
Sinergia | Kab.Madiun – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan Pasar Murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Lapangan Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Minggu (14/12/2025). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi di daerah.
Ratusan warga tampak memadati lokasi sejak siang hari untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar. Antusiasme warga terlihat dari antrean panjang di sejumlah lapak.
Sriatun, salah satu warga, mengaku rela menunggu lama demi mendapatkan harga yang lebih terjangkau. “Saya beli bawang merah, bawang putih, minyak, dan gula. Selisih harganya lumayan, bisa Rp2.000 sampai Rp3.000 per item,” kata Sriatun.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, Pasar Murah merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan pemerintah kabupaten dan kota dalam pengendalian inflasi daerah.
“Pasar Murah bukan kompetitor pasar tradisional. Ini salah satu instrumen pemerintah untuk melakukan penetrasi harga dan menekan inflasi,” ujar Khofifah usai meninjau lokasi, Minggu sore.
Ia mengatakan, setiap kunjungan kerja jajaran Pemprov Jatim diupayakan selalu dibarengi dengan pelaksanaan Pasar Murah. Lokasinya pun diatur agar tidak berdekatan dengan pasar tradisional.
Menurut Khofifah, kebutuhan masyarakat biasanya meningkat pada momen tertentu, seperti menjelang Natal dan Tahun Baru maupun Hari Raya Idul Fitri. Karena itu, program pengendalian harga perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Apa yang kami lakukan bersama bupati dan wali kota selalu diiringi dengan program komplementaritas seperti Pasar Murah,” ujarnya.
Selain membantu masyarakat, Pasar Murah juga dinilai dapat menjadi sarana promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Produk unggulan daerah dapat dikurasi dan dikembangkan agar memiliki pasar yang lebih luas.
“Ini bisa menjadi sinergi dengan UMKM setempat dan dilanjutkan dalam misi dagang,” kata Khofifah.
Beras SPHP yang di pasaran dijual sekitar Rp13.000 per kilogram, pada Pasar Murah dilepas Rp11.000 per kilogram atau Rp55.000 per lima kilogram. Telur ayam dijual Rp22.000 per kilogram dari harga pasar Rp29.000.
Selain itu, daging ayam dijual Rp30.000 per kilogram dari harga pasar sekitar Rp36.000. Gula pasir yang memiliki harga eceran tertinggi (HET) Rp17.800 dijual Rp14.000 per kilogram, sementara Minyakita dilepas Rp13.000 per liter dari harga pasar Rp16.800. (Tov/Krs).