Berita Terkini
Trending Tags

Dari Gelandangan ke Petani, “Ladangku” di UPT RSBK Madiun Tumbuhkan Harapan Baru

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 275
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Penghuni UPT RSBK Madiun diajarkan konsep pertanian untuk meningkatkan kemandirian, (30/4/2026), Foto : Istimewa

Sinergia | Madiun — Lahan kosong seluas sekitar 1.000 meter persegi di belakang UPT Rehabilitasi Sosial Bina Karya (RSBK) Madiun kini tak lagi terbengkalai. Area itu disulap menjadi kebun produktif bernama “Ladangku”, tempat puluhan orang terlantar menanam harapan baru lewat pertanian.

Program ini digagas sebagai bagian dari upaya ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan bagi sekitar 100 penerima manfaat (PM) yang tinggal di wisma UPT RSBK Madiun, Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Kamis (30/4/2026).

Mayoritas mereka yang sebelumnya hidup sebagai gelandangan dan pengemis kini dikenalkan pada rutinitas baru yakni bertani. Mereka tidak hanya menjalani rehabilitasi sosial, tetapi juga dibekali keterampilan produktif agar dapat mandiri saat kembali ke masyarakat.

Mereka pun dilatih dari nol. Belajar menyiapkan lahan, menyemai benih, merawat tanaman, hingga memanen hasil. Tak berhenti di situ, mereka juga diajari cara memasarkan hasil panen berupa sayuran dan buah hortikultura.

Bagi Jubari Panular, salah satu PM, Ladangku bukan sekadar program, melainkan titik balik kehidupan. Pria asal Sidoarjo itu sempat merantau ke Jakarta sebelum akhirnya terlantar akibat tekanan ekonomi pasca pandemi COVID-19.

“Dulu merantau ke Jakarta, tapi setelah COVID kondisi ekonomi menurun dan saya sempat terlantar. Akhirnya masuk ke RSBK Madiun,” ujarnya.

Kini, ia belajar menanam buah seperti semangka dan blewah. Meski masih menemui kendala, ia merasakan manfaat nyata dari hasil panen yang didapat.

“Alhamdulillah, bisa untuk kebutuhan dan sedikit ditabung,” katanya.

Image Not Found
Kebun produktif RSBK Madiun jadi ruang tumbuh harapan baru, Foto : Istimewa

Jubari berharap keterampilan yang diperoleh bisa menjadi bekal untuk memulai hidup baru setelah keluar dari RSBK.

“Semoga nanti bisa saya kembangkan lagi di luar, dan dapat pekerjaan,” ujarnya.

Kepala UPT RSBK Madiun, Yudhokisworo, mengatakan program Ladangku merupakan tindak lanjut arahan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur agar setiap unit pelaksana teknis memanfaatkan lahan kosong secara produktif.

“Program ini menjadi bentuk kontribusi kami dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus memberdayakan para penerima manfaat,” ujar Yudho.

Menurutnya, pendekatan di RSBK Madiun memiliki tantangan tersendiri karena sebagian PM juga mengalami disabilitas mental. Karena itu, pendampingan dilakukan secara khusus agar mereka tetap bisa terlibat dalam kegiatan pertanian.

“Harapannya, mereka punya keterampilan dan bisa menghasilkan selama proses rehabilitasi. Ini bekal penting sebelum kembali ke masyarakat,” katanya.

Hasilnya mulai terlihat. Dalam kurun enam bulan, para PM sudah mampu memanen berbagai komoditas seperti kacang panjang, tomat, terong, sawi, timun, hingga buah melon dan blewah.

Menariknya, hasil panen tidak hanya dijual, tetapi juga dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi di dalam UPT. Skema pembagian hasil pun dirancang berpihak pada PM.

Sekitar 80 persen hasil panen dialokasikan sebagai tabungan bagi PM, sementara 20 persen digunakan untuk biaya operasional, seperti pembelian bibit dan pupuk.

Ke depan, pengelola berencana memperluas lahan garapan karena masih tersedia area kosong yang potensial. Meski demikian, sejumlah kendala seperti serangan hama tikus masih menjadi tantangan di lapangan.

