, mengatakan para PKL menolak keras […]

    Bagikan
  • Oknum Karyawan Perhutani Terlibat, Polisi Tangkap 2 Orang Pembawa Kayu Jati Ilegal

    Oknum Karyawan Perhutani Terlibat, Polisi Tangkap 2 Orang Pembawa Kayu Jati Ilegal

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kasus jual beli kayu jati ilegal berhasil digagalkan Polres Ponorogo. Sebanyak 40 gelondongan kayu jati diamankan petugas saat diangkut menggunakan sebuah truk di Jalan Raya Ponorogo–Wonogiri, Kecamatan Badegan, Jumat (08/08/2025) lalu. Kayu bernilai puluhan juta rupiah itu diduga hasil pembalakan liar di kawasan hutan Perhutani. Dua orang pelaku turut diamankan dalam […]

    Bagikan
expand_less