Berita Terkini
Trending Tags

Relokasi Pedagang Pasar Sayur Magetan, Proses Penataan Masih Berjalan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • visibility 360
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Relokasi 164 Pedagang Pasar Sayur Magetan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Rencana relokasi 164 pedagang yang selama ini berjualan di pelataran Pasar Sayur Magetan memasuki tahap konsolidasi lanjutan. Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memastikan proses penataan ini tidak hanya memindahkan pedagang ke Los Baru di Jalan Tembus Timur. Namun, juga menyiapkan ekosistem perdagangan yang lebih tertib, nyaman, dan berkelanjutan.

Selama bertahun-tahun, para pedagang termasuk pedagang etek Lawu menempati area terbuka tanpa perlindungan memadai. Mereka kerap berjualan dalam kondisi terpapar panas matahari ataupun hujan. Dengan perpindahan ke bangunan permanen di Los Baru, pedagang diharapkan dapat beraktivitas dengan lebih aman karena fasilitas penerangan dan bangunan yang lebih representatif telah disediakan.

Kepala Disperindag Magetan, Sucipto, menegaskan bahwa pemerintah Kabupaten Magetan telah menjalin komunikasi intensif dengan paguyuban pedagang untuk memastikan relokasi berjalan lancar.

“Kami berterima kasih karena kini sudah ada paguyuban sehingga komunikasi lebih jelas. Permintaan pedagang sudah kami catat dan akan kami koordinasikan dengan Bupati. Untuk waktu pemindahan, kami masih akan melakukan pemetaan dan pengukuran ulang, termasuk pembagian zona pedagang,” ujar Sucipto

Image Not Found
Lokasi Pasar sayur magetan baru. Foto : Kus-Sinergia

Paguyuban Pedagang Malam serta Paguyuban Etek Lawu meminta jaminan bahwa area lama benar-benar akan disterilkan dari aktivitas perdagangan setelah relokasi berlangsung. Kekhawatiran terbesar mereka adalah kemungkinan adanya pedagang baru yang mengambil alih lokasi lama.

Permintaan pedagang terkait ukuran los juga menjadi perhatian. Meskipun ukuran standar telah ditetapkan, Disperindag akan mengukur ulang bersama perwakilan paguyuban mengingat kebutuhan setiap pedagang tidak sama.

Isu paling krusial yang mengemuka adalah akses jalan menuju Los Baru. Para pedagang menilai area baru akan sulit berkembang jika jalur selatan dan utara tetap buntu. Tanpa arus mobilitas pembeli, mereka khawatir omzet penjualan akan merosot.

Garjito, salah satu perwakilan pedagang, menegaskan bahwa akses jalan adalah syarat utama keberlangsungan usaha.

“Kalau jalan itu buntu, pasar tidak akan hidup. Pembeli butuh akses. Kami minta jalur selatan dibuka sampai tembus ke utara dulu. Itu permintaan kami yang paling penting,” ujarnya.

Sejumlah pedagang meminta agar pembangunan akses jalan dilakukan sebelum relokasi dimulai. Mereka menilai keberhasilan penataan kawasan tidak hanya bergantung pada bangunan, tetapi juga pada kelancaran sirkulasi pengunjung.

Saat ini, jumlah pedagang yang sudah terdata di dalam los mencapai 88 orang, dengan total keseluruhan pedagang mencapai 164 orang. Disperindag menegaskan bahwa zonasi akan ditata kembali agar tidak terjadi tumpang tindih dan agar area pasar bisa berfungsi secara optimal.

