Berita Terkini
Trending Tags

Dari Gelandangan ke Petani, “Ladangku” di UPT RSBK Madiun Tumbuhkan Harapan Baru

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 176
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Penghuni UPT RSBK Madiun diajarkan konsep pertanian untuk meningkatkan kemandirian, (30/4/2026), Foto : Istimewa

Sinergia | Madiun — Lahan kosong seluas sekitar 1.000 meter persegi di belakang UPT Rehabilitasi Sosial Bina Karya (RSBK) Madiun kini tak lagi terbengkalai. Area itu disulap menjadi kebun produktif bernama “Ladangku”, tempat puluhan orang terlantar menanam harapan baru lewat pertanian.

Program ini digagas sebagai bagian dari upaya ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan bagi sekitar 100 penerima manfaat (PM) yang tinggal di wisma UPT RSBK Madiun, Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Kamis (30/4/2026).

Mayoritas mereka yang sebelumnya hidup sebagai gelandangan dan pengemis kini dikenalkan pada rutinitas baru yakni bertani. Mereka tidak hanya menjalani rehabilitasi sosial, tetapi juga dibekali keterampilan produktif agar dapat mandiri saat kembali ke masyarakat.

Mereka pun dilatih dari nol. Belajar menyiapkan lahan, menyemai benih, merawat tanaman, hingga memanen hasil. Tak berhenti di situ, mereka juga diajari cara memasarkan hasil panen berupa sayuran dan buah hortikultura.

Bagi Jubari Panular, salah satu PM, Ladangku bukan sekadar program, melainkan titik balik kehidupan. Pria asal Sidoarjo itu sempat merantau ke Jakarta sebelum akhirnya terlantar akibat tekanan ekonomi pasca pandemi COVID-19.

“Dulu merantau ke Jakarta, tapi setelah COVID kondisi ekonomi menurun dan saya sempat terlantar. Akhirnya masuk ke RSBK Madiun,” ujarnya.

Kini, ia belajar menanam buah seperti semangka dan blewah. Meski masih menemui kendala, ia merasakan manfaat nyata dari hasil panen yang didapat.

“Alhamdulillah, bisa untuk kebutuhan dan sedikit ditabung,” katanya.

Image Not Found
Kebun produktif RSBK Madiun jadi ruang tumbuh harapan baru, Foto : Istimewa

Jubari berharap keterampilan yang diperoleh bisa menjadi bekal untuk memulai hidup baru setelah keluar dari RSBK.

“Semoga nanti bisa saya kembangkan lagi di luar, dan dapat pekerjaan,” ujarnya.

Kepala UPT RSBK Madiun, Yudhokisworo, mengatakan program Ladangku merupakan tindak lanjut arahan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur agar setiap unit pelaksana teknis memanfaatkan lahan kosong secara produktif.

“Program ini menjadi bentuk kontribusi kami dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus memberdayakan para penerima manfaat,” ujar Yudho.

Menurutnya, pendekatan di RSBK Madiun memiliki tantangan tersendiri karena sebagian PM juga mengalami disabilitas mental. Karena itu, pendampingan dilakukan secara khusus agar mereka tetap bisa terlibat dalam kegiatan pertanian.

“Harapannya, mereka punya keterampilan dan bisa menghasilkan selama proses rehabilitasi. Ini bekal penting sebelum kembali ke masyarakat,” katanya.

Hasilnya mulai terlihat. Dalam kurun enam bulan, para PM sudah mampu memanen berbagai komoditas seperti kacang panjang, tomat, terong, sawi, timun, hingga buah melon dan blewah.

Menariknya, hasil panen tidak hanya dijual, tetapi juga dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi di dalam UPT. Skema pembagian hasil pun dirancang berpihak pada PM.

Sekitar 80 persen hasil panen dialokasikan sebagai tabungan bagi PM, sementara 20 persen digunakan untuk biaya operasional, seperti pembelian bibit dan pupuk.

Ke depan, pengelola berencana memperluas lahan garapan karena masih tersedia area kosong yang potensial. Meski demikian, sejumlah kendala seperti serangan hama tikus masih menjadi tantangan di lapangan.

Program ini juga mendapat dukungan dari Dinas Pertanian Kabupaten Madiun melalui penyediaan tenaga instruktur, guna memastikan proses pembelajaran berjalan optimal.

Di tengah keterbatasan, Ladangku menjadi ruang bagi mereka untuk kembali percaya bahwa hidup bisa ditata ulang—dari tanah yang digarap, harapan itu perlahan tumbuh. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meningkatkan Literasi Anak Kota Madiun Melalui Program Empok Remen

    Meningkatkan Literasi Anak Kota Madiun Melalui Program Empok Remen

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam rangka kegiatan pembudayaan gemar membaca, Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan setempat menggelar kegiatan yang berfokus pada pemberdayaan anak-anak. Hal itu juga guna meningkatkan literasi di Kota Madiun. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi program kerja 100 hari Walikota Madiun, dengan salah satu program unggulannya yaitu Madiun […]

    Bagikan
  • Peran Pendamping Dewan Disorot, Diduga Jadi Penghubung Skema Korupsi Pokir

    Peran Pendamping Dewan Disorot, Diduga Jadi Penghubung Skema Korupsi Pokir

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Peran tenaga pendamping dewan dalam kasus dugaan korupsi dana hibah pokir DPRD Magetan menjadi perhatian serius penyidik. Tiga dari enam tersangka dalam perkara ini diketahui berasal dari unsur pendamping dewan. Kepala Kejari Magetan, Sabrul Iman, mengungkapkan bahwa pendamping dewan diduga memiliki peran strategis dalam menjalankan skema penyimpangan. “Mereka berada pada posisi […]

    Bagikan
  • Target Investasi Kabupaten Madiun 2026 Dipatok Rp. 3 Triliun, 4 Perusahaan Besar Siap Masuk

    Target Investasi Kabupaten Madiun 2026 Dipatok Rp. 3 Triliun, 4 Perusahaan Besar Siap Masuk

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menargetkan realisasi investasi sebesar Rp. 3 triliun pada tahun 2026. Target tersebut meningkat Rp.500 miliar dibandingkan target investasi tahun 2025 yang berada di angka Rp. 2,5 triliun. Kepala DPMPTSP Kabupaten Madiun, Anang Sulistijono, mengatakan peningkatan target itu didasarkan […]

    Bagikan
  • APBDes Tahun 2021-2024 Dilaporkan Kejaksaan, Kades Simo : Fitnah Itu, SPJ Sudah Diaudit Inspektorat

    APBDes Tahun 2021-2024 Dilaporkan Kejaksaan, Kades Simo : Fitnah Itu, SPJ Sudah Diaudit Inspektorat

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pengelolaan anggaran keuangan di Desa Simo Kec Balerejo Kab Madiun kabar terkini dilaporkan ke penyidik Kejaksaan. Anggaran keuangan desa yang sudah masuk ke meja penyidik mulai APBDes tahun 2021 hingga 2024. Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel ) Kejaksaan Negeri Kab Madiun, Achmad Wahyudi, saat dikonfirmasi membenarkan telah terjadi pelaporan kasus […]

    Bagikan
  • Ribuan Santri Di Ponorogo Gelar Sholat Gaib Untuk Korban Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

    Ribuan Santri Di Ponorogo Gelar Sholat Gaib Untuk Korban Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Ribuan santri dan santriwati dari Pondok Pesantren Assyafi’iyyah, Durisawo, Ponorogo, menggelar sholat gaib dan doa bersama, Rabu (01/10/2025). Kegiatan ini ditujukan untuk mendoakan korban runtuhnya bangunan lantai tiga Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, yang roboh saat proses pengecoran pada Selasa (30/09/2025). Sedikitnya 1.200 santri memadati masjid pesantren setelah sholat dzuhur berjamaah. […]

    Bagikan
  • Audit Koperasi MSI Jadi Penentu Langkah Hukum, Hasil Baru Keluar Akhir September

    Audit Koperasi MSI Jadi Penentu Langkah Hukum, Hasil Baru Keluar Akhir September

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Penanganan dugaan permasalahan di Koperasi MSI masih menunggu titik terang. Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, mengungkapkan bahwa proses audit internal yang tengah dilakukan Dinas Koperasi menjadi penentu arah penyelidikan selanjutnya. Audit tersebut dijadwalkan rampung pada akhir September 2025. Hasilnya akan menjadi acuan untuk menentukan ada atau tidaknya indikasi tindak […]

    Bagikan
expand_less