Berita Terkini
light_mode
Trending Tags

Emak-Emak Ponorogo Putar Otak, Harga Sayur hingga Bapokting Naik di Awal Ramadan

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 26
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
sejumlah bahan pokok dan penting (bapokting) di Pasar Legi Ponorogo mengalami kenaikan bertahap sejak sepekan terakhir menjelang Ramadan. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo — Memasuki awal Ramadan 1447 Hijriah, kenaikan harga sejumlah bahan pokok dan penting (bapokting) mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Ponorogo. Lonjakan harga paling terasa terjadi pada komoditas sayur mayur, bumbu dapur, hingga produk peternakan.

Berdasarkan pantauan di Pasar Legi Ponorogo, Jumat (20/2/2026), sejumlah kebutuhan dapur mengalami kenaikan bertahap sejak sepekan terakhir menjelang Ramadan.

Harga sayur hijau seperti kangkung dan kenikir yang sebelumnya dijual Rp2.000–Rp3.000 per ikat kini naik menjadi Rp4.000 hingga Rp5.000 per ikat. Kenaikan ini membuat pembeli mulai mengurangi jumlah belanja harian.

Di lapak bumbu dapur, cabai rawit masih menjadi komoditas dengan lonjakan paling tajam. Harga cabai rawit kini mencapai Rp105 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp100 ribu per kilogram.

Image Not Found
sejumlah bahan pokok dan penting (bapokting) di Pasar Legi Ponorogo mengalami kenaikan bertahap sejak sepekan terakhir menjelang Ramadan. Foto : Ega-Sinergia

Salah satu Pedagang Bumbu Dapur, Anggriani, mengaku kenaikan harga berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Pembeli yang biasanya membeli dalam jumlah besar kini memilih membeli seperlunya.

“Sekarang banyak yang beli sedikit saja. Biasanya satu kilogram, sekarang paling satu ons. Penjualan juga turun jauh,” ujarnya.

Ia menyebut, jika sebelumnya mampu menjual hingga 40 kilogram cabai per hari, kini penjualan hanya berkisar 10 kilogram.

Selain cabai, bawang merah juga mengalami kenaikan harga. Bawang merah kualitas besar saat ini dijual Rp40 ribu per kilogram, naik dari harga sebelumnya Rp35 ribu per kilogram.

Image Not Found
sejumlah bahan pokok dan penting (bapokting) di Pasar Legi Ponorogo mengalami kenaikan bertahap sejak sepekan terakhir menjelang Ramadan. Foto : Ega-Sinergia

Kenaikan harga juga merambah komoditas peternakan. Daging ayam potong kini menyentuh Rp40 ribu per kilogram, naik dari Rp38 ribu per kilogram pada pekan sebelumnya. Pedagang ayam, Sri Widyastuti, menyebut harga tersebut tergolong tinggi untuk ukuran awal Ramadan.

“Tahun lalu harga segini biasanya mendekati Lebaran. Sekarang baru awal Ramadan sudah naik,” katanya.

Menurutnya, kenaikan harga terjadi meski pasokan ayam di pasaran masih tergolong aman.

Sementara itu, harga telur ayam turut merangkak naik menjadi Rp29 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp27 ribu. Pedagang telur, Sri Afifah, mengatakan kenaikan sudah berlangsung sekitar 10 hari terakhir dan mulai mengurangi jumlah pembeli.

Di sisi lain, para ibu rumah tangga mengaku harus menyesuaikan menu harian akibat kenaikan harga bahan pangan. Henik Lia, warga Kecamatan Babadan, mengaku tetap berbelanja meski dengan porsi lebih sedikit.

“Tadinya mau masak pecel sederhana, tapi sayurnya juga ikut naik. Mau tidak mau tetap beli, cuma dikurangi,” ujarnya.

Kenaikan harga kebutuhan pokok di awal Ramadan ini membuat banyak keluarga harus lebih cermat mengatur pengeluaran, terutama untuk kebutuhan dapur sehari-hari. Pemerintah daerah diharapkan dapat menjaga stabilitas harga agar lonjakan tidak semakin membebani masyarakat selama bulan puasa.(ega).

