Kehadiran Becak Listrik, Bupati Madiun : Transportasi Ramah Lingkungan dan Kesejahteraan Abang Becak
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
- visibility 128
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun — Masyarakat Kabupaten Madiun menerima bantuan 200 unit becak listrik dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Penyerahan bantuan berlangsung di Pendopo Ronggo Jumeno, Minggu (8/2/2026).
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat kecil, khususnya para pengemudi becak yang selama ini masih mengandalkan tenaga fisik dalam bekerja.
Menurut Bupati yang akrab disapa mas Hari, kehadiran becak listrik diharapkan dapat meringankan beban kerja pengayuh becak sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka. Selain itu, penggunaan becak listrik dinilai sejalan dengan upaya mendorong transportasi yang lebih ramah lingkungan di daerah.
“Bantuan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam mendukung masyarakat kecil agar tetap bisa bekerja dengan lebih ringan dan layak,” kata Hari dalam sambutannya.
Sinergi Program Pusat dan Daerah
Pemerintah Kabupaten Madiun menilai program becak listrik memiliki keselarasan dengan arah pembangunan daerah. Hari Wuryanto menyebut program nasional ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang disampaikan Presiden Prabowo dinilai sejalan dengan visi daerah Madiun Bersahaja (Bersih, Sehat, dan Sejahtera).
Menurutnya, sinergi tersebut diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga mendukung kebersihan lingkungan dan penguatan citra daerah sebagai wilayah yang ramah wisata. Ia juga mengajak para penerima bantuan untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan serta mendukung pelayanan transportasi bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Madiun.

Pesan kepada Penerima Bantuan
Dalam kesempatan itu, Bupati menekankan sejumlah pesan kepada para penerima becak listrik, di antaranya agar bantuan dirawat dengan baik, digunakan secara aman dan tertib berlalu lintas, serta tidak diperjualbelikan.
Hari Wur menegaskan becak listrik merupakan aset bantuan yang harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan penghasilan sekaligus memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
“Panjenengan semua adalah pahlawan keluarga dan masyarakat karena setiap hari membantu mobilitas warga. Manfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya,” ujarnya.
Pemerintah daerah berharap kehadiran becak listrik dapat menjadi langkah modernisasi transportasi tradisional tanpa meninggalkan identitas lokal. Selain meningkatkan kenyamanan pengemudi dan penumpang, becak listrik juga diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi sektor pariwisata.
Melalui bantuan ini, Pemkab Madiun berharap terbangun sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, serta masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus mendorong transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan di Kabupaten Madiun. (Tov)




- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Arrachmando

