Angin Kencang Terjang Magetan, 15 Pohon Tumbang dan Rumah Hingga Pengendara Tertimpa Pohon
- account_circle Kusnanto
- calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
- visibility 13
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan — Angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Magetan sejak Sabtu (24/1/2026) memicu serangkaian kejadian pohon tumbang di sejumlah titik. Insiden paling parah terjadi di jalur wisata Sarangan–Tawangmangu, tepatnya di Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan. Sebuah pohon besar tumbang dan melintang di badan jalan sekitar pukul 07.00 WIB.
Akibatnya, arus lalu lintas arah Magetan – Tawangmangu dan sebaliknya sempat terhenti total. Petugas gabungan dari TNI, Polri, dan BPBD Magetan diterjunkan untuk membuka akses jalan.
Tak hanya di jalur Cemoro Sewu–Sarangan, kejadian serupa terjadi di ruas jalan penghubung Gorang-Gareng – Magetan. Warga bersama aparat kepolisian terpaksa menerapkan sistem buka tutup untuk mengurai kemacetan. Di titik ini, sebuah pohon tumbang bahkan menimpa pengendara sepeda motor. Korban mengalami luka ringan dan motornya mengalami kerusakan.
“Sekitar 30 menit sebelum kami tiba, angin sangat besar. Pohon langsung tumbang dan menimpa satu pengendara motor. Motornya rusak, tapi pengendaranya bisa berjalan sendiri. Kami bersama pihak Koramil, Polsek, dan warga langsung mengatur lalu lintas sambil menunggu BPBD datang,” ujar Wahyu Widodo, warga setempat.
Selain menimpa pengguna jalan, angin kencang juga merusak bangunan. Sebuah minimarket di Kelurahan Milangasri, Kecamatan Panekan, mengalami kerusakan berat pada bagian atap setelah tertimpa pohon. Karyawan dibantu petugas mengevakuasi barang dagangan yang tertimbun material bangunan.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan, Eka Wahyudi, menjelaskan bahwa fenomena angin kencang ini berkaitan dengan dampak tidak langsung bibit siklon tropis 91S.
“BMKG menyampaikan adanya pengaruh bibit siklon 91S yang menyebabkan hujan dan angin kencang dengan kecepatan mencapai 50 knots. Kondisi ini diperkirakan mereda dalam 72 jam ke depan,” ujarnya.
Menurut data BPBD, setidaknya 15 titik pohon tumbang terjadi di berbagai wilayah, termasuk yang sempat memutus akses jalur provinsi Sarangan–Tawangmangu.
“Ada tujuh rumah warga yang tertimpa pohon dan dua orang mengalami luka ringan. Kerusakan paling parah salah satunya terjadi di bangunan minimarket yang atapnya jebol,” tambahnya.
BPBD mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas luar ruangan, terutama di jalan raya yang rawan tertimpa pohon atau material lain.(Kus/Krs).
- Penulis: Kusnanto

