Bupati dan Forkopimda Madiun Tinjau Pos Pengamanan Mudik Lebaran 2026, Waspadai 6 Titik Rawan Macet
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
- visibility 36
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah. Hal itu dilakukan melalui pemantauan langsung ke sejumlah Pos Pengamanan (Pospam) oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati Purnomo Hadi dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada Jumat (13/3/2026).
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, pemerintah daerah telah melakukan berbagai persiapan sejak dini guna memastikan pelayanan optimal bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang melintas di wilayah Kabupaten Madiun.
“Ini kita koordinasi seluruh dinas terkait serta pemantauan kondisi jalan. Sebagai persiapan memberikan layanan yang baik dan membantu masyarakat mudik agar merasa aman dan nyaman,” terangnya.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan mengunjungi beberapa pos pengamanan, di antaranya Pos Jiwan, Pos Nglames di kawasan PG Redjo Agung, Pos Terpadu Exit Tol Dumpil, serta Pos Taman Asti Caruban. Bupati menyampaikan bahwa hasil pemantauan menunjukkan seluruh pos pengamanan telah siap memberikan pelayanan hingga arus balik Lebaran.
“Alhamdulillah, hasil peninjauan kami di seluruh pos keamanan mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah semuanya terpantau sudah siap menyambut pemudik sampai arus balik nanti,” jelasnya.

Pemkab Madiun bersama TNI-Polri juga telah memetakan enam titik rawan kemacetan yang menjadi fokus pengamanan tahun ini. Menurut Bupati, penempatan pos tersebut merupakan strategi untuk memastikan respons cepat jika terjadi kepadatan lalu lintas di jalur mudik.
“Penyebaran ini adalah strategi kami agar pemantauan merata. Setiap gangguan harus ditangani secara instan agar arus lalu lintas tetap mengalir,” tegasnya.
Selain melakukan pengecekan fasilitas dan kesiapan personel, Forkopimda juga memberikan dukungan moril kepada petugas gabungan yang berjaga selama 24 jam dengan menyerahkan bingkisan Lebaran di setiap pos pengamanan. Bupati juga mengimbau para pemudik agar tidak memaksakan diri saat berkendara, terutama jika mengalami kelelahan di perjalanan.
“Keselamatan adalah harga mati. Jangan memaksakan diri. Manfaatkan pos-pos yang kami sediakan untuk beristirahat,” imbaunya.
Berdasarkan hasil pemantauan, sarana prasarana di setiap pos dinilai memadai, mulai dari fasilitas pendukung, tim kesehatan yang bersiaga 24 jam, hingga layanan bagi masyarakat. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan juga telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas serta jalur alternatif untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama periode mudik dan balik Lebaran. (Krs)


- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez