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Kris/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mudahkan Pelayanan, Disdukcapil Magetan Reformasi Aplikasi Pak Tuwa ke Pak Bagus

    Mudahkan Pelayanan, Disdukcapil Magetan Reformasi Aplikasi Pak Tuwa ke Pak Bagus

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di tengah derasnya arus digitalisasi, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Magetan terus berbenah. Inovasi demi inovasi lahir demi memberikan pelayanan yang lebih praktis, cepat, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern. Salah satu terobosan yang sempat menjadi sorotan adalah hadirnya aplikasi Pak Tuwa. Nama yang terdengar sederhana ini ternyata menyimpan […]

    Bagikan
  • DPRD Ponorogo Bahas PAK 2025 Lebih Awal, Target Selesai Pertengahan Juli

    DPRD Ponorogo Bahas PAK 2025 Lebih Awal, Target Selesai Pertengahan Juli

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo tahun anggaran 2025 mulai dibahas lebih awal. DPRD Ponorogo menggelar sidang paripurna penandatanganan nota kesepakatan bersama perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), Rabu (12/06/2025) di gedung Bappeda Litbang. Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno mengatakan, percepatan pembahasan PAK […]

    Bagikan
  • Kemenag Magetan Gelar Pembekalan Calon Jemaah Haji, Teknis Pemberangkatan Berubah

    Kemenag Magetan Gelar Pembekalan Calon Jemaah Haji, Teknis Pemberangkatan Berubah

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menggelar kegiatan pembekalan bagi 429 calon jemaah haji pada Sabtu (10/5/2025). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons atas perubahan teknis pemberangkatan jemaah haji akibat kebijakan terbaru dari Pemerintah Arab Saudi.  Calon jemaah yang sebelumnya terbagi dalam 9 rombongan dan 1 rombongan tambahan, semula dijadwalkan berangkat […]

    Bagikan
  • Pemerintah Kec Geger Menggelar Bimtek Transparansi Tata Kelola Keuangan Desa

    Pemerintah Kec Geger Menggelar Bimtek Transparansi Tata Kelola Keuangan Desa

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Transparansi dan akuntabel Pengelolaan keuangan di setiap desa menjadi syarat wajib agar tata kelola sesuai regulasi. Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 20 tahun 2018 menjadi payung hukum mengatur azaz dan tata tertib administrasi anggaran di desa. Tranparansi diterjemahkan agar masyarakat bisa mengakses data anggaran di setiap desa tersebut. Paling tidak minimal […]

    Bagikan
  • 5 Pekerja Diduga Terinfeksi HIV, Lokalisasi Pasar Janti Ponorogo Ditutup Total

    5 Pekerja Diduga Terinfeksi HIV, Lokalisasi Pasar Janti Ponorogo Ditutup Total

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Hiruk pikuk lokalisasi Pasar Janti, Kecamatan Jenangan, mendadak senyap. Puluhan warung kopi esek-esek yang selama ini beroperasi di kawasan tersebut resmi ditutup oleh Satpol PP Kabupaten Ponorogo. Penutupan dilakukan setelah muncul temuan mencengangkan yakni lima pekerjanya diduga terinfeksi HIV. Langkah tegas itu diambil menyusul hasil tracing yang dilakukan sejak April lalu […]

    Bagikan
  • PAD Kabupaten Madiun Belum Capai Target, Retribusi RSUD Jadi Penyumbang Defisit Terbesar

    PAD Kabupaten Madiun Belum Capai Target, Retribusi RSUD Jadi Penyumbang Defisit Terbesar

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun — Menjelang penutupan tahun anggaran 2025, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Madiun masih belum mencapai target. Hingga 11 Desember 2025, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mencatat realisasi PAD baru berada di angka 92,48 persen atau Rp. 405,3 miliar dari target Rp. 438,3 miliar. Kekurangan realisasi PAD tersebut didominasi oleh sektor retribusi daerah, […]

    Bagikan
expand_less