Berita Terkini
Trending Tags

Parade Onthel Lawas di Magetan, Sepeda Unik dan Kreativitas Peserta Curi Perhatian

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
  • visibility 312
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sepeda High-Wheeler jadi daya tarik parade onthel di Magetan, (5/4/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Ratusan sepeda onthel lawas memadati Lapangan Desa Karangmojo, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Minggu (5/4/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi komunitas sekaligus parade yang menarik perhatian warga.

Di antara deretan sepeda klasik, jenis Penny-farthing atau High-Wheeler menjadi sorotan. Sepeda bergaya Eropa dengan roda depan berukuran besar tersebut tampak mencolok. Tak hanya itu, sejumlah peserta juga menampilkan sepeda dengan modifikasi nyentrik, mulai dari ornamen tulang belulang hingga replika senjata.

Sepeda High-Wheeler itu dikendarai Suroso, pecinta sepeda kuno asal Sukoharjo, Jawa Tengah. Ia mengikuti parade dengan rute sejauh kurang lebih 11 kilometer. Sepanjang perjalanan, aksinya kerap mengundang perhatian warga yang mengabadikan momen tersebut.

Berbeda dengan sepeda pada umumnya, High-Wheeler tidak menggunakan rantai. Pedalnya menyatu dengan poros roda depan, sehingga putaran roda menjadi lebih cepat.

Suroso mengaku hadir dalam acara ini untuk merayakan satu windu Paguyuban Sepeda Onthel Karangmojo (Pasoka) sekaligus bertemu komunitas. Ia menyebut ketertarikannya terhadap sepeda jenis ini bermula saat pandemi Covid-19.

“Awalnya saya hanya menyukai onthel biasa. Saat pandemi, saya bertemu teman-teman yang memiliki sepeda jenis ini, lalu ikut tertarik hingga akhirnya menjadi hobi sampai sekarang,” ujarnya.

Ia menambahkan, sepeda tersebut diperoleh dari wilayah Brebes dalam kondisi kurang terawat. Setelah dibeli dengan harga jutaan rupiah, sepeda itu kemudian direstorasi agar aman digunakan.

Menurutnya, perawatan sepeda antik itu tergolong sederhana, yakni rutin dibersihkan agar tidak berkarat serta diberi pelumas pada bagian poros dan setir.

“Perawatannya tidak sulit, yang penting rajin dibersihkan dan dilumasi supaya tetap nyaman dipakai,” katanya.

Suroso juga mengungkapkan bahwa mengendarai sepeda High-Wheeler membutuhkan teknik khusus. Ia mengaku sempat beberapa kali terjatuh saat belajar.

“Tidak semua orang bisa mengendarainya, saya sendiri sudah beberapa kali jatuh. Tapi bagi saya, nilai sepeda ini tidak bisa diukur dengan uang,” tuturnya.

Selain Suroso, peserta lain juga menampilkan kreativitas melalui sepeda modifikasi. Salah satunya Mada, pecinta onthel asal Bojonegoro, yang menghias sepedanya dengan tulang belulang hewan, gitar akustik, hingga dupa.

Ia menjelaskan, ornamen tersebut merupakan bentuk ekspresi diri sekaligus menonjolkan nuansa budaya Jawa, tanpa mengabaikan faktor keselamatan.

“Konsepnya bebas berekspresi, tetapi tetap memperhatikan keamanan. Semua aksesoris dipasang dengan kuat agar tidak membahayakan,” ujarnya.

Ia juga menuturkan, sepeda yang digunakannya merupakan warisan keluarga yang terus dirawat hingga kini.

“Sepeda ini sudah turun-temurun dan masih saya gunakan. Ada sentuhan budaya Jawa yang ingin saya tampilkan melalui ornamen yang ada,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Siswanto menyebut kegiatan ini diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Para peserta datang dengan mengenakan kostum khas era 1980-an, menambah suasana klasik.

“Peserta datang dari berbagai daerah seperti Ponorogo, Madiun, Ngawi, Tuban hingga Jawa Tengah. Mereka mengikuti parade dengan rute sekitar 11 kilometer di wilayah ini,” pungkasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Permanen Magetan Tersisa Satu Syarat Administrasi

    Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Permanen Magetan Tersisa Satu Syarat Administrasi

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Proses pendirian Sekolah Rakyat (SR) permanen di Kabupaten Magetan memasuki tahap akhir. Hampir seluruh persyaratan teknis dan administrasi telah dipenuhi, tinggal menunggu terbitnya rekomendasi pelepasan status tanah dari Kementerian ATR/BPN. Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Magetan, Parminto Budi Utomo, menjelaskan bahwa upaya Magetan untuk mendapatkan SR permanen telah berlangsung panjang sejak […]

    Bagikan
  • Magetan Targetkan Luas Tanam Padi 63 Ribu Hektare, Produksi Dipacu Lewat Percepatan Tanam

    Magetan Targetkan Luas Tanam Padi 63 Ribu Hektare, Produksi Dipacu Lewat Percepatan Tanam

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Magetan menargetkan luas tambah tanam (LTT) padi mencapai sekitar 63 ribu hektare sepanjang 2026. Target tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi gabah kering panen (GKP) seiring program swasembada pangan berkelanjutan. Kepala DTPHPKP Magetan, Uswatul Chasanah, mengatakan pihaknya terus memantau realisasi tanam […]

    Bagikan
  • DPRD Ponorogo Dukung Penuh Program Sekolah Rakyat Presiden Prabowo

    DPRD Ponorogo Dukung Penuh Program Sekolah Rakyat Presiden Prabowo

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ponorogo menyatakan dukungan penuh terhadap Program Sekolah Rakyat (SR), yang merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut direncanakan akan mulai dijalankan di Ponorogo pada Juli 2025. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Priyatno, saat memberikan keterangan pers […]

    Bagikan
  • Puncak Arus Mudik Nataru, 900 Unit Bus Masuk di Terminal Purboyo Madiun

    Puncak Arus Mudik Nataru, 900 Unit Bus Masuk di Terminal Purboyo Madiun

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Ribuan penumpang turun dan berangkat dari Terminal Tipe A Purboyo Madiun dalam masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Sesuai data, puncak kedatangan penumpang tercatat pada Kamis (25/12/2025) atau hari H Natal dengan jumlah armada bus masuk terminal sekitar 900 unit. Angka tersebut melonjak dibandingkan momentum Natal tahun […]

    Bagikan
  • Kejaksaan Tak Hadir di Rapat Paripurna DPRD Magetan Picu Spekulasi Publik

    Kejaksaan Tak Hadir di Rapat Paripurna DPRD Magetan Picu Spekulasi Publik

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Satu pemandangan tidak biasa muncul dalam Rapat Paripurna DPRD Magetan pada Senin siang (29/12/2025). Di tengah proses pengambilan keputusan atas Raperda Perumda Air Minum Lawu Tirta, sebuah kursi yang semestinya diisi perwakilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan justru dibiarkan kosong. Paripurna yang umumnya dihadiri lengkap unsur Forkopimda itu tetap diikuti oleh Pengadilan […]

    Bagikan
  • Pertina Kota Madiun Targetkan Medali Emas pada Porprov 2025

    Pertina Kota Madiun Targetkan Medali Emas pada Porprov 2025

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) Kota Madiun terus menggenjot persiapan atlet-atletnya menjelang gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur yang akan berlangsung pada akhir Juni hingga awal Juli 2025 di Kota Batu, Malang. Pelatih PERTINA Kota Madiun, Ido Sahputra mengatakan bahwa latihan intensif telah dimulai sejak awal bulan Ramadhan lalu. […]

    Bagikan
expand_less