Pemerintah Kabupaten Magetan berharap langkah relokasi ini dapat mengakhiri praktik jual beli di area terbuka yang rentan menimbulkan kemacetan, kesemrawutan, dan persoalan kebersihan. Dengan komunikasi yang kini lebih terbuka melalui paguyuban, proses penataan diharapkan berjalan lebih humanis dan tidak menyingkirkan pedagang.(Kus/Kris).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Langkah Pemkot Madiun Dalam Penataan Pedagang Kaki Lima

    Ini Langkah Pemkot Madiun Dalam Penataan Pedagang Kaki Lima

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pedagang Kaki Lima (PKL) menjadi salah satu penggerak ekonomi di masyarakat. Untuk itu, Pemerintah Kota Madiun mengambil langkah bagi para PKL bukan berupa penertiban, melainkan penataan. Hal itu ditegaskan Wakil Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun dalam sosialisasi Peraturan Daerah serta Peraturan Wali Kota Madiun tentang PKL yang diikuti pelaku […]

    Bagikan
  • Musim Kemarau, DPUPR Magetan Andalkan 125 Sumur untuk Jaga Pasokan Air 27 Ribu Hektare Sawah

    Musim Kemarau, DPUPR Magetan Andalkan 125 Sumur untuk Jaga Pasokan Air 27 Ribu Hektare Sawah

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan mengoptimalkan sumber daya air untuk menjaga ketersediaan pasokan irigasi bagi lahan pertanian selama musim kemarau. Sebanyak 125 sumur yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten disiapkan sebagai salah satu sumber suplai air bagi lahan sawah yang tersebar di wilayah Magetan. Kepala Dinas PUPR Kabupaten […]

    Bagikan
  • Heri Lentho Dorong Magetan Kembangkan Event Wisata Nasional Berbasis Budaya Lokal

    Heri Lentho Dorong Magetan Kembangkan Event Wisata Nasional Berbasis Budaya Lokal

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Seniman dan budayawan Heri Prasetyo, atau yang lebih dikenal sebagai Heri Lentho, kembali mengingatkan besarnya peluang Magetan untuk melangkah lebih jauh di panggung pariwisata nasional. Dalam paparannya pada kegiatan Bimtek Penyelenggaraan Event Nasional di Hotel Bukit Bintang Magetan, ia menilai bahwa daerah ini sebenarnya memiliki perpaduan unik antara kekuatan alam dan […]

    Bagikan
  • Gerak Cepat Polisi Bekuk Komplotan Pembobol Toko Emas Rp. 1 Miliar Kurang dari 24 Jam

    Gerak Cepat Polisi Bekuk Komplotan Pembobol Toko Emas Rp. 1 Miliar Kurang dari 24 Jam

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Jajaran Kepolisian Resor Magetan bergerak cepat mengungkap kasus pembobolan Toko Emas Senna Golden Star di Jalan Raya Bendo, Dusun Dermo, Desa Belotan, Kecamatan Bendo. Dalam waktu kurang dari 24 jam, lima tersangka berhasil ditangkap di sebuah rumah kos wilayah Jiwan, Kabupaten Madiun. Kasus pencurian itu pertama kali terungkap pada Rabu pagi […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Perkuat Transparansi, Wali Kota Maidi Gandeng BPK dan BPKP Periksa Keuangan Daerah

    Pemkot Madiun Perkuat Transparansi, Wali Kota Maidi Gandeng BPK dan BPKP Periksa Keuangan Daerah

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun kembali menunjukkan komitmennya terhadap tata kelola keuangan yang terbuka dan akuntabel. Wali Kota Madiun, Maidi, berencana melibatkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan audit menyeluruh terhadap keuangan daerah. Langkah ini, menurut Maidi, menjadi bukti nyata pelaksanaan visi dan misi pemerintahannya […]

    Bagikan
  • DPRD Madiun Kritik Kinerja Damkar, Dorong Jadi OPD Mandiri dan Tambah Armada

    DPRD Madiun Kritik Kinerja Damkar, Dorong Jadi OPD Mandiri dan Tambah Armada

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Madiun, Purwadi, mengkritisi penanganan kebakaran di wilayahnya yang dinilai belum maksimal. Evaluasi tersebut mengemuka setelah sejumlah insiden kebakaran terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Purwadi menilai, secara kelembagaan, bidang pemadam kebakaran (Damkar) sudah seharusnya berdiri sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) tersendiri dan tidak lagi bergabung dengan Satuan […]

    Bagikan
expand_less