Program ini juga mendapat dukungan dari Dinas Pertanian Kabupaten Madiun melalui penyediaan tenaga instruktur, guna memastikan proses pembelajaran berjalan optimal.

Di tengah keterbatasan, Ladangku menjadi ruang bagi mereka untuk kembali percaya bahwa hidup bisa ditata ulang—dari tanah yang digarap, harapan itu perlahan tumbuh. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waduh !! Puluhan Siswa SMKN 1 Sine Ngawi Diduga Keracunan MBG

    Waduh !! Puluhan Siswa SMKN 1 Sine Ngawi Diduga Keracunan MBG

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kasus dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di SMK Negeri 1 Sine Kabupaten Ngawi pada Rabu (01/10/2025). 51 siswa dirujuk ke Puskesmas Sine dan Ngrambe usai menyantap MBG. Gejala yang dialami para siswa mulai dari pusing, mual hingga diare. Dari pantauan di lokasi, pasien harus ditangani di […]

    Bagikan
  • Ratusan Siswa MI Ma’arif Setono Gelar Salat Gaib dan Galang Donasi untuk Korban Bencana di Sumatera

    Ratusan Siswa MI Ma’arif Setono Gelar Salat Gaib dan Galang Donasi untuk Korban Bencana di Sumatera

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif Setono, Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan, menggelar salat gaib dan doa bersama untuk para korban bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Kegiatan berlangsung khidmat di Masjid Jami Batoro Katong yang berada di kompleks madrasah, Jumat (05/12/2025). Selain salat gaib, para siswa juga melakukan aksi […]

    Bagikan
  • Meriahnya Lomba Masak Nasi Goreng Berkostum Unik di Ponorogo

    Meriahnya Lomba Masak Nasi Goreng Berkostum Unik di Ponorogo

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Meskipun bulan Agustus telah berakhir, semarak perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia masih terasa di Kabupaten Ponorogo. Warga di Kelurahan Tonatan, Kecamatan Ponorogo, menggelar lomba memasak nasi goreng dengan tema pejuang, Senin (01/09/2025) malam. Kegiatan yang diinisiasi pemuda-pemudi lingkungan Mayak itu diawali dengan atraksi drama perjuangan kemerdekaan. Kemudian dilanjutkan dengan […]

    Bagikan
  • Hujan Deras Picu Banjir Besar di Magetan, Jalur Utama dan Arus Mudik Terganggu

    Hujan Deras Picu Banjir Besar di Magetan, Jalur Utama dan Arus Mudik Terganggu

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Magetan dalam durasi cukup lama menyebabkan banjir di ruas jalan utama pada Jumat (20-3/2026). Genangan air menutup badan jalan dan mengganggu aktivitas warga, bahkan sempat membuat kendaraan tidak dapat melintas. Banjir tidak hanya merendam jalan utama, tetapi juga masuk ke permukiman warga, fasilitas ibadah, hingga […]

    Bagikan
  • Arus Mudik Lebaran 2026, Lalu Lintas di GT Madiun Melonjak 89 Persen

    Arus Mudik Lebaran 2026, Lalu Lintas di GT Madiun Melonjak 89 Persen

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Volume kendaraan yang melintas keluar melalui Gerbang Tol (GT) Madiun selama periode mudik Idulfitri 1447 Hijriah mengalami lonjakan signifikan. PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) mencatat total 100.451 kendaraan keluar dari GT Madiun sepanjang 13–22 Maret 2026. Jumlah tersebut meningkat 89,36 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal yang berada di angka […]

    Bagikan
  • Hadapi Kemarau Panjang, DKPP Madiun Klaim Stok Beras Surplus 3.357 Ton

    Hadapi Kemarau Panjang, DKPP Madiun Klaim Stok Beras Surplus 3.357 Ton

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Persediaan beras di Kabupaten Madiun masih dalam kondisi surplus memasuki September 2026. Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun mencatat stok beras per 30 Agustus 2026 mencapai 4.897 ton. Jumlah tersebut bahkan belum memperhitungkan hasil panen padi petani yang berlangsung sepanjang Agustus. Dengan luas lahan baku sawah sekitar 33 ribu […]

    Bagikan
expand_less