Berita Terkini
Trending Tags

Ironis, Seorang Ayah di Magetan Diduga Aniaya Bayi Baru Lahir hingga Lidah Melepuh

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
  • visibility 351
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Bayi Baru Lahir menjadi korban penganiayaan seorang ayah. Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Kasus kekerasan terhadap bayi mengguncang Kabupaten Magetan. Seorang ayah di Desa Mangunrejo, Kecamatan Kawedanan, diduga tega menyulut lidah bayi yang baru berusia beberapa hari menggunakan korek gas. Aksi keji itu dipicu rasa cemburu dan dugaan perselingkuhan yang tak berdasar.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Saat kejadian, ibu bayi, Purwantini (39), baru saja meninggalkan kamar untuk ke kamar mandi dan menitipkan bayinya kepada sang kakak yang masih berusia 12 tahun. Tak lama, tangis bayi pecah tak wajar. Ketika keluarga mengecek, mereka mendapati bibir dan lidah bayi melepuh seperti terkena panas.

Menurut keterangan keluarga, sebelum bayi menangis histeris, sang ayah, Guritno (43), sempat masuk ke kamar. Dugaan kekerasan menguat karena tak lama setelahnya kondisi bayi berubah drastis.

“Keponakan saya menangis kesakitan tak lama setelah didatangi ayahnya. Saat kami periksa, mulut dan lidahnya sudah melepuh. Kami langsung membawa ke rumah sakit dan melaporkan kejadian ini ke polisi,” ujar Sugiyono, Paman Korban.

Bayi perempuan itu kemudian dilarikan ke RSIA Samudra Husada Magetan untuk mendapat perawatan medis. Dari keterangan keluarga, Guritno diduga terbakar cemburu dan tidak percaya bahwa bayi tersebut adalah anak kandungnya. Ia menuduh istrinya menjalin hubungan dengan pria lain ketika dirinya bekerja di sebuah bengkel motor di Tangerang.

Keluarga juga menyebut Guritno pernah mengucapkan ancaman serius. “Ia pernah bilang akan menghabisi bayi itu dan pria yang dituduh dekat dengan istrinya,” tutur salah satu anggota keluarga yang enggan disebut namanya.

Bahkan, Purwantini disebut sempat mengalami kekerasan fisik saat masih mengandung.

Tokoh masyarakat Desa Mangunrejo, Sukarni, turut mengecam tindakan yang diduga dilakukan Guritno.

“Ini sangat memprihatinkan. Tindakan seperti ini tidak bisa ditoleransi. Pelaku harus diproses hukum,” tegasnya.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Magetan sejak Minggu (15/2/2026). Polisi membenarkan adanya laporan dugaan kekerasan terhadap bayi tersebut.

Image Not Found
Bayi Baru Lahir menjadi korban penganiayaan seorang ayah. Foto : Kusnanto-Sinergia

Kanit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Magetan, Aipda Totok Sudiartanto, menjelaskan pihaknya masih bekerja untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa.

“Kami masih melakukan penyelidikan. Anggota sedang mendalami penyebab luka dan siapa pelakunya,” ujarnya melalui pesan singkat.

Hingga kini, terduga pelaku telah dimintai keterangan namun belum diamankan. Polisi menyatakan membutuhkan pendalaman tambahan untuk memastikan kronologi dan motif.

Bayi malang tersebut hingga kini dirawat intensif di Rumah Sakit Ibu dan Anak Samudra Husada Magetan. Tim medis memastikan kondisi bayi stabil meski mengalami luka di bagian mulut.

Kasus ini memicu reaksi publik dan menjadi perhatian besar masyarakat Magetan, mengingat korban adalah bayi yang baru beberapa hari melihat dunia.(Kus).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Kris/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Monyet Legendaris Warung Puncak Gunung Lawu, Keluarga Mbok Yem Upayakan Temon Kembali

    Monyet Legendaris Warung Puncak Gunung Lawu, Keluarga Mbok Yem Upayakan Temon Kembali

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kepergian Mbok Yem, pemilik warung legendaris di puncak Gunung Lawu, meninggalkan sosok monyet jantan bernama Temon, hewan peliharaan yang setia menemani beliau selama bertahun-tahun. Kini, pasca wafatnya Mbok Yem pada 23 April 2025 lalu, keberadaan Temon justru menjadi sumber polemik. Monyet yang selama ini menjadi daya tarik para pendaki di […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Akui Pengawasan Pokir Terbatas, Wabup: Praktik di Lapangan di Luar Kewenangan

    Pemkab Magetan Akui Pengawasan Pokir Terbatas, Wabup: Praktik di Lapangan di Luar Kewenangan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan menyampaikan sikap resmi terkait mencuatnya kasus dugaan korupsi dana hibah pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD yang saat ini tengah ditangani aparat penegak hukum. Pemkab menegaskan bahwa pengawasan yang dilakukan selama ini lebih bersifat administratif, sementara praktik di lapangan berada di luar jangkauan kewenangan eksekutif. Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, […]

    Bagikan
  • Rentetan Longsor di Magetan, Jalan Tertutup, Air Bersih Terputus, Sekolah Terdampak

    Rentetan Longsor di Magetan, Jalan Tertutup, Air Bersih Terputus, Sekolah Terdampak

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Magetan selama lebih dari dua pekan memicu rentetan longsor di tiga lokasi berbeda pada Jumat (23/05/2025). Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana ini mengganggu aktivitas warga, merusak infrastruktur, dan memicu krisis air bersih di beberapa titik. Longsor pertama terjadi di jalur penghubung antara Wonomulyo dan […]

    Bagikan
  • Polres Madiun Sediakan Layanan Penitipan Kendaraan Gratis untuk Pemudik Lebaran 2025

    Polres Madiun Sediakan Layanan Penitipan Kendaraan Gratis untuk Pemudik Lebaran 2025

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kepolisian Resor Polres Madiun, Jawa Timur, membuka layanan penitipan kendaraan gratis bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran 2025. Layanan ini tersedia di Polres Madiun serta seluruh Polsek jajaran.  Kapolres Madiun, AKBP Mohammad Zainur Rofik, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memberikan rasa aman bagi warga yang meninggalkan kendaraannya […]

    Bagikan
  • Peringati Bulan Bung Karno, Kader PDIP Karangrejo Bersihkan Punden dan Rawat Ruang Budaya Desa

    Peringati Bulan Bung Karno, Kader PDIP Karangrejo Bersihkan Punden dan Rawat Ruang Budaya Desa

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Semangat menjaga lingkungan dan merawat warisan budaya diwujudkan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, melalui kegiatan kerja bakti di kawasan punden Desa Gebyok, Selasa (16/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Juni Bulan Bung Karno yang tahun ini mengusung tema “Merawat Pertiwi”. Kader partai bersama warga […]

    Bagikan
  • Berstatus Waspada, Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu Masih Dibuka

    Berstatus Waspada, Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu Masih Dibuka

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 332
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu saat ini masih beroperasi normal. Namun, pengelola memperingatkan bahwa status pendakian berada pada kondisi waspada seiring cuaca yang mulai tidak menentu dalam beberapa hari terakhir. Jika hujan ekstrem kembali mengguyur kawasan Lawu, jalur berpotensi ditutup sewaktu-waktu demi keselamatan pendaki. Mulyadi, Asper BKPH Lawu Selatan, […]

    Bagikan
expand_less